alexametrics
27.5 C
Probolinggo
Saturday, 28 May 2022

Bawang Luar Daerah Masuk, Harga di Probolinggo Anjlok

DRINGU, Radar Bromo – Sejak sepekan terakhir, harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo terus merosot. Padahal, stoknya minim. Namun kini banyak bawang merah dari luar daerah yang masuk ke Probolinggo.

Kepala UPT Pasar Bawang Dringu Sutaman mengatakan, harga bawang turun lagi. Terutama, bawang berkualitas bagus. Selasa (25/1), harga bawang merah besar masih 20.000 per kilogram, namun Rabu (27/1), harganya turun Rp 1.000 atau Rp 19.000 per kilogram.

Sedangkan, harga bawang merah jenis lainnya masih tetap. Bawang merah kecil Rp 7.000 sampai Rp 8.000 per kilogram. Bawang tanggung kecil dihargai Rp 9.000 sampai Rp 11.000 per kilogram dan bawang merah tanggung besar dijual Rp 14.000 sampai Rp 15.000 per kilogram.

“Harga saat ini anjlok. Harga ini diambil dari harga yang ada di pasar bawang. Berbeda lagi dengan harga dari para petani. Tentunya tidak sama. Yang mengalami penurunan lagi saat ini harga bawang merah besar. Turun Rp 1.000,” ujarnya.

Makin murahnya bawang merah, kata Sutaman, dikarenakan beberapa wilayah sedang memasuki masa panen. Seperti di wilayah Brebes, Blitar, dan Sulawesi. Selain itu, sejumlah daerah yang sebelumnya tidak menanam bawang merah, kini juga menanam dan sedang panen. Seperti daerah Kediri, Bojonegoro, dan Kalimantan Barat.

“Beberapa wilayah sedang panen raya. Makanya harga bawang saat ini turun. Ditambah lagi daerah baru penghasil bawang juga bertambah,” jelasnya.

Namun, menurut Sutaman, stok bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih minim. Di gudang Pasar Bawang, stoknya hanya sekitar 25 ton. Karenanya, banyak pedagang mendatangkan bawang dari luar daerah.

“Sekitar 6 ton bawang luar daerah masuk hari ini (27/1) ke Pasar Bawang. Harganya di bawah bawang merah sini. Yang membawa pedagang dalam daerah, sebab stoknya memang sedikit,” ujarnya. (mu/rud/fun)

DRINGU, Radar Bromo – Sejak sepekan terakhir, harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo terus merosot. Padahal, stoknya minim. Namun kini banyak bawang merah dari luar daerah yang masuk ke Probolinggo.

Kepala UPT Pasar Bawang Dringu Sutaman mengatakan, harga bawang turun lagi. Terutama, bawang berkualitas bagus. Selasa (25/1), harga bawang merah besar masih 20.000 per kilogram, namun Rabu (27/1), harganya turun Rp 1.000 atau Rp 19.000 per kilogram.

Sedangkan, harga bawang merah jenis lainnya masih tetap. Bawang merah kecil Rp 7.000 sampai Rp 8.000 per kilogram. Bawang tanggung kecil dihargai Rp 9.000 sampai Rp 11.000 per kilogram dan bawang merah tanggung besar dijual Rp 14.000 sampai Rp 15.000 per kilogram.

“Harga saat ini anjlok. Harga ini diambil dari harga yang ada di pasar bawang. Berbeda lagi dengan harga dari para petani. Tentunya tidak sama. Yang mengalami penurunan lagi saat ini harga bawang merah besar. Turun Rp 1.000,” ujarnya.

Makin murahnya bawang merah, kata Sutaman, dikarenakan beberapa wilayah sedang memasuki masa panen. Seperti di wilayah Brebes, Blitar, dan Sulawesi. Selain itu, sejumlah daerah yang sebelumnya tidak menanam bawang merah, kini juga menanam dan sedang panen. Seperti daerah Kediri, Bojonegoro, dan Kalimantan Barat.

“Beberapa wilayah sedang panen raya. Makanya harga bawang saat ini turun. Ditambah lagi daerah baru penghasil bawang juga bertambah,” jelasnya.

Namun, menurut Sutaman, stok bawang merah di Kabupaten Probolinggo masih minim. Di gudang Pasar Bawang, stoknya hanya sekitar 25 ton. Karenanya, banyak pedagang mendatangkan bawang dari luar daerah.

“Sekitar 6 ton bawang luar daerah masuk hari ini (27/1) ke Pasar Bawang. Harganya di bawah bawang merah sini. Yang membawa pedagang dalam daerah, sebab stoknya memang sedikit,” ujarnya. (mu/rud/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/