alexametrics
27.4 C
Probolinggo
Monday, 15 August 2022

Jauh Diterima, Dekat Justru Gagal, Sistem PPDB Trouble Dikeluhkan Emak-Emak

MAYANGAN, Radar Bromo – Orang tua di Kota Probolinggo yang punya anak hendak melangkah ke jenjang sekolah menengah pertama (SMP), kini tengah gundah. Sebab Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kini tengah dikeluhkan karena sistem yang dianggap bermasalah.

Banyak orang tua yang mendaftar dengan mengandalkan sistem zonasi, justru dibuat kecewa. Pasalnya, mereka yang rumahnya dekat dengan sekolah, tidak diterima. Sementara rumah mereka yang jauh, justru berhasil masuk.

Alhasil, Selasa (28/6) siang puluhan emak-emak mendatangi kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo. Mereka datang guna menanyakan pendaftaran anaknya, yang tidak diterima.

Seperti yang diungkapkan Deby Andita, 27, Wali murid asal Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Deby menerangkan jika anaknya tidak lolos pada saat proses pendaftaran PPDB jalur zonasi. Padahal tetangganya yang jaraknya lebih jauh, malah diterima.

“Anak saya dari SDN Mangunharjo 1. Pada pilihan pertama, saya pilih SMPN 1 dan pilihan kedua SMPN 3. Pilihan ketiga SMPN 2. Nah, ini tidak diterima semuanya,” tuturnya.

Padahal menurutnya di SMPN 3, jarak dari rumahnya hampir 1 kilometer, dengan nilai 0,1762 Km. Sementara tetangganya yang nilainya 0,9 malah diterima di SMPN 3.

“Nah ini yang menjadi pertanyaan saya. Okelah untuk di SMPN 1, Pilihan pertama tidak lolos karena rumah saya lebih jauh. Namun di pilihan kedua yakni SMPN 3 yang jaraknya dekat dengan rumah, ini kok juga tidak diterima. Malah tetangga saya yang jaraknya lebih jauh dengan nilai 0,9 sekian diterima di SMPN 3. Padahal lewat jalur yang sama, yakni zonasi,” kata Deby.

MAYANGAN, Radar Bromo – Orang tua di Kota Probolinggo yang punya anak hendak melangkah ke jenjang sekolah menengah pertama (SMP), kini tengah gundah. Sebab Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kini tengah dikeluhkan karena sistem yang dianggap bermasalah.

Banyak orang tua yang mendaftar dengan mengandalkan sistem zonasi, justru dibuat kecewa. Pasalnya, mereka yang rumahnya dekat dengan sekolah, tidak diterima. Sementara rumah mereka yang jauh, justru berhasil masuk.

Alhasil, Selasa (28/6) siang puluhan emak-emak mendatangi kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Probolinggo. Mereka datang guna menanyakan pendaftaran anaknya, yang tidak diterima.

Seperti yang diungkapkan Deby Andita, 27, Wali murid asal Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Deby menerangkan jika anaknya tidak lolos pada saat proses pendaftaran PPDB jalur zonasi. Padahal tetangganya yang jaraknya lebih jauh, malah diterima.

“Anak saya dari SDN Mangunharjo 1. Pada pilihan pertama, saya pilih SMPN 1 dan pilihan kedua SMPN 3. Pilihan ketiga SMPN 2. Nah, ini tidak diterima semuanya,” tuturnya.

Padahal menurutnya di SMPN 3, jarak dari rumahnya hampir 1 kilometer, dengan nilai 0,1762 Km. Sementara tetangganya yang nilainya 0,9 malah diterima di SMPN 3.

“Nah ini yang menjadi pertanyaan saya. Okelah untuk di SMPN 1, Pilihan pertama tidak lolos karena rumah saya lebih jauh. Namun di pilihan kedua yakni SMPN 3 yang jaraknya dekat dengan rumah, ini kok juga tidak diterima. Malah tetangga saya yang jaraknya lebih jauh dengan nilai 0,9 sekian diterima di SMPN 3. Padahal lewat jalur yang sama, yakni zonasi,” kata Deby.

MOST READ

BERITA TERBARU

/