alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Tertibkan 72 Reklame Melanggar di Kota Probolinggo

MAYANGAN, Radar Bromo – Reklame tak berizin, masih sering ditemukan di Kota Probolinggo. Sepanjang 2021, Satpol PP telah menertibkan 72 reklame di sejumlah jalan perkotaan. Rata-rata karena telah habis masa izinnya.

Kasatpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman mengatakan, pihaknya tidak hanya menindak penyakit masyarakat. Reklame yang sudah tidak sesuai peruntukan juga ditertibkan. Dari 48 kegiatan, Satpol PP mengamankan 72 reklame.

Kegiatan ini dilakukan di sejumlah lokasi. Seperti di Jalan Panglima Sudirman, Jalan Suroyo, Jalan dr. Soetomo, hingga Jalan Ahmad Yani. Reklame tersebut memang sudah melewati masa peruntukannya atau tidak memiliki izin pemasangan.

“Ini rutin dilakukan anggota. Setiap ada reklame yang sudah habis masa izinnya, tentu kami tertibkan agar tidak mengganggu,” ujarnya.

Aman menjelaskan, pihaknya masih kerap menemukan pemilik usaha yang tidak mengindahkan peraturan terkait izin pemasangan reklame. Terkadang, ada reklame yang tidak mengantongi izin. Tentunya ini sangat merugikan.

“Upaya sosialisasi rutin kami lakukan kepada pemilik usaha agar mereka memahami cara pemanfaatan ruang atau baliho dan reklame. Termasuk mereka harus memiliki izin jika ingin memasang,” ujarnya. (riz/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Reklame tak berizin, masih sering ditemukan di Kota Probolinggo. Sepanjang 2021, Satpol PP telah menertibkan 72 reklame di sejumlah jalan perkotaan. Rata-rata karena telah habis masa izinnya.

Kasatpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman mengatakan, pihaknya tidak hanya menindak penyakit masyarakat. Reklame yang sudah tidak sesuai peruntukan juga ditertibkan. Dari 48 kegiatan, Satpol PP mengamankan 72 reklame.

Kegiatan ini dilakukan di sejumlah lokasi. Seperti di Jalan Panglima Sudirman, Jalan Suroyo, Jalan dr. Soetomo, hingga Jalan Ahmad Yani. Reklame tersebut memang sudah melewati masa peruntukannya atau tidak memiliki izin pemasangan.

“Ini rutin dilakukan anggota. Setiap ada reklame yang sudah habis masa izinnya, tentu kami tertibkan agar tidak mengganggu,” ujarnya.

Aman menjelaskan, pihaknya masih kerap menemukan pemilik usaha yang tidak mengindahkan peraturan terkait izin pemasangan reklame. Terkadang, ada reklame yang tidak mengantongi izin. Tentunya ini sangat merugikan.

“Upaya sosialisasi rutin kami lakukan kepada pemilik usaha agar mereka memahami cara pemanfaatan ruang atau baliho dan reklame. Termasuk mereka harus memiliki izin jika ingin memasang,” ujarnya. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/