alexametrics
30.4 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Selain Penyekatan, Polisi-Dishub Waspadai Travel Gelap

LECES, Radar Bromo – Para pemudik yang hendak melintas di Probolinggo, harus berpikir dua kali. Dengan adanya larangan mudik yang juga berlaku di Probolinggo, aparat dan instansi memantapkan penyekatan. Setidaknya, ada empat titik penyekatan yang disiapkan di Kabupaten Probolinggo. Selama larangan mudik diperketat mulai 6 Mei, travel gelap yang melintas juga diwaspadai dan siap untuk ditindak tegas.

Hal itu terungkap saat rapat forum LLAJ Kabupaten Probolinggo, Rabu (28/4). Mengacu pada peraturan yang dikeluarkan Satgas Nomor 13 Tahun 2021, yang di dalamnya mengatur larangan mudik. Tidak hanya angkutan umum yang tidak diperbolehkan beroperasi. Namun, juga harus diwaspadai adanya travel gelap yang membawa penumpang antardaerah.

LOKASI PENYEKATAN: Exit tol Leces menjadi salah satu dari empat titik penyetakan. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Travel gelap harus ditindak. Karena tidak ada izin dan melanggar,” kata Yofie Aditama, kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan PPTD wilayah XI Provinsi Jatim.

Yofie menjelaskan, untuk mengantisipasi travel gelap, pihaknya harus melakukan aksi dan dibantu pihak kepolisian (Satlantas). Karena travel gelap itu berada di luar terminal. Begitu juga back up dari Dishub. Supaya, penyekatan larangan mudik, termasuk melarang angkutan umum berjalan maksimal. Sebab, jika masih ada travel gelap beroperasi, tentu penyekatan larangan mudik tidak berjalan maksimal.

”Sesuai pasal 308 UU LLAJ, setiap kendaraan bermotor umum angkutan orang ataupun barang, harus miliki izin trayek. Jika tidak punya (izin, Red), berarti melanggar pasal 308 UU LLAJ. Sanksinya 2 bulan kurungan atau Rp 500 ribu dendanya,” tegasnya.

Larangan mudik itu berlaku mulai 6 Mei hingga 17 Mei. Namun, ada pengecualian larangan di beberapa wilayah kabupaten atau kota atau yang biasa disebut mudik lokal atau wilayah aglomerasi. Yaitu Probolinggo, Pasuruan, dan Malang.

”Selama larangan mudik, pengecualian bagi kendaraan TNI/Polri, mobil dinas, dan ambulans,” terangnya.

Di Kabupaten Probolinggo, untuk memaksimalkan larangan mudik, bakal ada titik penyekatan. Untuk wilayah Polres Probolinggo bakal dirikan tiga titik penyekatan. Mulai di Paiton, sebagai upaya antispasi pergerakan masa dari arah Situbondo dan Banyuwangi. Titik penyekatan kedua di SPBU Malasan Tegalsiwalan, antisipasi pergerakan masa pemudik dari Lumajang dan Jember masuk ke Probolinggo.

”Kami juga adakan titik penyekatan di pintu exit tol Leces. Karena mencegah pemudik dari luar daerah keluar tol Leces,” kata Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Dadang.

Sedangkan dua titik penyekatan lagi di wilayah barat, masuk wilayah hukum Polres Probolinggo Kota. Yaitu di pintu exit tol Probolinggo Barat, Muneng Sumberasih. Titik penyekatan kedua di Rest Area Tongas Kabupaten Probolinggo.

Disinggung soal antisipasi travel gelap? Kasatlantas mengungkapkan, larangan mudik itu tidak hanya pada angkutan umum ataupun pemudik mobil pribadi. Pihaknya juga harus antisipasi travel gelap yang akan masuk ke Kabupaten Probolinggo. Karena itu, di titik penyekatan itu, pihaknya akan perketat penjagaan dan pemeriksaan.

Saat ditemukan travel gelap, tentu sanksinya tidak hanya disuruh putar balik. Tetapi tindakan berupa tilang.

”Kami juga akan jaga di jalur-jalur tikus. Antisipasi pemudik yang melintas di luar jalur utama. Karena sesuai arahan, laragan mudik diperketat sejak tanggal 6 Mei sampai 17 Mei,” tegasnya.

