alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Target Retribusi Uji KIR Kota Probolinggo Tetap Rp 700 Juta

KANIGARAN, Radar Bromo – Perolehan retribusi dari uji KIR di Kota Probolinggo, tahun kemarin mampu melampau target. Dengan perolehan itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo, belum berani menaikkan targetnya. Karenanya, target tahun ini ini tetap Rp 700 juta.

Kepala Dishub Kota Probolinggo Agus Efendi mengatakan, retribusi KIR ditarget sama seperti tahun lalu. Sepanjang 2021, KIR mampu menyumbang pendapatan 102 persen atau sekitar Rp 714 juta. Atas pertimbangan potensi, tahun ini targetnya tetap.

“Kalau tahun lalu memang terlampaui lebih dari 100 persen. Insya Allah tahun ini bisa tercapai. Apalagi kami tidak menaikkan targetnya,” ujarnya.

Agus menjelaskan, KIR sangat penting bagi kendaraan sebagai tanda bahwa kendaraan layak digunakan di jalan raya. Terutama bagi angkutan barang dan penumpang. Seperti bus, truk, hingga angkutan kota (angkot). Mereka harus melakukan uji kir setiap enam bulan sekali.

Pemilik kendaraan hanya perlu membawa sejumlah dokumen persyaratan. Seperti, STNK, KTP, dan BPKB atau surat kuasa jika pihak yang membawa kendaraan bukan pemilik asli ke pengujian uji KIR di jalan K.H. Hasan Genggong, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran.

Demi menertibkan uji KIR, Dishub bekerja sama dengan Polres Probolinggo Kota. Rutin melakukan koordinasi dan operasi agar angkutan barang dan penumpang mematuhi melakukan uji KIR. Agar keselamatan saat di jalan bisa terpenuhi.

“Tentu bagi pemilik kendaraan yang sampai membiarkan kendaraannya mati, ya otomatis akan mendapat denda. Kami harap masyarakat patuh,” ujar Agus. (riz/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo – Perolehan retribusi dari uji KIR di Kota Probolinggo, tahun kemarin mampu melampau target. Dengan perolehan itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Probolinggo, belum berani menaikkan targetnya. Karenanya, target tahun ini ini tetap Rp 700 juta.

Kepala Dishub Kota Probolinggo Agus Efendi mengatakan, retribusi KIR ditarget sama seperti tahun lalu. Sepanjang 2021, KIR mampu menyumbang pendapatan 102 persen atau sekitar Rp 714 juta. Atas pertimbangan potensi, tahun ini targetnya tetap.

“Kalau tahun lalu memang terlampaui lebih dari 100 persen. Insya Allah tahun ini bisa tercapai. Apalagi kami tidak menaikkan targetnya,” ujarnya.

Agus menjelaskan, KIR sangat penting bagi kendaraan sebagai tanda bahwa kendaraan layak digunakan di jalan raya. Terutama bagi angkutan barang dan penumpang. Seperti bus, truk, hingga angkutan kota (angkot). Mereka harus melakukan uji kir setiap enam bulan sekali.

Pemilik kendaraan hanya perlu membawa sejumlah dokumen persyaratan. Seperti, STNK, KTP, dan BPKB atau surat kuasa jika pihak yang membawa kendaraan bukan pemilik asli ke pengujian uji KIR di jalan K.H. Hasan Genggong, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Kanigaran.

Demi menertibkan uji KIR, Dishub bekerja sama dengan Polres Probolinggo Kota. Rutin melakukan koordinasi dan operasi agar angkutan barang dan penumpang mematuhi melakukan uji KIR. Agar keselamatan saat di jalan bisa terpenuhi.

“Tentu bagi pemilik kendaraan yang sampai membiarkan kendaraannya mati, ya otomatis akan mendapat denda. Kami harap masyarakat patuh,” ujar Agus. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/