alexametrics
29.7 C
Probolinggo
Thursday, 26 May 2022

PPKM Diterapkan, Penumpang Terminal Bayuangga Turun  

KADEMANGAN, Radar Bromo-Adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat jumlah penumpang di Terminal Bayuangga Kota Probolinggo mengalami penurunan. Terminal setempat pun cenderung sepi.

“Penurunannya (penumpang) kurang lebih di atas 65 persen,” kata Koordinator terminal Bayuangga Budiharjo.

Budiharjo menyebutkan, jumlah penumpang di terminal alami penurunan sejak pandemi Covid-19. Jumlah armada bus yang masuk di terminal pun juga jauh berkurang.

Anjloknya penumpang bisa terlihat dari perbandingan data penumpang dan armada bus yang masuk terminal saat akhir tahun 2020 lalu.

Dari data yang dihimpun dari terminal setempat, jumlah keberangkatan penumpang di terminal mencapai 33.170. Jumlah itu jauh menurun bila dibanding Desember 2019 silam. Kala itu, jumlah keberangkatan penumpang tembus 139.099.

Dampak pandemi juga membuat jumlah keberangkatan armada bus dari terminal setempat alami penurunan. Bila Desember 2019 tercatat ada 28.868 bus yang berangkat dari Terminal Bayuangga, maka pada Desember 2020, tercatat jumlah keberangkatan bus dari terminal Bayuangga hanya mencapai 11.193 armada saja.

Sejumlah penumpang dan pedagang asongan hendak naik ke bus yang baru datang di Terminal Bayuangga. Pemberlakuan PPKM membuat terminal setempat lebih sepi. (Tim Magang IAIN/ Jawa Pos Radar Bromo)

 

“Armada sebenarnya tak ada pengurangan. Cuma, dampak Covid ini, armada banyak yang gak jalan. Sebab, penumpangnya memang berkurang,” terang Budiharjo.

Selama pandemi, terminal setempat dan semua armada bus disebutkan tetap menerapkan protokol kesehatan. “Jika ada yang melanggar seperti tidak memakai masker dan duduk di tempat yang diberi tanda silang, ya kami ingatkan,” terangnya.

Sepinya Terminal Bayuangga imbas PPKM, dikeluhkan sejumlah pedagang yang berjualan di area terminal. Omzet para pedagang pun turun drastis.

“Selama pandemi ini, hasil jualan sangat sepi. Terkadang sehari hanya laku 10 biji. Padahal sebelum korona, biasanya bisa laku 30 biji,” aku Abdul Wahab, salah satu penjual asongan yang kerap berjualan di terminal setempat.

Di sisi lain, penumpang pun juga kerap waswas karena tetap bepergian saat situasi masih pandemi. “Harapannya semoga covid cepat berlalu, biar ndak khawatir dan takut lagi saat naik angkutan umum,” ujar Andarisa, penumpang asal Malang saat ditemui di terminal setempat. (tim magang iain jember/mie)

 

KADEMANGAN, Radar Bromo-Adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) membuat jumlah penumpang di Terminal Bayuangga Kota Probolinggo mengalami penurunan. Terminal setempat pun cenderung sepi.

“Penurunannya (penumpang) kurang lebih di atas 65 persen,” kata Koordinator terminal Bayuangga Budiharjo.

Budiharjo menyebutkan, jumlah penumpang di terminal alami penurunan sejak pandemi Covid-19. Jumlah armada bus yang masuk di terminal pun juga jauh berkurang.

Anjloknya penumpang bisa terlihat dari perbandingan data penumpang dan armada bus yang masuk terminal saat akhir tahun 2020 lalu.

Dari data yang dihimpun dari terminal setempat, jumlah keberangkatan penumpang di terminal mencapai 33.170. Jumlah itu jauh menurun bila dibanding Desember 2019 silam. Kala itu, jumlah keberangkatan penumpang tembus 139.099.

Dampak pandemi juga membuat jumlah keberangkatan armada bus dari terminal setempat alami penurunan. Bila Desember 2019 tercatat ada 28.868 bus yang berangkat dari Terminal Bayuangga, maka pada Desember 2020, tercatat jumlah keberangkatan bus dari terminal Bayuangga hanya mencapai 11.193 armada saja.

Sejumlah penumpang dan pedagang asongan hendak naik ke bus yang baru datang di Terminal Bayuangga. Pemberlakuan PPKM membuat terminal setempat lebih sepi. (Tim Magang IAIN/ Jawa Pos Radar Bromo)

 

“Armada sebenarnya tak ada pengurangan. Cuma, dampak Covid ini, armada banyak yang gak jalan. Sebab, penumpangnya memang berkurang,” terang Budiharjo.

Selama pandemi, terminal setempat dan semua armada bus disebutkan tetap menerapkan protokol kesehatan. “Jika ada yang melanggar seperti tidak memakai masker dan duduk di tempat yang diberi tanda silang, ya kami ingatkan,” terangnya.

Sepinya Terminal Bayuangga imbas PPKM, dikeluhkan sejumlah pedagang yang berjualan di area terminal. Omzet para pedagang pun turun drastis.

“Selama pandemi ini, hasil jualan sangat sepi. Terkadang sehari hanya laku 10 biji. Padahal sebelum korona, biasanya bisa laku 30 biji,” aku Abdul Wahab, salah satu penjual asongan yang kerap berjualan di terminal setempat.

Di sisi lain, penumpang pun juga kerap waswas karena tetap bepergian saat situasi masih pandemi. “Harapannya semoga covid cepat berlalu, biar ndak khawatir dan takut lagi saat naik angkutan umum,” ujar Andarisa, penumpang asal Malang saat ditemui di terminal setempat. (tim magang iain jember/mie)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/