alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

Kasus Aktif Tinggal 66, Waspadai Gejala Long Covid

DRINGU, Radar Bromo – Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo, terus berkurang. Saat ini, bahkan hanya menyisakan 66 kasus aktif. Namun, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo tengah mewaspadai gejala Long Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica mengatakan, penderita positif Covid-19 secara kumulatif di Kabupaten Probolinggo mencapai 3.064 kasus. Namun, untuk kasus aktif hanya menyisakan 66 kasus. Sebanyak 2.818 kasus dinyatakan sembuh dan 180 kasus meninggal dunia.

Alhamdulillah, upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 mulai tampak. Semoga saja kasus penyebaran Covid-19 dapat terus ditekan dan dicegah. Sehingga, tidak muncul kasus aktif baru Covid-19 di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Meski demikian dikatakan Dewi, perlu diwaspadai kasus Long Covid-19. Yaitu, gejala yang menetap pada penderita positif Covid-19. Meskipun, hasil swab sudah negatif. Gejala ini umumnya dirasakan penderita lebih dari 28 hari setelah kemunculannya.

Fenomena Long Covid itu menurut Dewi, semakin banyak ditemui seiring dengan bertambah banyak pula angka kesembuhan. Bahkan, penderita bisa merasakan gejala Long Covid dalam waktu lama.

”Kasus Long Covid-19 ini terus diteliti oleh para ahli. Di mana baru-baru ini terdapat informasi bahwa sekitar 30 persen penderita Covid-19 akan mengalami fenomena Long Covid sampai 9 bulan,” ungkapnya.

Menurut Dewi, fenomena Long Covid harus ditanggapi secara serius. Karena, berakibat pada kondisi fisik dan mental bagi orang yang pernah terinfeksi Covid-19.

Ditambahkannya, fenomema Long Covid dapat terjadi pada pasien rawat inap, maupun pasien yang tidak rawat inap. Sekitar 76 persen pasien yang dirawat inap masih mengalami lebih dari satu gejala setelah 6 bulan sembuh.

“Gejala yang sering dikeluhkan pada penderita Long Covid antara lain sesak, batuk, sesak saat berolahraga, nyeri dada, diare atau mual, nyeri perut, mudah lelah meski aktivitas ringan dan kehilangan penciuman atau rasa,” jelasnya.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko Long Covid di antaranya memiliki lebih dari lima gejala saat minggu pertama sakit. Ada sesak napas pada awal gejala, peningkatan usia dan obesitas.

“Dari update informasi tersebut, dapat kita simpulkan bahwa sebaiknya kita tidak pernah memberi peluang virus Covid masuk ke tubuh kita. Sebab, kita tidak pernah tahu seberapa kuat antibodi tubuh kita dapat mematikan virus ini dan seberapa banyak gejala yang ditimbulkan dapat menyebabkan Long Covid,” tuturnya.

Karena itu, protokol kesehatan 5M menurut Dewi tetap harus diterapkan. “Protokol 5M merupakan pencegahan yang paling efektif di masa pandemi ini,” pungkasnya. (mas/hn)

 

Gejala Long Covid Yang Sering Terjadi

  • Sesak
  • Batuk
  • Sesak saat berolahraga
  • Nyeri dada
  • Diare atau mual
  • Nyeri perut
  • Mudah lelah meski aktivitas ringan
  • Kehilangan penciuman atau rasa

DRINGU, Radar Bromo – Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Probolinggo, terus berkurang. Saat ini, bahkan hanya menyisakan 66 kasus aktif. Namun, Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo tengah mewaspadai gejala Long Covid-19.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Vironica mengatakan, penderita positif Covid-19 secara kumulatif di Kabupaten Probolinggo mencapai 3.064 kasus. Namun, untuk kasus aktif hanya menyisakan 66 kasus. Sebanyak 2.818 kasus dinyatakan sembuh dan 180 kasus meninggal dunia.

Alhamdulillah, upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 mulai tampak. Semoga saja kasus penyebaran Covid-19 dapat terus ditekan dan dicegah. Sehingga, tidak muncul kasus aktif baru Covid-19 di Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Meski demikian dikatakan Dewi, perlu diwaspadai kasus Long Covid-19. Yaitu, gejala yang menetap pada penderita positif Covid-19. Meskipun, hasil swab sudah negatif. Gejala ini umumnya dirasakan penderita lebih dari 28 hari setelah kemunculannya.

Fenomena Long Covid itu menurut Dewi, semakin banyak ditemui seiring dengan bertambah banyak pula angka kesembuhan. Bahkan, penderita bisa merasakan gejala Long Covid dalam waktu lama.

”Kasus Long Covid-19 ini terus diteliti oleh para ahli. Di mana baru-baru ini terdapat informasi bahwa sekitar 30 persen penderita Covid-19 akan mengalami fenomena Long Covid sampai 9 bulan,” ungkapnya.

Menurut Dewi, fenomena Long Covid harus ditanggapi secara serius. Karena, berakibat pada kondisi fisik dan mental bagi orang yang pernah terinfeksi Covid-19.

Ditambahkannya, fenomema Long Covid dapat terjadi pada pasien rawat inap, maupun pasien yang tidak rawat inap. Sekitar 76 persen pasien yang dirawat inap masih mengalami lebih dari satu gejala setelah 6 bulan sembuh.

“Gejala yang sering dikeluhkan pada penderita Long Covid antara lain sesak, batuk, sesak saat berolahraga, nyeri dada, diare atau mual, nyeri perut, mudah lelah meski aktivitas ringan dan kehilangan penciuman atau rasa,” jelasnya.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko Long Covid di antaranya memiliki lebih dari lima gejala saat minggu pertama sakit. Ada sesak napas pada awal gejala, peningkatan usia dan obesitas.

“Dari update informasi tersebut, dapat kita simpulkan bahwa sebaiknya kita tidak pernah memberi peluang virus Covid masuk ke tubuh kita. Sebab, kita tidak pernah tahu seberapa kuat antibodi tubuh kita dapat mematikan virus ini dan seberapa banyak gejala yang ditimbulkan dapat menyebabkan Long Covid,” tuturnya.

Karena itu, protokol kesehatan 5M menurut Dewi tetap harus diterapkan. “Protokol 5M merupakan pencegahan yang paling efektif di masa pandemi ini,” pungkasnya. (mas/hn)

 

Gejala Long Covid Yang Sering Terjadi

  • Sesak
  • Batuk
  • Sesak saat berolahraga
  • Nyeri dada
  • Diare atau mual
  • Nyeri perut
  • Mudah lelah meski aktivitas ringan
  • Kehilangan penciuman atau rasa

MOST READ

BERITA TERBARU

/