Satgas Pangan Probolinggo Sidak Mahalnya Daging Ayam, Hasilnya…

LIHAT LANGSUNG: Satgas Pangan Kota Probolinggo melihat langsung stok ayam ke salah satu distributor di Kelurahan/Kecamatan Mayangan, (27/5). (Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN, Radar Bromo – Makin mahalnya harga daging ayam pedaging menjadi perhatian Satgas Pangan Kota Probolinggo. Rabu (27/5), mereka melakukan inspeksi mendadak (sidak) melihat langsung ke pasar daerah dan distributor ayam pedaging di Kota Probolinggo.

Satgas Pangan menemui sejumlah pedagang ayam pedaging di Pasar Baru Kota Probolinggo. Serta, mendatangi distributor ayam pedaging di Kelurahan/Kecamatan Mayangan dan Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih.

Sidak itu diikuti Kasatreskrim Polres Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono; Kepala Dipertahankan Kota Probolinggo Sudiman; Kepala DKUPP Kota Probolinggo Gatot Wahyudi; dan Kabag Administrasi Perekonomian Kota Probolinggo Wawan Soegyantoro.

Gatot Wahyudi mengatakan, sidak dilakukan karena ada ketimpangan atau ketidakwajaran harga daging ayam. Di Pasar Baru harga daging ayam mencapai Rp 40 ribu per kilogram, meski jumlah pembeli tidak banyak. “Ini masih kami cari tahu mengapa harganya tetap tinggi, padahal pembelinya tidak ada (sedikit),” ujarnya.

Dari Pasar Baru, tim mendatangi distributor di depan Pasar Kronong, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo. Di sana, mereka mendapati stok ayam pedaging kosong. Seperti diungkapkan salah satu distributor ayam pedaging di Kecamatan Mayangan, Totok, 40.

Menurutnya, dari 20 pabrikan kemitraan ayam pedaging lokal di Kota dan Kabupaten Probolinggo, hanya 4 pabrikan yang panen. Karenanya, tidak semua distributor mendapatkan pasokan ayam. Namun, Sugeng tetap terus berusaha memenuhi permintaan ayam dengan memasoknya dari luar daerah.

“Saya ngambilnya di Solo. Harga di sana (Solo) Rp 22.500 per kilogram. Namun, ada biaya akomodasi Rp 4 juta, sehingga sampai sini (Probolinggo) saya jual kepada pedagang Rp 26 ribu per kilogram,” ujarnya.

Pedagang menjual harga daging ayam Rp 40 ribu per kilogram. Namun, kata Totok, bukan berarti pedagang mengambil keuntungan banyak hingga Rp 14 ribu per kilogram. Justru keuntungan mereka hanya sekitar Rp 5 ribu per kilogram.

“Soalnya, dalam pembelian satu ekor ayam dengan berat 2 kilogram, daging yang didapatkan hanya 1,4 kilogram. Sebab, masih dikurangi kepala, ceker, dan jeroan yang dibuang atau dijual lebih murah,” jelas Totok.

Mendapati penjelasan itu, AKP Heri Sugiono memastikan, dari hasil sidak belum ditemukan adanya penimbunan ayam atau daging ayam. Faktanya, memang stoknya kosong. Ia mengaku masih akan berkoordinasi dengan timnya mengenai langkah nyang akan dilakukan ke depan.

“Kami belum temukan adanya penimbunan. Untuk langkah selanjutnya, kami akan berkoordiansi dulu dengan yang lain. Mengingat, Satgas Pangan ini juga terdiri atas beberapa OPD, bukan hanya dari Polresta,” ujarnya diamini Gatot.

Pernyataan senada disampaikan Sudiman. Ia juga mengaku masih akan berkoordinasi. “Kami lihat dulu dengan yang lain. Mengingat dari keterangan distributor stoknya memang sedang kosong,” ujarnya. (rpd/rud)