alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Wednesday, 25 May 2022

Balap Liar, 42 Pemuda di Probolinggo Terjaring Razia

MAYANGAN, Radar Bromo – Sejumlah 42 pemuda bersama kendaraan bermotornya terjaring operasi Polres Probolinggo Kota. Mereka diketahui menggelar balap liar di Jalan Abdurahman Wahid, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, pekan lalu. Kamis (28/1), mereka dibeberkan kepada awak media di halaman Mapolres Probolinggo Kota.

Meski motornya diamankan, namun tidak sampai ditilang. Mereka hanya diminta mengembalikan standar spesifikasi motor dan membawa surat-surat kendaraannya. Mereka juga diminta berikrar untuk tertib berlalu lintas dan antibalap liar. Serta, siap bertanggung jawab secara hukum bila melanggar peraturan lalu lintas.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP RM Jauhari mengatakan, tindakan ini dilakukan menindaklanjuti komplain atau masukan dari warga terkait tertibnya lalu lintas. Pihaknya juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya anak muda menyadari jika balap liar perbuatan salah dan dapat merugikan orang lain dan dirinya sendiri. “Taati peraturan dan lengkapi kendaraan sesuai spektek-nya,” ujarnya.

Ia mengaku juga akan melakukan langkah tegas terhadap pengendara yang memakai knalpot bersuara bising. Sebab, adanya knalpot brong ini akan mengganggu pengendara lain atau pengguna jalan maupun masyarakat. “Kami minta yang memakai knalpot bising, baik itu pengendara roda dua atau lebih, agar menggantinya dengan knalpot yang standar dari pabrik,” pinta Jauhari.

Usai berikrar, puluhan pemuda itu diminta mengganti knalpot brongnya dengan knalpot standar. Mereka baru diperbolehkan membawa pulang motornya setelah mengganti knalpot sesuai standar pabrikan serta menunjukkan BPKB dan STNK asli.

Dalam kesempatan ini, Polres Probolinggo Kota juga meluncurkan truk operasi yustisi mobiling sidang di tempat pelanggar protokol kesehatan Covid-19. Jauhari mengatakan, penambahan kasus korona tingkat nasional sudah lebih dari 1 juta orang. Begitu juga di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota terus meningkat. Karenanya, penegakan protokol kesehatan juga ditingkatkan. “Penambahan pelaksanaan operasi yustisi yang semula hanya sekali, kegiatan ditingkatkan menjadi tiga kali kegiatan,” ujarnya.

Diluncurkannya truk operasi yustisi ini, menurut Jauhari merupakan upaya dan inovasi untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Probolinggo. Terutama di daerah pinggiran yang belum bisa terjangkau, sehingga akan melaksanakan operasi yustisi secara mobiling dengan sidang di tempat. (rpd/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Sejumlah 42 pemuda bersama kendaraan bermotornya terjaring operasi Polres Probolinggo Kota. Mereka diketahui menggelar balap liar di Jalan Abdurahman Wahid, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, pekan lalu. Kamis (28/1), mereka dibeberkan kepada awak media di halaman Mapolres Probolinggo Kota.

Meski motornya diamankan, namun tidak sampai ditilang. Mereka hanya diminta mengembalikan standar spesifikasi motor dan membawa surat-surat kendaraannya. Mereka juga diminta berikrar untuk tertib berlalu lintas dan antibalap liar. Serta, siap bertanggung jawab secara hukum bila melanggar peraturan lalu lintas.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP RM Jauhari mengatakan, tindakan ini dilakukan menindaklanjuti komplain atau masukan dari warga terkait tertibnya lalu lintas. Pihaknya juga mengimbau seluruh masyarakat, khususnya anak muda menyadari jika balap liar perbuatan salah dan dapat merugikan orang lain dan dirinya sendiri. “Taati peraturan dan lengkapi kendaraan sesuai spektek-nya,” ujarnya.

Ia mengaku juga akan melakukan langkah tegas terhadap pengendara yang memakai knalpot bersuara bising. Sebab, adanya knalpot brong ini akan mengganggu pengendara lain atau pengguna jalan maupun masyarakat. “Kami minta yang memakai knalpot bising, baik itu pengendara roda dua atau lebih, agar menggantinya dengan knalpot yang standar dari pabrik,” pinta Jauhari.

Usai berikrar, puluhan pemuda itu diminta mengganti knalpot brongnya dengan knalpot standar. Mereka baru diperbolehkan membawa pulang motornya setelah mengganti knalpot sesuai standar pabrikan serta menunjukkan BPKB dan STNK asli.

Dalam kesempatan ini, Polres Probolinggo Kota juga meluncurkan truk operasi yustisi mobiling sidang di tempat pelanggar protokol kesehatan Covid-19. Jauhari mengatakan, penambahan kasus korona tingkat nasional sudah lebih dari 1 juta orang. Begitu juga di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota terus meningkat. Karenanya, penegakan protokol kesehatan juga ditingkatkan. “Penambahan pelaksanaan operasi yustisi yang semula hanya sekali, kegiatan ditingkatkan menjadi tiga kali kegiatan,” ujarnya.

Diluncurkannya truk operasi yustisi ini, menurut Jauhari merupakan upaya dan inovasi untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Probolinggo. Terutama di daerah pinggiran yang belum bisa terjangkau, sehingga akan melaksanakan operasi yustisi secara mobiling dengan sidang di tempat. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/