alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Rumah Warga Blado Kulon Dilalap Api saat Pemiliknya Istirahat

TEGALSIWALAN, Radar Bromo – Kebakaran terjadi di rumah Satino Sunari, 60, warga Dusun Krajan, Desa Blado Kulon, Kecamatan Tegalsiwalan Rabu (27/4) malam. Api yang berkobar hebat membuat 50 persen bangunan rumahnya hangus terbakar.

Kebakaran ini bemula saat Satino Sunari bersama istrinya, bersantai diruang tengah rumahnya. Keduanya asyik berisirahat. Tak lama kemudian istrinya mencium bau barang seperti sedang tebakar. Lantas berinisiatif mengecek asal bau tersebut yang mengarah pada dapur rumah. Benar saja saat sudah dilakukan pengecekan rupanya dapur sudah dipenuhi asap dan api sudah berkobar.

“Waktu itu tidur-tiduran di ruang tengah, saat kedapur tiba-tiba melihat api sudah besar,” ujar Perangkat Desa Blado Kulon, Dawud.

Stuktur bangunan yang berkonstruksi semi permanen dan mayoritas berupa kayu. Membuat api mudah membesar. Sontak istri Satino Sunari berteriak. Teriakannya pun di dengar oleh warga sekitar. Belasan warga yang datang kemudian bahu-membahu memadamkan api. Mulai dari titik api yang berada di dapur, hingga keruang tengah dan kamar.

“Warga gotong royong memadamkan api. Mulai dengan menggunakan timba berisi air, hingga menyemprotkan air menggunakan selang berasal dari pompa air,” katanya.

Api pun kemudian mulai mengecil. Sehingga belum sampai satu jam setelah diketahui terbakar, api bisa padam. Namun demikian upaya pembasahan juga dilakukan warga sampai api benar-benar sudah tidak ditemukan lagi.

Akibat kebakaran itu, Satino harus menelan kerugian materil senilai puluhan juta. Seluruh perkakas dapur dan seisi kamar yang berada diruang tengah ludes dilahap si jago merah. Beruntung sapi peliharaan yang ada di kandang belakang rumah berhasil diselamatkan dan tak sampai ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

TEGALSIWALAN, Radar Bromo – Kebakaran terjadi di rumah Satino Sunari, 60, warga Dusun Krajan, Desa Blado Kulon, Kecamatan Tegalsiwalan Rabu (27/4) malam. Api yang berkobar hebat membuat 50 persen bangunan rumahnya hangus terbakar.

Kebakaran ini bemula saat Satino Sunari bersama istrinya, bersantai diruang tengah rumahnya. Keduanya asyik berisirahat. Tak lama kemudian istrinya mencium bau barang seperti sedang tebakar. Lantas berinisiatif mengecek asal bau tersebut yang mengarah pada dapur rumah. Benar saja saat sudah dilakukan pengecekan rupanya dapur sudah dipenuhi asap dan api sudah berkobar.

“Waktu itu tidur-tiduran di ruang tengah, saat kedapur tiba-tiba melihat api sudah besar,” ujar Perangkat Desa Blado Kulon, Dawud.

Stuktur bangunan yang berkonstruksi semi permanen dan mayoritas berupa kayu. Membuat api mudah membesar. Sontak istri Satino Sunari berteriak. Teriakannya pun di dengar oleh warga sekitar. Belasan warga yang datang kemudian bahu-membahu memadamkan api. Mulai dari titik api yang berada di dapur, hingga keruang tengah dan kamar.

“Warga gotong royong memadamkan api. Mulai dengan menggunakan timba berisi air, hingga menyemprotkan air menggunakan selang berasal dari pompa air,” katanya.

Api pun kemudian mulai mengecil. Sehingga belum sampai satu jam setelah diketahui terbakar, api bisa padam. Namun demikian upaya pembasahan juga dilakukan warga sampai api benar-benar sudah tidak ditemukan lagi.

Akibat kebakaran itu, Satino harus menelan kerugian materil senilai puluhan juta. Seluruh perkakas dapur dan seisi kamar yang berada diruang tengah ludes dilahap si jago merah. Beruntung sapi peliharaan yang ada di kandang belakang rumah berhasil diselamatkan dan tak sampai ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

MOST READ

BERITA TERBARU

/