alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Thursday, 11 August 2022

7 Bulan, 18 ASN Pemkot Probolinggo Ajukan Gugatan Cerai

KADEMANGAN, Radar Bromo – Kasus perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama Probolinggo tak hanya dialami warga biasa. Tahun ini juga banyak aparatur sipil negara (ASN) yang mengajukan perkara perceraian. Sampai Juli 2020, ada 18 ASN yang mengajukan perkaranya dan 16 di antaranya sudah diputus.

Humas Pengadilan Agama Probolinggo Badrul Jamal mengatakan, tahun ini tidak ada ASN yang mengajukan izin untuk berpoligami. Kondisi ini sama dengan tahun kemarin. “Tahun sebelumnya seingat saya juga belum ada ASN yang mengajukan izin untuk berpoligami,” katanya.

Jumlah ini berbeda dengan ASN yang mengajukan perkara perceraian. Sampai Juli 2020, ada 18 perkara perceraian ASN yang masuk ke Pengadilan Agama Probolinggo. Di antaranya, 8 cerai talak dan 10 sisanya cerai gugat. “Dari 18 perkara, sejumlah 16 perkara sudah diputus. Yang sudah diputus 4 cerai talak dan 12 cerai gugat,” jelasnya.

Mengenai faktor yang mempengaruhi perkawinan para ASN ini hingga bercerai, Badrul mengatakan, pada dasarnya hampir mirip dengan perceraian pada umumnya. Yakni, didominasi masalah ekonomi. “Munculnya orang ketiga mungkin dianggap karena bisa memenuhi kebutuhannya. Hal inilah yang menjadi retaknya rumah tangga seseorang,” ujarnya.

Disinggung mengenai jabatan ASN paling banyak, Jamal menerangkan, mayoritas adalah tenaga pendidik. Sejumlah kasus itu sudah diputus sejak Januari lalu. “Januari ada 4 kasus. Pada Februari dan Juli, masing-masing 3 kasus. Selanjutnya, Mei-Juni masing-masing 2 kasus dan Maret-April yang masing-masing 1 kasus,” jelas Badrul. (rpd/rud)

KADEMANGAN, Radar Bromo – Kasus perceraian yang masuk ke Pengadilan Agama Probolinggo tak hanya dialami warga biasa. Tahun ini juga banyak aparatur sipil negara (ASN) yang mengajukan perkara perceraian. Sampai Juli 2020, ada 18 ASN yang mengajukan perkaranya dan 16 di antaranya sudah diputus.

Humas Pengadilan Agama Probolinggo Badrul Jamal mengatakan, tahun ini tidak ada ASN yang mengajukan izin untuk berpoligami. Kondisi ini sama dengan tahun kemarin. “Tahun sebelumnya seingat saya juga belum ada ASN yang mengajukan izin untuk berpoligami,” katanya.

Jumlah ini berbeda dengan ASN yang mengajukan perkara perceraian. Sampai Juli 2020, ada 18 perkara perceraian ASN yang masuk ke Pengadilan Agama Probolinggo. Di antaranya, 8 cerai talak dan 10 sisanya cerai gugat. “Dari 18 perkara, sejumlah 16 perkara sudah diputus. Yang sudah diputus 4 cerai talak dan 12 cerai gugat,” jelasnya.

Mengenai faktor yang mempengaruhi perkawinan para ASN ini hingga bercerai, Badrul mengatakan, pada dasarnya hampir mirip dengan perceraian pada umumnya. Yakni, didominasi masalah ekonomi. “Munculnya orang ketiga mungkin dianggap karena bisa memenuhi kebutuhannya. Hal inilah yang menjadi retaknya rumah tangga seseorang,” ujarnya.

Disinggung mengenai jabatan ASN paling banyak, Jamal menerangkan, mayoritas adalah tenaga pendidik. Sejumlah kasus itu sudah diputus sejak Januari lalu. “Januari ada 4 kasus. Pada Februari dan Juli, masing-masing 3 kasus. Selanjutnya, Mei-Juni masing-masing 2 kasus dan Maret-April yang masing-masing 1 kasus,” jelas Badrul. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/