alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Thursday, 3 December 2020

Libur Panjang Maulid, Pemkot Probolinggo Keluarkan Kebijakan Ini

KANIGARAN, Radar Bromo – Libur panjang minggu ini diprediksi akan meningkatkan kunjungan wisata. Pemerintah daerah pun berusaha mengantisipasi dengan mengeluarkan imbauan pada warganya agar tidak bepergian.

Pemkot Probolinggo menerapkan aturan pada pegawai di lingkungannya, ASN dan non ASN. Pemkot tidak melarang bepergian pegawainya. Namun, mereka yang hendak keluar kota wajib melakukan tes swab atau PCR.

Tes swab bahkan harus dilakukan dua kali. Yaitu, sebelum keluar kota dan saat pulang kembali ke Kota Probolinggo. Tujuannya untuk mengantisipasi meningkatnya kasus positif Covid-19 di Kota Probolinggo.

Aturan itu disampaikan Pemkot Probolinggo melalui surat edaran mengenai pembatasan kegiatan keluar kota saat cuti bersama bagi ASN dan non ASN di lingkungan Pemkot Probolinggo. SE bernomor 060/4381/425.022/2020 itu disampaikan Sekda Kota Probolinggo drg Ninik Ira Wibawati saat pers rilis dengan media.

“Menindaklanjuti SE Mendagri tentang antisipasi penyebaran Covid-19 saat libur dan cuti bersama tahun 2020, maka kami mengeluarkan SE. Melalui SE ini, pemkot membatasi aktivitas bepergian ke luar daerah bagi ASN dan NonASN di lingkungan Kota Probolinggo,” ujarnya.

SE tersebut berupa imbauan kepada ASN dan NonASN di lingkungan Pemkot Probolinggo untuk menghindari perjalanan keluar kota dan tetap berkumpul dengan keluarga di rumah. “Namun jika harus keluar kota, sebelumnya harus tes PCR. Begitu juga setelah pulang dari liburan atau luar kota, harus tes PCR lagi. Ini demi melindungi keluarga yang dituju maupun orang di rumah,” terangnya.

Sementara Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB (DKP2KB) Kota Probolinggo dr NH Hidayati meminta masyarakat yang berlibur untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. “Yang menjadi tren saat ini adalah wisata alam. Baik wisata alam maupun dalam ruangan sama-sama berisiko. Tetap harus memperhatikan protokol kesehatan. Memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” ujarnya.

Selain itu dr Ida menyarankan agar tidak mengunjungi keluarga yang mempunya riwayat penyakit atau komorbit. “Mohon tidak berkunjung pada keluarga yang komorbit. Jika melakukan kunjungan jangan dalam jumlah banyak, dan harus dalam waktu yang terbatas. Hindari juga makan bersama secara terbuka, dengan melepas masker bersama dalam waktu lama,” tambahnya. (put/hn)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

PNS Pemkab Pasuruan Kendat, Pernah Ajak Istri Minum Baygon

Peristiwa nahas ini diketahui pertama kali oleh istri korban sekitar pukul 07.30.

Diduga Ngantuk, Pasutri Tabrak Truk Parkir di Kraton, Suami Tewas

Siang itu pasutri itu dari Polres Pasuruan untuk mengurus SKCK dan berencana pulang

Kemenhub Minta Tambah Penguji di Balai Uji Kir Kraksaan

Balai Uji Kir Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Probolinggo, mendapatkan catatan dari tim akreditasi Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.

Ratusan Petani di Kota Probolinggo Terancam Tak Dapat Pupuk Subsidi

Sebab, mereka tidak terdaftar dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).

KONI Kab Pasuruan Digerojok Rp 5,4 M

Prestasi dunia olahraga di Kabupaten Pasuruan harus lebih baik tahun depan.