alexametrics
27 C
Probolinggo
Thursday, 7 July 2022

Wuzz, Angin Gending Berembus, Payung PKL Melayang, Jualan Berantakan

KEDOPOK, Radar Bromo Wuzz… Tiba-tiba angin kencang berembus di Kota Probolinggo, Jumat pagi (27/8). Angin yang kecepatannya berkisar 30 kilometer per jam itu, membuat payung sejumlah PKL beterbangan. Sejumlah pohon juga bertumbangan.

Seperti yang terjadi di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Penjual cilok yang bernama Saiful, 39, payung yang dibawanya terbalik akibat embusan angin kencang. “Anginnya kencang jadi (payungnya) terbalik. Untung tidak sampai merobohkan rombong cilok. Jika sampai roboh, rugi banyak mas. Ini aja baru laku sekitar Rp 50 ribu,” kata pria asal Mayangan.

Hal senada juga dialami salah satu pedagang rujak jambu air yang ada di Jalan Suroyo, Kelurahan Tisnonegaran, Kanigaran. Pedagang yang berjualan tepat di depan Hotel Tampiarto itu harus mengalami kerugian yang cukup besar. Pasalnya, payung yang digunakannya terbawa angin.

TUMBANG: Pohon yang roboh di Jalan Gatot Subroto. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Payung itu dikaitkan dengan rombong lapaknya. Otomatis, semua buah jambu air, mika pembungkus, plastik dan juga barang lain, berhamburan. Angin membawa payung berdiameter 2 meter itu hingga 7 meter ke arah utara. Serentak pedagang lainnya termasuk pengguna jalan berhenti untuk membantu membereskan barang dagangannya.

“Kena angin kencang dan rombong yang diikat ke payung juga ikut terseret,” singkatnya sembari membereskan dagangannya.

Sementara itu sebuah pohon di Jalan Gatot Subraoto, Kelurahan Jati, tumbang. Informasinya, pohon juga tumbang setelah terkena bodi truk yang melintas. Bahkan warga sekitar khawatir pohon dengan ketinggian 14 meter yang berdaun lebat itu tumbang terkena angin. Apalagi posisi pohon sudah miring ke jalan akibat angin hingga akhirnya tumbang usai tersenggol bodi truk.

“Jadi memang miring akibat hembusan angin kencang. Nah, kami khawatir tumbang mengenai orang atau pengendara. Eh, malah tumbang dulu akibat tersenggol bodi truk yang melintas,” beber Bahri, 37 warga sekitar.

KEDOPOK, Radar Bromo Wuzz… Tiba-tiba angin kencang berembus di Kota Probolinggo, Jumat pagi (27/8). Angin yang kecepatannya berkisar 30 kilometer per jam itu, membuat payung sejumlah PKL beterbangan. Sejumlah pohon juga bertumbangan.

Seperti yang terjadi di Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Penjual cilok yang bernama Saiful, 39, payung yang dibawanya terbalik akibat embusan angin kencang. “Anginnya kencang jadi (payungnya) terbalik. Untung tidak sampai merobohkan rombong cilok. Jika sampai roboh, rugi banyak mas. Ini aja baru laku sekitar Rp 50 ribu,” kata pria asal Mayangan.

Hal senada juga dialami salah satu pedagang rujak jambu air yang ada di Jalan Suroyo, Kelurahan Tisnonegaran, Kanigaran. Pedagang yang berjualan tepat di depan Hotel Tampiarto itu harus mengalami kerugian yang cukup besar. Pasalnya, payung yang digunakannya terbawa angin.

TUMBANG: Pohon yang roboh di Jalan Gatot Subroto. (Foto: Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Payung itu dikaitkan dengan rombong lapaknya. Otomatis, semua buah jambu air, mika pembungkus, plastik dan juga barang lain, berhamburan. Angin membawa payung berdiameter 2 meter itu hingga 7 meter ke arah utara. Serentak pedagang lainnya termasuk pengguna jalan berhenti untuk membantu membereskan barang dagangannya.

“Kena angin kencang dan rombong yang diikat ke payung juga ikut terseret,” singkatnya sembari membereskan dagangannya.

Sementara itu sebuah pohon di Jalan Gatot Subraoto, Kelurahan Jati, tumbang. Informasinya, pohon juga tumbang setelah terkena bodi truk yang melintas. Bahkan warga sekitar khawatir pohon dengan ketinggian 14 meter yang berdaun lebat itu tumbang terkena angin. Apalagi posisi pohon sudah miring ke jalan akibat angin hingga akhirnya tumbang usai tersenggol bodi truk.

“Jadi memang miring akibat hembusan angin kencang. Nah, kami khawatir tumbang mengenai orang atau pengendara. Eh, malah tumbang dulu akibat tersenggol bodi truk yang melintas,” beber Bahri, 37 warga sekitar.

MOST READ

BERITA TERBARU

/