alexametrics
25C
Probolinggo
Wednesday, 27 January 2021

Tandon Cuci Tangan di Kota Probolinggo Banyak yang Kosong

KANIGARAN,Radar Bromo- Upaya Pemkot Probolinggo mencegah penyebaran Covod-19, perlu mendapat perhatian. Ketika gencar meminta masyarakat menerapkan protokol kesehatan, salah satunya dengan rajin cuci tangan menggunakan sabun, namun sejumlah fasilitas yang disediakan Pemkot untuk cuci tangan malah tak bisa difungsikan.

Sejumlah tandon air tempat cuci tangan di beberapa titik tampak kosong. Bahkan, hal itu sudah berlangsung lebih dari sepekan. Padahal, saat ini pemerintah sedang menggenjot kembali warganya untuk mematuhi protokol kesehatan. Tak ayal, kondisi ini banyak dikeluhkan warga.

Seperti diungkapkan Saifullah, salah satu pengunjung Taman Maramis, Kota Probolinggo. Pria asal Kelurahan/Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, ini mengatakan tandon air di sekitar Taman Maramis, sudah lama rusak dan tidak ada airnya. “Sudah lama. Sudah seminggu lebih tidak ada airnya. Jika ada airnya enak, anak-anak habis main bisa cuci tangan di sana,” ujarnya, kemarin.

Tandon air di Pasar Umbul, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, juga tampak kosong. Menurut warga sekitar, tandon air itu malah lebih dari dua pecan tidak ada airnya. “Ketika baru dipasang pernah habis dan diisi petugas dari Satpol PP. Selanjutnya sudah tidak diisi lagi,” ujar seoang tukang becak yang biasa mangkal di Pasar Umbul, Abdullah.

Namun, Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Agus Effendi mengtakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk mengisi tandon air tersebut. Hal itu bukan tugas pokok Satpol PP. Karenanya, untuk perawatan serta pengisian dilakukan setiap OPD yang menaunginya. Untuk yang di pasar, kewenangan petugas pasar. Untuk yang di Taman Maramis, menjadi wewenang Dinas Lingkungan Hidup (DLH). “Tugas pokok kami bukan untuk mengisi itu. Namun, memang beberapa ada yang minta bantuan kepada kami untuk mengisi tandon air tersebut. Tetapi yang memiliki tugas utama OPD terkait,” ujar Agus.

Terpisah, Kepala DLH Kota Probolinggo Rachmadeta Antariksa mengatakan, tendon air yang di Taman Maramis, krannya rusak. Sehingga, ketika diisi airnya langsung habis. Karenanya, masih akan diperbaiki. “Krannya rusak, jadi setelah diisi, airnya langsung habis. Masih proses perbaikan satu dua hari ini,” ujarnya. (rpd/rud)

 

MOST READ

BERITA TERBARU