alexametrics
30 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Produksi Garam Minim, Target 23.000 Ton, Baru Tercapai 93 Ton

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo terus berupaya mengejar target capaian produksi garam. Sebab, sampai bulan kemarin capaian produksinya hanya 93 ton. Angka ini masih sangat minim, mengingat target tahun ini mencapai 23.000 ton.

Kasi Pendayagunaan Sumber Daya Pesisir Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Yunianto Hisa Prapta mengatakan, produktivitas garam belum maksimal. Sebab, sejauh ini masih sering hujan, sehingga produktivitasnya terkendala. “Saat ini produksi garam masih bergantung pada rumah produksi, hal ini berdampak pada hasil garam,” ujarnya.

Produksi garam akan naik saat musim kemarau yang diprediksi akan terjadi di bulan depan. Selama ini kebutuhan garam dipenuhi dengan memanfaatkan lahan produksi di Jalur Pantura, mulai dari Kecamatan Gending, Kecamatan Pajarakan, Kecamatan Kraksaan, dan Kecamatan Paiton.

“Ada sekitar 289 hektare lahan tambak garam yang tersebar di empat kecamatan. Daerah tersebut dapat memproduksi garam secara maksimal saat musim kemarau tiba,” jelasnya.

Tahun ini Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, menarget bisa memproduksi 23.000 ton garam. Target ini diharapkan bisa dipenuhi dari 50 kelompok dengan anggota 406 petambak garam.

Meski sejauh ini baru 93 ton, Yunianto mengaku optimistis target itu bisa tercapai saat kemarau tiba. “Pengalaman tahun sebelumnya, kami prediksikan tercapai. Mengingat luasan lahan dan petambak garam cukup memadai. Saat ini masih belum bisa jadi acuan, sebab sebagian wilayah penghasil garam masih kerap terjadi hujan,” ujarnya. (ar/rud)

DRINGU, Radar Bromo – Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo terus berupaya mengejar target capaian produksi garam. Sebab, sampai bulan kemarin capaian produksinya hanya 93 ton. Angka ini masih sangat minim, mengingat target tahun ini mencapai 23.000 ton.

Kasi Pendayagunaan Sumber Daya Pesisir Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Yunianto Hisa Prapta mengatakan, produktivitas garam belum maksimal. Sebab, sejauh ini masih sering hujan, sehingga produktivitasnya terkendala. “Saat ini produksi garam masih bergantung pada rumah produksi, hal ini berdampak pada hasil garam,” ujarnya.

Produksi garam akan naik saat musim kemarau yang diprediksi akan terjadi di bulan depan. Selama ini kebutuhan garam dipenuhi dengan memanfaatkan lahan produksi di Jalur Pantura, mulai dari Kecamatan Gending, Kecamatan Pajarakan, Kecamatan Kraksaan, dan Kecamatan Paiton.

“Ada sekitar 289 hektare lahan tambak garam yang tersebar di empat kecamatan. Daerah tersebut dapat memproduksi garam secara maksimal saat musim kemarau tiba,” jelasnya.

Tahun ini Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo, menarget bisa memproduksi 23.000 ton garam. Target ini diharapkan bisa dipenuhi dari 50 kelompok dengan anggota 406 petambak garam.

Meski sejauh ini baru 93 ton, Yunianto mengaku optimistis target itu bisa tercapai saat kemarau tiba. “Pengalaman tahun sebelumnya, kami prediksikan tercapai. Mengingat luasan lahan dan petambak garam cukup memadai. Saat ini masih belum bisa jadi acuan, sebab sebagian wilayah penghasil garam masih kerap terjadi hujan,” ujarnya. (ar/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/