alexametrics
30.5 C
Probolinggo
Wednesday, 17 August 2022

Dampak Larangan Mudik, Terminal dan Stasiun Bakal Sepi

KADEMANGAN, Radar Bromo – Pemerintah resmi memberlakukan larangan mudik Lebaran 2021. Larangan ini berlaku bagi semua masyarakat Indonesia. Alasannya, masih sama. Demi menekan penyebaran Covid-19.

Meski sempat diwacanakan mudik Lebaran 2021 diperbolehkan, namun keputusan pemerintah berbeda. Tahun ini, pemerintah kembali melarang mudik pada 6-17 Mei 2021. Adanya kebijakan ini dipastikan berdampak terhadap jasa angkutan umum.

Kepala UPT Terminal Bayuangga Kota Probolinggo Budi Harjo mengatakan, pada dasarnya pihaknya hanya mengikuti pemerintah. Jika pemerintah melarang mudik Lebaran, dipastikan jumlah penumpang di terminal akan sepi. Kondisinya tidak akan jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. “Itu kebijakan pemerintah. Kami yang di lapangan hanya menunggu perintah saja,” ujarnya.

Selama masa pandemi, jumlah penumpang turun drastis dibanding sebelum ada korona. Jika biasanya setiap hari mencapai 4-5 ribu penumpang, selama pandemi tak sampai seribu penumbang. Kata Budi, setiap hari penumpang yang datang hanya sekitar 300 orang, sedangkan yang berangkat sekitar 700 orang. “Nanti kalau ada perkembangan dari pusat maupun balai terkait angkutan Lebaran, saya infokan,” ujarnya.

Hal serupa terjadi terhadap jumlah penumpang kereta api (KA). Bahkan, sejauh ini belum ada penjualan tiket untuk mudik Lebaran. Dengan adanya larangan mudik, juga belum diketahui tiket KA selama musim mudik akan tersedia atau tidak. “Kami juga masih menunggu,” ujar Kepala Stasiun KA Probolinggo Andri Purwanto. (rpd/rud)

KADEMANGAN, Radar Bromo – Pemerintah resmi memberlakukan larangan mudik Lebaran 2021. Larangan ini berlaku bagi semua masyarakat Indonesia. Alasannya, masih sama. Demi menekan penyebaran Covid-19.

Meski sempat diwacanakan mudik Lebaran 2021 diperbolehkan, namun keputusan pemerintah berbeda. Tahun ini, pemerintah kembali melarang mudik pada 6-17 Mei 2021. Adanya kebijakan ini dipastikan berdampak terhadap jasa angkutan umum.

Kepala UPT Terminal Bayuangga Kota Probolinggo Budi Harjo mengatakan, pada dasarnya pihaknya hanya mengikuti pemerintah. Jika pemerintah melarang mudik Lebaran, dipastikan jumlah penumpang di terminal akan sepi. Kondisinya tidak akan jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. “Itu kebijakan pemerintah. Kami yang di lapangan hanya menunggu perintah saja,” ujarnya.

Selama masa pandemi, jumlah penumpang turun drastis dibanding sebelum ada korona. Jika biasanya setiap hari mencapai 4-5 ribu penumpang, selama pandemi tak sampai seribu penumbang. Kata Budi, setiap hari penumpang yang datang hanya sekitar 300 orang, sedangkan yang berangkat sekitar 700 orang. “Nanti kalau ada perkembangan dari pusat maupun balai terkait angkutan Lebaran, saya infokan,” ujarnya.

Hal serupa terjadi terhadap jumlah penumpang kereta api (KA). Bahkan, sejauh ini belum ada penjualan tiket untuk mudik Lebaran. Dengan adanya larangan mudik, juga belum diketahui tiket KA selama musim mudik akan tersedia atau tidak. “Kami juga masih menunggu,” ujar Kepala Stasiun KA Probolinggo Andri Purwanto. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/