alexametrics
25.3 C
Probolinggo
Wednesday, 18 May 2022

Catat Puluhan Bencana Kurun Dua Bulan, Paling Banyak Angin Kencang

DRINGU, Radar Bromo – Potensi bencana hidrometeorologi hingga kini masih terus diwaspadai. Pasalnya, cuaca ekstrem masih terjadi. Bahkan curah hujan dengan intensitas deras, belum berkurang. Selama kurun waktu bulan Januari hingga Senin (21/2), sebanyak 48 bencana hidrometeorologi terjadi. Mayoritas bencana yang terjadi adalah angin kencang.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Sugeng Suprisayoga mengatakan, jumlah bencana alam seiring dengan curah hujan yang masih terus turun, masih bisa terjadi di puncak penghujan. Anomali cuaca yang turut menyumbang terjadinya bencana di Kabupaten Probolinggo.

“Dari data rekap terakhir yang dilakukan pada pekan lalu, ada 48 kejadian bencana yang sudah tercatat. Sementara sisanya masih belum masuk catatan,” ujarnya minggu (27/2).

Puluhan bencana yang terjadi di antaranya adalah 23 kejadian angin kencang, yang melanda beberapa wilayah. Di antaranya meliputi Kecamatan Banyuanyar, Besuk, Pakuniran, Kotaanyar, Dringu dan Tongas.

Selanjutnya terjadi bencana 12 kejadian banjir di Kecamatan Tongas. Bencana tanah longsor sebanyak 11 kejadian terjadi di Kecamatan Tiris dan Pakuniran. Sementara 2 lainnya kecelakaan air yang terjadi di Kecamatan Pakuniran dan Kraksaan.

“Kalau sebaran terjadinya bencana tidak jauh beda dari bencana yang terjadi sebelumnya. Sehingga wilayah yang terdampak tersebut menjadi atensi kami,” ungkapnya.

Sementara dari segi kerusakan yang ditimbulkan, terdapat 1.754 rumah tergenang akibat banjir. Sebanyak 324 rumah rusak ringan, 9 rumah rusak sedang, dan 6 rumah rusak berat akibat bencana hidrometeorologi.

DRINGU, Radar Bromo – Potensi bencana hidrometeorologi hingga kini masih terus diwaspadai. Pasalnya, cuaca ekstrem masih terjadi. Bahkan curah hujan dengan intensitas deras, belum berkurang. Selama kurun waktu bulan Januari hingga Senin (21/2), sebanyak 48 bencana hidrometeorologi terjadi. Mayoritas bencana yang terjadi adalah angin kencang.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Probolinggo, Sugeng Suprisayoga mengatakan, jumlah bencana alam seiring dengan curah hujan yang masih terus turun, masih bisa terjadi di puncak penghujan. Anomali cuaca yang turut menyumbang terjadinya bencana di Kabupaten Probolinggo.

“Dari data rekap terakhir yang dilakukan pada pekan lalu, ada 48 kejadian bencana yang sudah tercatat. Sementara sisanya masih belum masuk catatan,” ujarnya minggu (27/2).

Puluhan bencana yang terjadi di antaranya adalah 23 kejadian angin kencang, yang melanda beberapa wilayah. Di antaranya meliputi Kecamatan Banyuanyar, Besuk, Pakuniran, Kotaanyar, Dringu dan Tongas.

Selanjutnya terjadi bencana 12 kejadian banjir di Kecamatan Tongas. Bencana tanah longsor sebanyak 11 kejadian terjadi di Kecamatan Tiris dan Pakuniran. Sementara 2 lainnya kecelakaan air yang terjadi di Kecamatan Pakuniran dan Kraksaan.

“Kalau sebaran terjadinya bencana tidak jauh beda dari bencana yang terjadi sebelumnya. Sehingga wilayah yang terdampak tersebut menjadi atensi kami,” ungkapnya.

Sementara dari segi kerusakan yang ditimbulkan, terdapat 1.754 rumah tergenang akibat banjir. Sebanyak 324 rumah rusak ringan, 9 rumah rusak sedang, dan 6 rumah rusak berat akibat bencana hidrometeorologi.

MOST READ

BERITA TERBARU

/