alexametrics
26.4 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Standar Hidup Layak Kota Probolinggo Naik Jadi Rp 12,245 Juta Per Tahun

KADEMANGAN, Radar Bromo – Setelah sempat turun tahun lalu, standar hidup layak di Kota Probolinggo kembali meningkat. Kini, rata-rata pengeluaran riil per kapita masyarakat mencapai Rp 12,245 juta per tahun.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo Heri Sulistyo mengatakan, standar hidup layak direpresentasikan dengan pengeluaran riil per kapita atas harga konstan 2012 yang disesuaikan. Selama lima tahun terakhir, angka dari pengeluaran riil per kapita terus meningkat.

Ia merinci, pada 2017 pengeluaran riil per kapita penduduk Kota Probolinggo sebesar Rp 11,39 juta. Angka ini naik pada 2018 menjadi Rp 11,796 juta. Pada 2019, juga meningkat menjadi Rp 12,28 juta. Namun, pada 2020 turun menjadi Rp 12,18 juta.

“Saat ada pandemi Covid-19, kecenderungan masyarakat mengurangi belanjanya. Mereka hanya belanja kebutuhan pokok. Ini membuat pengeluaran riil per kapita pun turun,” ungkapnya.

Ia membenarkan jika angka pengeluaran riil per kapita masyarakat tahun lalu masih belum setinggi tahun 2020. Tetapi, kondisi ini terbilang sangat wajar. Karena, ekonomi baru kembali menggeliat usai terdampak adanya pandemi korona. Sehingga kenaikannya tidak sebesar tahun 2020.

KADEMANGAN, Radar Bromo – Setelah sempat turun tahun lalu, standar hidup layak di Kota Probolinggo kembali meningkat. Kini, rata-rata pengeluaran riil per kapita masyarakat mencapai Rp 12,245 juta per tahun.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Probolinggo Heri Sulistyo mengatakan, standar hidup layak direpresentasikan dengan pengeluaran riil per kapita atas harga konstan 2012 yang disesuaikan. Selama lima tahun terakhir, angka dari pengeluaran riil per kapita terus meningkat.

Ia merinci, pada 2017 pengeluaran riil per kapita penduduk Kota Probolinggo sebesar Rp 11,39 juta. Angka ini naik pada 2018 menjadi Rp 11,796 juta. Pada 2019, juga meningkat menjadi Rp 12,28 juta. Namun, pada 2020 turun menjadi Rp 12,18 juta.

“Saat ada pandemi Covid-19, kecenderungan masyarakat mengurangi belanjanya. Mereka hanya belanja kebutuhan pokok. Ini membuat pengeluaran riil per kapita pun turun,” ungkapnya.

Ia membenarkan jika angka pengeluaran riil per kapita masyarakat tahun lalu masih belum setinggi tahun 2020. Tetapi, kondisi ini terbilang sangat wajar. Karena, ekonomi baru kembali menggeliat usai terdampak adanya pandemi korona. Sehingga kenaikannya tidak sebesar tahun 2020.

MOST READ

BERITA TERBARU

/