Tracking Suspect Korona di Probolinggo Masih Manual

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Meski sebaran Coronavirus disease (Covid-19) atau virus korona terus meluas, di daerah tracking (pelacakan) dan tracing (penelusuran) masih dilakukan secara manual.

Di Kabupaten Probolinggo, Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo sebenarnya memiliki aplikasi khusus untuk menginformasi perkembangan penyebaran virus korona. Aplikasi tersebut bisa di-download di PlayStore dan diakses melalui android. Namun, aplikasi itu belum bisa digunakan untuk tracking dan tracing pasien positif korona.

“Kami memiliki aplikasi sendiri. Yaitu, Covid-19 Kabupaten Probolinggo. Aplikasi ini untuk menginformasikan tentang virus korona. Tapi bukan untuk tracking,” terang kepala juru bicara Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budy Yoelijanto.

Anang –panggilannya- menyebut, pemerintah pusat sebenarnya memiliki aplikasi untuk tracking pasien positif korona. Namun, Kabupaten Probolinggo tidak menggunakan aplikasi tersebut. Pihaknya lebih mengutamakan tracking dengan cara manual. “Kami tidak memakai itu. Untuk tracking kami melakukan sendiri (manual, Red),” lanjutnya.

Cara tracking yaitu mendata perjalanan warga yang suspect. Tetapi, data itu tidak dikeluarkan sebelum mereka dinyatakan positif.

“Untuk tracking ya kita ikuti dan catat perjalanan pasien suspect. Bertemu dengan siapa saja, ke mana saja, dan mereka kontak langsung dengan siapa saja. Itu saja, data itu kami keluarkan saat pasien dinyatakan positif,” tuturnya.

Di Kota Probolinggo, tracking juga dilakukan secara manual. Tracking dilakukan dengan melibatkan tenaga kesehatan di puskesmas yang ada di tiap kecamatan.

“Untuk tracking pasien, kami lakukan dengan manual. Belum menggunakan aplikasi khusus. Kami menggunakan cara manual dengan melalui petugas kesehatan di puskesmas,” terang Sekda Kota Probolinggo drg Ninik Ira Wibawati, Jumat (27/3).

Caranya, petugas puskesmas mendatangi kediaman warga yang berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Di sana juga dilakukan pemeriksaan, siapa saja yang berinteraksi dengan PDP.

Tracking ini juga kami lakukan kepada warga yang baru dari luar kota. Khususnya daerah-daerah yang telah ditetapkan sebagai zona merah persebaran virus korona,” ujarnya.

Karena itu, Ninik meminta agar warga yang baru pulang dari luar kota untuk melapor ke puskesmas terdekat. Terutama warga yang baru datang dari daerah zona merah persebaran virus korona. Selanjutnya, mereka akan diperiksa dan dipantau.

“Warga juga bisa melapor ke puskesmas terdekat kalau di lingkungannya ada pendatang dari luar daerah atau tamu dari zona merah. Ini juga cara tracking yang kami lakukan untuk mencegah wabah korona,” terangnya. (sid/put/hn)