alexametrics
29C
Probolinggo
Friday, 22 January 2021

Belum Berizin, Tempat Biliar di Jl Hayam Wuruk Disegel

MAYANGAN, Radar Bromo – Sebuah tempat biliar yang baru berdiri di Kota Probolinggo, dipastikan tidak memiliki izin. Karena itu, petugas Satpol PP Kota Probolinggo pun menutup atau menyegel tempat biliar itu.

Penutupan tempat biliar bernama ‘Wijaya Pool and Cafe’ itu dilakukan Jumat (27/11), pukul 12.20. Lokasinya di Jl Hayam Wuruk, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo.

Kasatpol PP Kota Probolinggo Agus Effendi menerangkan, penutupan itu tidak serta merta dilakukan. Sebelumnya, pihaknya mengirim surat peringatan tiga kali. Namun, tidak ada tanggapan.

Karena itu, petugas akhirnya menutup tempat biliar tersebut. Penutupan dilakukan dengan cara menyegel pintu masuk dengan banner.

Dilanjutkan Agus, Wijaya Pool and Cafe belum mengantongi semua izin yang disyaratkan. Izin operasional memang sudah ada. Namun, IMB belum keluar atau belum ada.

Karena belum ada izin, Dinas PUPR Perkim Kota Probolinggo sempat mengirim surat pada pemilik saat gedung biliar sedang dibangun. Isinya meminta agar pembangunan itu tidak dilanjutkan. Namun, surat itu juga tidak ditanggapi.

Bahkan, gedung biliar itu terus dibangun sampai berdiri dan beroperasi. Terhitung sudah sebulan tempat biliar itu beroperasi.

“Karena sudah beroperasi, PUPR memberikan surat kepada kami agar tempat biliar itu tidak dioperasionalkan. Sebab, IMB belum turun,” lanjut Agus.

Pihaknya menurut Agus pun langsung memberikan surat peringatan pada pengelola tempat biliar itu. Bahkan, sampai tiga kali. Namun, surat peringatan itu tidak ditanggapi. Karena itu, pihaknya akhirnya menutup tempat biliar itu.

Memang, penutupan hanya dilakukan dengan memasang banner pada pintu masuk. Namun, jika banner itu dilepas paksa oleh pemilik, maka akan berdampak hukum.

“Kalau IMB-nya sudah turun, kami akan lepas banner penutupan ini,” kata Agus.

Sulistiono, 52, Kepala Operasional Wijaya Pool and Cafe membenarkan bahwa IMB tempat biliar itu belum turun. Namun, izin operasional dan izin usaha sudah dikantongi.

Menurunya, sudah tiga bulan pihaknya mengurus IMB. Namun, bolak balik dikembalikan. Alasannya, karena ada berkas yang kurang.

“Padahal sudah kami lengkapi semua, tapi katanya masih ada berkas yang kurang. Yang terakhir kami disuruh meminta lagi persetujuan RT-RW, termasuk dari kelurahan setempat. Padahal sebelumnya kami hanya diminta tanda tangan 10 warga,” beber Sulistiono.

Sulistiono menjelaskan, sebelumnya Wijaya Pool and Cafe buka di Jl Wijaya. Namun, biaya sewanya mahal. Karena itu, akhirnya pindah ke Jalan Hayam Wuruk dengan membangun gedung sendiri.

Sulistiono pun mengakui kesalahan pihaknya. Karena itu, pengelola menurutnya akan menunggu IMB selesai.

“Saat ini sudah proses mengurus IMB. Semoga segera selesai,” tandas lelaki yang berdomisili di Desa Pabean, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo itu. (rpd/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU