alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Dana Pinjaman Cair, Pemkab Bentuk Tim Khusus untuk Pengawasan

DRINGU, Radar Bromo – Dana pinjaman yang diajukan Pemkab Probolinggo, akhirnya disetujui dan dicairkan sebesar Rp 76,5 miliar. Bupati Probolinggo, P Tantriana Sari meminta pelaksanaan semua paket kegiatan dengan sumber anggaran dana pinjaman mendapatkan pengawasan ketat. Orang nomor satu di Kabupaten Probolinggo tersebut bahkan meminta dibentuk tim khusus untuk mengawal proses penggunaan dana pinjaman tersebut.

Jumat (27/8), Bupati menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) persetujuan dana pinjaman dengan PT Sarana Multi Infrastruktur SMI, melalui virtual. Dari dana yang diajukan sebesar Rp 128 miliar, hanya disetujui dan dicairkan sebesar Rp 76,5 miliar.

”Apa yang menjadi program pemulihan ekonomi nasional yang kami programkan melalui pendanaan dari PT SMI ini harapannya bisa berjalan dengan optimal,” kata bupati.

Setidaknya, dana pinjaman dari PT SMI sebesar Rp 76,5 miliar itu, difokuskan untuk penanganan infrastruktur jalan, infrastruktur sumber daya air, penanganan air bersih dan juga sanitasi. Ada 43 paket pengerjaan yang melekat di Dinas PUPR (pekerjaan umum dan penataan ruang). Sebanyak 43 paket itu terbagi, 10 paket infrastruktur jalan dan 33 paket SDA atau saluran irigasi.

Selain itu, ditambah 19 paket yang menggunakan sumber dana pinjaman melekat di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Kabupaten Probolinggo. Sebanyak 3 paket untuk kegiatan sanitasi dan 16 paket kegiatan pengadaan air bersih.

”Tentu saya mengharapkan PT PSMI untuk terus mendampingi kami. Sehingga Dana yang luar biasa besar ini betul-betul kami manfaatkan dengan baik. Termasuk pada proses manajerial dan administratifnya. Dengan harapan, kami mampu mengelola keuangan negara ini dengan amanah dan juga profesional,” terangnya.

Selain itu, Bupati mengingatkan pada semua OPD (organisasi perangkat daerah) dan semua pihak pelaksanan kegiatan bersumber dana pinjaman, untuk benar-benar memaksimalkan anggaran dana pinjaman tersebut semaksimal mungkin. Karena itu, dirinya mereview kembali perencanaan dan mengingatkan pelaksanaan semua kegiatan tersebut dengan sebaik mungkin.

DRINGU, Radar Bromo – Dana pinjaman yang diajukan Pemkab Probolinggo, akhirnya disetujui dan dicairkan sebesar Rp 76,5 miliar. Bupati Probolinggo, P Tantriana Sari meminta pelaksanaan semua paket kegiatan dengan sumber anggaran dana pinjaman mendapatkan pengawasan ketat. Orang nomor satu di Kabupaten Probolinggo tersebut bahkan meminta dibentuk tim khusus untuk mengawal proses penggunaan dana pinjaman tersebut.

Jumat (27/8), Bupati menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) persetujuan dana pinjaman dengan PT Sarana Multi Infrastruktur SMI, melalui virtual. Dari dana yang diajukan sebesar Rp 128 miliar, hanya disetujui dan dicairkan sebesar Rp 76,5 miliar.

”Apa yang menjadi program pemulihan ekonomi nasional yang kami programkan melalui pendanaan dari PT SMI ini harapannya bisa berjalan dengan optimal,” kata bupati.

Setidaknya, dana pinjaman dari PT SMI sebesar Rp 76,5 miliar itu, difokuskan untuk penanganan infrastruktur jalan, infrastruktur sumber daya air, penanganan air bersih dan juga sanitasi. Ada 43 paket pengerjaan yang melekat di Dinas PUPR (pekerjaan umum dan penataan ruang). Sebanyak 43 paket itu terbagi, 10 paket infrastruktur jalan dan 33 paket SDA atau saluran irigasi.

Selain itu, ditambah 19 paket yang menggunakan sumber dana pinjaman melekat di Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Kabupaten Probolinggo. Sebanyak 3 paket untuk kegiatan sanitasi dan 16 paket kegiatan pengadaan air bersih.

”Tentu saya mengharapkan PT PSMI untuk terus mendampingi kami. Sehingga Dana yang luar biasa besar ini betul-betul kami manfaatkan dengan baik. Termasuk pada proses manajerial dan administratifnya. Dengan harapan, kami mampu mengelola keuangan negara ini dengan amanah dan juga profesional,” terangnya.

Selain itu, Bupati mengingatkan pada semua OPD (organisasi perangkat daerah) dan semua pihak pelaksanan kegiatan bersumber dana pinjaman, untuk benar-benar memaksimalkan anggaran dana pinjaman tersebut semaksimal mungkin. Karena itu, dirinya mereview kembali perencanaan dan mengingatkan pelaksanaan semua kegiatan tersebut dengan sebaik mungkin.

MOST READ

BERITA TERBARU

/