alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Pendirian BNNK Probolinggo Masih Terkendala Moratorium

MAYANGAN, Radar Bromo – Keinginan Pemkot Probolinggo, mendirikan kantor Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK), harus tertunda. BNN Pusat menyebut masih ada moratorium pendirian BNNK.

Plt Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo Boedi Harjanto mengaku sempat berkoordinasi dengan BNN. Karena pandemi Covid-19, saat ini pendirian BNNK dihentikan dahulu.

“Memang Kota Probolinggo, belum memiliki BNNK. Kami sudah berkoordinasi, Cuma belum bisa dalam waktu dekat. Pertimbangannya karena masih Covid,” ujarnya.

Boedi menjelaskan, sejumlah persyaratan sudah dikantongi. Di antaranya, dukungan dari wali kota dan penyediaan sarana dalam bentuk hibah. Pemkot sudah menyiapkan lahan untuk mendirikan BNNK di Jalan Mawar, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan.

Di sana ada lahan milik Pemkot seluas 1.500 meter persegi. Selanjutnya, penyediaan sumber daya manusia (SDM). Di Kota Probolinggo, sudah ada dokter yang mampu untuk penanganan korban kecanduan narkoba. Namun, dokter ini belum memiliki lisensi dari BNN.

Selama ini, jika ada korban narkoba yang perlu direhabilitasi, pihaknya berkoordinasi dengan daerah terdekat yang memiliki BNNK, seperti Kabupaten Lumajang. Menurutnya, pendirian BNNK penting karena sering distribusi narkoba melalui jalur Laut Madura.

“Keberadaan BNNK di Kota Probolinggo, nantinya bisa mengantisipasi hal ini. Cuma memang sebelumnya, SDM harus mengikuti training di BNN provinsi dulu,” ujar Boedi. (riz/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Keinginan Pemkot Probolinggo, mendirikan kantor Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK), harus tertunda. BNN Pusat menyebut masih ada moratorium pendirian BNNK.

Plt Kepala Bakesbangpol Kota Probolinggo Boedi Harjanto mengaku sempat berkoordinasi dengan BNN. Karena pandemi Covid-19, saat ini pendirian BNNK dihentikan dahulu.

“Memang Kota Probolinggo, belum memiliki BNNK. Kami sudah berkoordinasi, Cuma belum bisa dalam waktu dekat. Pertimbangannya karena masih Covid,” ujarnya.

Boedi menjelaskan, sejumlah persyaratan sudah dikantongi. Di antaranya, dukungan dari wali kota dan penyediaan sarana dalam bentuk hibah. Pemkot sudah menyiapkan lahan untuk mendirikan BNNK di Jalan Mawar, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan.

Di sana ada lahan milik Pemkot seluas 1.500 meter persegi. Selanjutnya, penyediaan sumber daya manusia (SDM). Di Kota Probolinggo, sudah ada dokter yang mampu untuk penanganan korban kecanduan narkoba. Namun, dokter ini belum memiliki lisensi dari BNN.

Selama ini, jika ada korban narkoba yang perlu direhabilitasi, pihaknya berkoordinasi dengan daerah terdekat yang memiliki BNNK, seperti Kabupaten Lumajang. Menurutnya, pendirian BNNK penting karena sering distribusi narkoba melalui jalur Laut Madura.

“Keberadaan BNNK di Kota Probolinggo, nantinya bisa mengantisipasi hal ini. Cuma memang sebelumnya, SDM harus mengikuti training di BNN provinsi dulu,” ujar Boedi. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/