alexametrics
25C
Probolinggo
Wednesday, 27 January 2021

Dua Minggu Dibahas, APBD 2021 Kota Probolinggo Disahkan

KANIGARAN, Radar BromoHanya dengan pembahasan dua minggu, DPRD Kota Probolinggo menyetujui R-APBD 2021 Kota Probolinggo disahkan menjadi APBD 2021. APBD 2021 ini diproyeksi mengalami defisit sebesar Rp 65 Miliar.

Berdasar data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kekuatan anggaran APBD 2021 Kota Probolinggo mencapai Rp 1,024 Triliun. Sementara itu, proyeksi belanja daerah Rp 1,089 Triliun. Sehingga tercatat defisit sebesar Rp 65 Miliar.

Untuk menutup defisit anggaran, digunakan SILPA sebesar Rp 65 Miliar. Sehingga meskipun tercatat defisit, semua fraksi di DPRD Kota Probolinggo menyetujui APBD 2021 dalam rapat paripurna pengesahan APBD 2021, kemarin (26/11).

Ditemui terpisah setelah rapat paripurna, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin membenarkan bahwa APBD 2021 diproyeksi defisit. “Namun, defisit anggaran ini ditutup dengan pembiayaan dari SILPA (sisa lebih perhitungan anggaran),” terangnya.

Politisi PKB ini tidak membantah bahwa Pemkot Probolinggo masih bergantung pada anggaran transfer dari pemerintah pusat untuk APBD. Hal yang sama menurutnya juga terjadi pada daerah lain.

“Pemangkasan dana transfer dari pemerintah pusat bisa saja terjadi seperti tahun 2020. Namun, pemerintah pusat telah menyampaikan besaran dana transfer sehingga bisa diproyeksikan untuk APBD 2021,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPRD Kota Probolinggo Abdul Mujib memastikan, R-APBD 2021 telah disetujui baik oleh eksekutif dan legislatif. “Tapi APBD ini harus mendapat evaluasi dari Gubernur. Gubernur masih akan memeriksa perencanaan anggaran yang disusun dan disepakati oleh pemkot dan DPRD,” ujarnya.

Selanjutnya, hasil evaluasi Gubernur akan diperbaiki oleh eksekutif. Lantas, hasil dari perbaikan akan dibahas kembali di DPRD sebelum diparipurnakan. (put/hn)

 

MOST READ

BERITA TERBARU