Untuk jalan tol Pasuruan Probolinggo (Paspro) tetap beroperasi. Namun, pihak pengelola tol Paspro untuk tetap memberikan rambu peringatan soal larangan mudik tersebut. Karena tidak mungkin menutup jalan tol dari daerah lain yang masuk ke jalan tol Paspro. (mas/fun)

LECES, Radar Bromo – Para pemudik yang hendak melintas di Probolinggo, harus berpikir dua kali. Dengan adanya larangan mudik yang juga berlaku di Probolinggo, aparat dan instansi memantapkan penyekatan. Setidaknya, ada empat titik penyekatan yang disiapkan di Kabupaten Probolinggo. Selama larangan mudik diperketat mulai 6 Mei, travel gelap yang melintas juga diwaspadai dan siap untuk ditindak tegas.

Hal itu terungkap saat rapat forum LLAJ Kabupaten Probolinggo, Rabu (28/4). Mengacu pada peraturan yang dikeluarkan Satgas Nomor 13 Tahun 2021, yang di dalamnya mengatur larangan mudik. Tidak hanya angkutan umum yang tidak diperbolehkan beroperasi. Namun, juga harus diwaspadai adanya travel gelap yang membawa penumpang antardaerah.

LOKASI PENYEKATAN: Exit tol Leces menjadi salah satu dari empat titik penyetakan. (Foto: Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Travel gelap harus ditindak. Karena tidak ada izin dan melanggar,” kata Yofie Aditama, kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan PPTD wilayah XI Provinsi Jatim.

Yofie menjelaskan, untuk mengantisipasi travel gelap, pihaknya harus melakukan aksi dan dibantu pihak kepolisian (Satlantas). Karena travel gelap itu berada di luar terminal. Begitu juga back up dari Dishub. Supaya, penyekatan larangan mudik, termasuk melarang angkutan umum berjalan maksimal. Sebab, jika masih ada travel gelap beroperasi, tentu penyekatan larangan mudik tidak berjalan maksimal.

”Sesuai pasal 308 UU LLAJ, setiap kendaraan bermotor umum angkutan orang ataupun barang, harus miliki izin trayek. Jika tidak punya (izin, Red), berarti melanggar pasal 308 UU LLAJ. Sanksinya 2 bulan kurungan atau Rp 500 ribu dendanya,” tegasnya.

Larangan mudik itu berlaku mulai 6 Mei hingga 17 Mei. Namun, ada pengecualian larangan di beberapa wilayah kabupaten atau kota atau yang biasa disebut mudik lokal atau wilayah aglomerasi. Yaitu Probolinggo, Pasuruan, dan Malang.

”Selama larangan mudik, pengecualian bagi kendaraan TNI/Polri, mobil dinas, dan ambulans,” terangnya.

Di Kabupaten Probolinggo, untuk memaksimalkan larangan mudik, bakal ada titik penyekatan. Untuk wilayah Polres Probolinggo bakal dirikan tiga titik penyekatan. Mulai di Paiton, sebagai upaya antispasi pergerakan masa dari arah Situbondo dan Banyuwangi. Titik penyekatan kedua di SPBU Malasan Tegalsiwalan, antisipasi pergerakan masa pemudik dari Lumajang dan Jember masuk ke Probolinggo.

”Kami juga adakan titik penyekatan di pintu exit tol Leces. Karena mencegah pemudik dari luar daerah keluar tol Leces,” kata Kasat Lantas Polres Probolinggo AKP Dadang.

Sedangkan dua titik penyekatan lagi di wilayah barat, masuk wilayah hukum Polres Probolinggo Kota. Yaitu di pintu exit tol Probolinggo Barat, Muneng Sumberasih. Titik penyekatan kedua di Rest Area Tongas Kabupaten Probolinggo.

Disinggung soal antisipasi travel gelap? Kasatlantas mengungkapkan, larangan mudik itu tidak hanya pada angkutan umum ataupun pemudik mobil pribadi. Pihaknya juga harus antisipasi travel gelap yang akan masuk ke Kabupaten Probolinggo. Karena itu, di titik penyekatan itu, pihaknya akan perketat penjagaan dan pemeriksaan.

Saat ditemukan travel gelap, tentu sanksinya tidak hanya disuruh putar balik. Tetapi tindakan berupa tilang.

”Kami juga akan jaga di jalur-jalur tikus. Antisipasi pemudik yang melintas di luar jalur utama. Karena sesuai arahan, laragan mudik diperketat sejak tanggal 6 Mei sampai 17 Mei,” tegasnya.

Untuk jalan tol Pasuruan Probolinggo (Paspro) tetap beroperasi. Namun, pihak pengelola tol Paspro untuk tetap memberikan rambu peringatan soal larangan mudik tersebut. Karena tidak mungkin menutup jalan tol dari daerah lain yang masuk ke jalan tol Paspro. (mas/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/