alexametrics
31C
Probolinggo
Friday, 22 January 2021

Masih Pandemi, Pemkab Probolinggo Tak Beri Izin Jazz Gunung di Bromo

SUKAPURA, Radar Bromo – Kasus Covid-19 yang masih ditemui membuat Pemkab Probolinggo kembali mengurangi kegiatan yang berpotensi menyebabkan kerumunan. Salah satunya, tahun ini pemkab tidak memberi izin pagelaran musik tahunan Jazz Gunung di Bromo.

Pertimbangannya, saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19. Sementara kasus Covid-19 di Kabupaten Probolinggo masih fluktuatif. Karena itu, event Jazz Gunung dipastikan batal digelar tahun ini.

Ugas Irwanto selaku koordinator Pengamanan dan Penegakan Hukum Satgas Covid-19 Kabupaten Probolinggo menjelaskan, ada pengajuan izin dari panitia Jazz Gunung untuk menggelar kegiatan tersebut tahun ini. Berdasarkan surat pengajuan itu, digelar rapat koordinasi (rakor) untuk membahas izinnya.

”Kami sudah rapat koordinasi bersama. Baik dari Satgas Kabupaten Probolinggo, Dinas Pariwisata (Disporaparbud, red) dan panitia event Jazz Gunung,” katanya.

Dalam rakor itu menurut Ugas, panitia Jazz Gunung memaparkan rencana pagelaran dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Bahkan, panitia, musisi dan peserta yang hadir harus melengkapi diri dengan hasil rapid antigen atau semi swab. Pihaknya pun mengapresiasi positif rencana itu.

”Namun, pemerintah daerah tidak memberikan izin event Jazz Gunung digelar tahun ini. Karena kondisi sekarang masih pandemi Covid-19,” terangnya.

Selain itu ditegaskan Ugas, sejak awal pagelaran hiburan dilarang untuk diadakan di masa pandemi. Baik itu dari pihak kepolisian, TNI, maupun surat edaran Bupati Probolinggo. Masyarakat yang mengadakan hajatan dengan penerapan prokes pun dilarang menggelar hiburan. Tentu akan menjadi polemik, kalau Jazz Gunung diizinkan digelar di tengah pandemi Covid-19.

”Situasinya tidak memungkinkan, karena penularan Covid-19 masih terjadi setiap harinya. Lagipula, hiburan sejak awal sudah dilarang. Kalau Jazz Gunung diizinkan, akan membuat ketidakadilan di masyarakat, khususnya di daerah sekitar Bromo. Karena sampai saat ini hiburan seperti tayub belum diizinkan,” tegasnya. (mas/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU