alexametrics
29C
Probolinggo
Thursday, 22 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Masuk Bromo, Wisatawan Wajib Rapid Antigen

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

SUKAPURA, Radar Bromo – Balai Besar TNBTS mengeluarkan kebijakan baru untuk mengantisipasi lonjakan penyebaran Covid-19 di tempat wisata BTS (Bromo, Tengger, Semeru). Mulai 30 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021, pengunjung wisata Bromo wajib membawa hasil rapid antigen.

Kebijakan itu diambil dalam rapat koordinasi (rakor) dan kesepakatan bersama empat pemerintah daerah. Yaitu, Pemkab Probolinggo, Pemkab Pasuruan, Pemkab Lumajang, dan Pemkab Malang.

”Sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 dan hasil kesepakatan bersama, diputuskan bahwa wisatawan yang ke Bromo wajib membawa surat hasil rapid antigen. Itu berlaku tanggal 30 Desember sampai 3 Januari 2021. Untuk kelanjutannya nanti ada pembahasan lebih lanjut,” terang Sarmin, kepala seksi wilayah I TNBTS.

Tidak hanya itu, sejumlah kebijakan lain juga diambil untuk mengantisipasi lonjakan penyebaran Covid-19. Di antaranya, menutup pintu masuk ke kawasan Bromo melalui Malang. Untuk menuju Bromo, wisatawan harus masuk melalui Pasuruan dan Probolinggo.

Sarmin mengungkapkan, sesuai kesepakatan dan kebijakan Pemerintah Malang, pintu masuk wisata Bromo dari Malang ditutup. Sehingga, wisatawan hanya bisa masuk lewat Probolinggo dan Pasuruan.

Selain itu, kuota jumlah pengunjung yang masuk ke wisata Bromo dikurangi. Berdasarkan kesepakatan bersama, jumlah pengunjung yang masuk dibatasi maksimal 30 persen dari kondisi normal.

”Sebelumnya kuota kunjungan wisatawan ke Bromo dibatasi maksimal 50 persen. Namun, saat ini diturunkan menjadi 30 persen,” terangnya.

 

Tawarkan Destinasi di Luar BTS

Sementara itu, Pemkab Probolinggo menawarkan destinasi wisata lokal di sekitar Bromo Tengger Semeru (BTS) dengan tanpa membawa hasil tes rapid antigen. Namun, pengunjung tetap wajib menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto melalui Kabid Pariwisata Dian Cahyo menegaskan, untuk masuk BTS memang ada ketentuan baru. Yaitu, membawa hasil tes rapid antigen. Namun wisata lokal di Kabupaten Probolinggo tidak mensyaratkan hal serupa.

”Untuk masuk wisata lokal di Kabuapten Probolinggo, tidak ada kebijakan menunjukkan surat hasil tes rapid antigen. Tapi sesuai SE Ibu Bupati, wajib menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Bagi wisatawan yang sudah datang ke Kabupaten Probolinggo, dikatakan Dian, bisa mengunjungi destinasi wisata di luar BTS. Namun kuota kunjungan hanya dibatasi 30 persen. Itu, sebagai upaya mencegah terjadi kerumunan di tempat wisata. Selain itu, pengunjung diwajibkan menerapkan protokoler kesehatan.

”Ada destinasi wisata puncak Seruni Point yang bisa dituju untuk melihat keindahan alam Gunung Bromo. Tetapi, pengunjung wajib meterapkan protokol kesehatan. Selain itu, kuota pengunjung dibatasi maksimal 30 persen dari kondisi normal,” terangnya. (mas/hn)

 

Antisipasi Lonjakan Penyebaran Covid-19

  • Pengunjung wisata Bromo wajib membawa hasil rapid antigen.
  • Kebijakan itu berlaku mulai 30 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021.
  • Menutup pintu masuk ke kawasan Bromo melalui Malang. Untuk menuju Bromo, wisatawan harus masuk melalui Pasuruan dan Probolinggo.
  • Mengurangi kuota kunjungan wisatawan ke Bromo yang awalnya maksimal 50 persen, kali ini menjadi 30 persen saja.
Mobile_AP_Rectangle 1

SUKAPURA, Radar Bromo – Balai Besar TNBTS mengeluarkan kebijakan baru untuk mengantisipasi lonjakan penyebaran Covid-19 di tempat wisata BTS (Bromo, Tengger, Semeru). Mulai 30 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021, pengunjung wisata Bromo wajib membawa hasil rapid antigen.

Kebijakan itu diambil dalam rapat koordinasi (rakor) dan kesepakatan bersama empat pemerintah daerah. Yaitu, Pemkab Probolinggo, Pemkab Pasuruan, Pemkab Lumajang, dan Pemkab Malang.

”Sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 dan hasil kesepakatan bersama, diputuskan bahwa wisatawan yang ke Bromo wajib membawa surat hasil rapid antigen. Itu berlaku tanggal 30 Desember sampai 3 Januari 2021. Untuk kelanjutannya nanti ada pembahasan lebih lanjut,” terang Sarmin, kepala seksi wilayah I TNBTS.

Mobile_AP_Half Page

Tidak hanya itu, sejumlah kebijakan lain juga diambil untuk mengantisipasi lonjakan penyebaran Covid-19. Di antaranya, menutup pintu masuk ke kawasan Bromo melalui Malang. Untuk menuju Bromo, wisatawan harus masuk melalui Pasuruan dan Probolinggo.

Sarmin mengungkapkan, sesuai kesepakatan dan kebijakan Pemerintah Malang, pintu masuk wisata Bromo dari Malang ditutup. Sehingga, wisatawan hanya bisa masuk lewat Probolinggo dan Pasuruan.

Selain itu, kuota jumlah pengunjung yang masuk ke wisata Bromo dikurangi. Berdasarkan kesepakatan bersama, jumlah pengunjung yang masuk dibatasi maksimal 30 persen dari kondisi normal.

”Sebelumnya kuota kunjungan wisatawan ke Bromo dibatasi maksimal 50 persen. Namun, saat ini diturunkan menjadi 30 persen,” terangnya.

 

Tawarkan Destinasi di Luar BTS

Sementara itu, Pemkab Probolinggo menawarkan destinasi wisata lokal di sekitar Bromo Tengger Semeru (BTS) dengan tanpa membawa hasil tes rapid antigen. Namun, pengunjung tetap wajib menerapkan protokol kesehatan.

Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo Sugeng Wiyanto melalui Kabid Pariwisata Dian Cahyo menegaskan, untuk masuk BTS memang ada ketentuan baru. Yaitu, membawa hasil tes rapid antigen. Namun wisata lokal di Kabupaten Probolinggo tidak mensyaratkan hal serupa.

”Untuk masuk wisata lokal di Kabuapten Probolinggo, tidak ada kebijakan menunjukkan surat hasil tes rapid antigen. Tapi sesuai SE Ibu Bupati, wajib menerapkan protokol kesehatan,” katanya.

Bagi wisatawan yang sudah datang ke Kabupaten Probolinggo, dikatakan Dian, bisa mengunjungi destinasi wisata di luar BTS. Namun kuota kunjungan hanya dibatasi 30 persen. Itu, sebagai upaya mencegah terjadi kerumunan di tempat wisata. Selain itu, pengunjung diwajibkan menerapkan protokoler kesehatan.

”Ada destinasi wisata puncak Seruni Point yang bisa dituju untuk melihat keindahan alam Gunung Bromo. Tetapi, pengunjung wajib meterapkan protokol kesehatan. Selain itu, kuota pengunjung dibatasi maksimal 30 persen dari kondisi normal,” terangnya. (mas/hn)

 

Antisipasi Lonjakan Penyebaran Covid-19

  • Pengunjung wisata Bromo wajib membawa hasil rapid antigen.
  • Kebijakan itu berlaku mulai 30 Desember 2020 hingga 3 Januari 2021.
  • Menutup pintu masuk ke kawasan Bromo melalui Malang. Untuk menuju Bromo, wisatawan harus masuk melalui Pasuruan dan Probolinggo.
  • Mengurangi kuota kunjungan wisatawan ke Bromo yang awalnya maksimal 50 persen, kali ini menjadi 30 persen saja.
Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2