alexametrics
24.6 C
Probolinggo
Monday, 27 June 2022

MUI: Terorisme Berawal dari Ketimpangan

MAYANGAN, Radar Bromo – Masalah terorisme, sejatinya masalah klasik. Namun, masih terus bermunculan. Bahkan, baru-baru ini salah satu anggota Komisi Dakwah MUI Pusat, ditangkap. Diduga terlibat aksi terorisme.

Ternyata, aksi terorisme muncul karena adanya ketimpangan. Karena ketidakadilan itulah, seseorang yang merasa diperlakukan tidak adil berusaha melawan. Hal itu diutarakan Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Dr. K.H. Ahmad Fahrur Rozi Burhan, M.Pd.

Sabtu, (27/11), Gus Fahrur mengisi kajian bertema Memahami Akar Masalah Teroris. Kajian ini digelar Komisi Dakwah MUI Kota Probolinggo di Masjid An Nur, Jalan Suyoso, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Selain Gus Fahrur, kajian itu juga mendatangkan Kabag Humas Polres Probolinggo Kota, AKP Suharsono. Acara yang diikuti oleh sejumlah organisasi kemasyarakatan di Kota Probolinggo, itu berlangsung hingga pukul 11.30.

Dalam paparannya, Gus Fahrur mengatakan, asal mula seseorang menjadi teroris mayoritas karena ketimpangan atau kekecewaan yang dialaminya. “Terorisme pemicunya tidak hanya masalah agama. Tetapi, juga masalah ketidakadilan yang dirasakannya,” ujarnya.

Menurutnya, akibat ketidakadilan itulah, muncul tindakan dan keinginan untuk melawan. Dalam situasi seperti itu, kemudian mendapatkan pemahaman kapitalis bisa membuatnya hanya menyakini satu keyakinan tersebut. “Misalnya, selain umat muslim, semuanya kafir. Termasuk aparat hukum itu, masuk toughut,” jelasnya.

MAYANGAN, Radar Bromo – Masalah terorisme, sejatinya masalah klasik. Namun, masih terus bermunculan. Bahkan, baru-baru ini salah satu anggota Komisi Dakwah MUI Pusat, ditangkap. Diduga terlibat aksi terorisme.

Ternyata, aksi terorisme muncul karena adanya ketimpangan. Karena ketidakadilan itulah, seseorang yang merasa diperlakukan tidak adil berusaha melawan. Hal itu diutarakan Wakil Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Dr. K.H. Ahmad Fahrur Rozi Burhan, M.Pd.

Sabtu, (27/11), Gus Fahrur mengisi kajian bertema Memahami Akar Masalah Teroris. Kajian ini digelar Komisi Dakwah MUI Kota Probolinggo di Masjid An Nur, Jalan Suyoso, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Selain Gus Fahrur, kajian itu juga mendatangkan Kabag Humas Polres Probolinggo Kota, AKP Suharsono. Acara yang diikuti oleh sejumlah organisasi kemasyarakatan di Kota Probolinggo, itu berlangsung hingga pukul 11.30.

Dalam paparannya, Gus Fahrur mengatakan, asal mula seseorang menjadi teroris mayoritas karena ketimpangan atau kekecewaan yang dialaminya. “Terorisme pemicunya tidak hanya masalah agama. Tetapi, juga masalah ketidakadilan yang dirasakannya,” ujarnya.

Menurutnya, akibat ketidakadilan itulah, muncul tindakan dan keinginan untuk melawan. Dalam situasi seperti itu, kemudian mendapatkan pemahaman kapitalis bisa membuatnya hanya menyakini satu keyakinan tersebut. “Misalnya, selain umat muslim, semuanya kafir. Termasuk aparat hukum itu, masuk toughut,” jelasnya.

MOST READ

BERITA TERBARU

/