alexametrics
31C
Probolinggo
Friday, 22 January 2021

Pasar Tugu Probolinggo Kembali Ditutup Mulai 5 Desember

MAYANGAN, Radar Bromo – Rencana Pemkot Probolinggo menutup Pasar Sabtu-Minggu (Tugu) bakal direalisasikan. Kebijakan itu diambil karena pemkot mengurangi kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Jumat (27/11), keputuan itu disepakati Forum Komunikasi Pemimpin Daerah (Forkopimda) Kota Probolinggo. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan surat keputusan bersama (SKB) yang dilakukan Forkopimda, Jumat (27/11) di Command Center Kota Probolinggo.

Dalam SKB itu disebutkan, penutupan kegiatan Pasar Sabtu Minggu terhitung dilakukan mulai 5 Desember 2020 sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menjelaskan, keputusan itu diambil sebagai tindak lanjut instruksi pemerintah pusat untuk mengawasi potensi kerumunan di masyarakat. Juga melihat perkembangan kasus Covid-19 saat ini.

“Mengacu pada instruksi pemerintah pusat dan melihat perkembangan kasus Covid-19 saat ini, maka diputuskan untuk menutup sementara pasar Sabtu – Minggu,” ujar Habib Hadi, panggilannya kemarin (27/11).

Dijelaskannya, perisitiwa di level nasional membuat pemerintah pusat menginstruksikan kepada Gugus Tugas untuk bersikap tegas terhadap kerumunan. Menurutnya, di level nasional ada pemerintah daerah yang tidak tegas menyikapi kegiatan yang berpotensi kerumunan. Sehingga, sampai menimbulkan masalah. Karena itu pula, Pasar Sabtu Minggu ditutup sebab merupakan kegiatan yang menimbulkan potensi terjadinya kerumunan.

“Lagipula, Pemkot sebenarnya tidak pernah membuat Pasar Sabtu Minggu ini sejak ditutup karena pandemi. Namun, karena jumlah pasien positif sempat menurun, maka ketika pedagang kembali berjualan tidak dipermasalahkan,” ujarnya.

Memang menurut Habib Hadi, penutupan itu jelas akan berdampak pada PKL yang berjualan di Pasar Sabtu – Minggu. Namun, saat ini yang menjadi prioritas pihaknya adalah kesehatan.

Sebelum ditutup sementara, rencananya itu akan disosialisasikan lebih dulu pada masyarakat. “Bagamana teknisnya akan dibahas lebih detail oleh tim,” terangnya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo Achmad Sudianto sebagai pelaksana SKB tersebut menegaskan, pelaksanaan SKB akan diawali dengan sosialisasi. “Kami akan menggelar sosialisasi lebih dulu sebelum ditutup,” katanya.

Hal senada disampaikan Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Agus Effendi. “Penutupan dilakukan sejak disampaikan tadi. Pelaksanaan penutupan itu ada langkah-langkahnya. Termasuk Sabtu dan Minggu ini disosialisasikan,” ujarnya.

Sebagai informasi, Pasar Sabtu Minggu ditutup oleh Pemkot Probolinggo sejak awal pandemi Covid-19. Wali Kota Habib Hadi menyampaikan penutupan itu pada Minggu (15/3) malam di Radio Suara Kota. Bersamaan dengan pengumuman meliburkan aktivitas pembelajaran di sekolah.

Memasuki September 2020, pedagang kembali berjualan di seputar alun-alun. Meskipun, Pemkot belum membuka secara resmi aktivitas Pasar Sabtu Minggu. Bahkan, saat itu juga dibuka fasilitas parkir yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Probolinggo. (put/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU