alexametrics
25.8 C
Probolinggo
Saturday, 28 November 2020

Siswa Suka Cita saat Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

LUMBANG, Radar Bromo – Mulai Senin (26/10), ada 10 lembaga sekolah di 5 kecamatan yang sudah memulai uji coba pembelajaran tatap muka. Protokol kesehatan (Prokes) pun diterapkan. Mulai dari kewajiban memakai masker, sampai tempat parkir dibuat banyak titik cegah kerumunan.

Sepuluh lembaga itu di antaranya SDN Lumbang 2, Kecamatan Lumbang; SMPN 1 Lumbang; SDN Sumber 1, Kecamatan Sumber; SMPN 1 Sumber; SDN Kuripan 2; SMPN 1 Kuripan; SDN Segeran, Kecamatan Tiris; SMPN 1 Tiris; SDN Bermi 2, Kecamatan Krucil; SMPN 1 Krucil. Sepuluh lembaga SDN-SMPN ini berada di lima kecamatan zona hijau.

Uji coba pembelajaran tatap muka ini, mendapat respons positif dari siswa. Mereka sebagian besar mengaku senang, karena bisa merasakan bagaimana “benar-benar sekolah.”

Seperti yang terpantau di SDN Lumbang 2 dan SMPN 1 Lumbang. Saat Jawa Pos Radar Bromo berkunjung ke sana, kemarin. Begitu bel masuk sekolah berbunyi pukul 07.00, siswa kelas VII SMPN 1 Lumbang bergegas ke ruang kelasnya masing-masing. Di depan pintu kelas itu, sudah ada guru yang menunggu dan mengawasi. Karena, semua siswa yang hendak masuk kelas, wajib mencuci tangan lebih dulu.

PROKES: Siswa SMPN Lumbang cuci tangan sebelum masuk ke kelas. (Foto: Arif Mashudi/Jawa Pos Radar Bromo)

Tempat cuci tangan itu, terpasang di tiap depan kelas masing-masing. Antrean tempat cuci tangan tidak panjang, karena dalam satu kelas hanya berisi sekitar 15 siswa. Kemudian, suasana ruang kelas tampak tidak terlalu ramai. Wajar, jumlah siswa dalam satu kelas itu berkurang separo dari kondisi normal.

Dalam ruang kelas itu, satu meja untuk satu siswa. Ada jarak juga antar meja itu, baik ke samping maupun ke depan belakang. Untuk siswa SMPN 1 Lumbang, tampak mengenakan masker saja. Namun ada juga siswa yang memakai face shield.

”Semua wajib pakai masker. Kalau tidak bawa masker saat masuk ke sekolah, disuruh pulang untuk mengambil. Karena kami (sekolah) sudah bagikan masker gratis ke para siswa,” kata Sujak, kepala SDN Lumbang 2.

Sujak mengatakan, total ada 150 siswa kelas I sampai kelas VI. Di tengah pandemi Covid-19 ini, pembelajaran tatap muka dengan kuota dalam satu ruang kelas separo. Sehingga, hanya sekitar 75 siswa yang kemarin datang ke sekolah untuk belajar tatap muka selama 3 jam. Sedangkan, sisanya dijadwalkan hari esoknya (hari ini, Red). Begitu juga hari-hari berikutnya terus bergantian.

”Dalam seminggu, kalau tidak ada tanggal merah, siswa itu belajar tatap muka di sekolah tiga kali. Karena aturannya dalam satu kelas, jumlah siswanya 50 persen dari kapasitas,” terangnya.

Halimah Febrianti, salah satu siswa kelas VI SDN Lumbang 2 mengaku, senang sekali bisa belajar di sekolah lagi bersama teman-teman. Sudah lama tidak belajar di sekolah dan kumpul bersama teman. Selama pandemi Covid-19, dirinya dan teman lainnya belajarnya melalui daring (dalam jaringan).

”Sudah capek belajar daring dan lebih sulit. Karena itu, pas ada pengumuman bisa masuk sekolah lagi, senang rasanya. Saya dan teman-teman juga siap ikuti aturan protokol kesehatn (prokes) supaya bisa tetap belajar di sekolah,” ungkap siswa asal Desa Lumbang itu.

Kondisi hampir sama diterapkan di SMPN 1 Lumbang. Bahkan, untuk mencegah kerumunan, pihak sekolah pun membagi tempat parkir kendaraan di lima titik. Satu titik, khusus untuk guru dan petugas sekolah. Empat titik itu, untuk parkir kendaraan siswa. Sehingga, mereka pun saat datang parkirkan motornya tidak sampai berkerumun.

”Termasuk waktunya pulang, kami beri jeda antar kelas. Nanti digilir ruang kelas dekat parkir lebih dulu keluar kelas, terus selang 2 sampai 5 menit, giliran siswa ruang kelas lainnya,” kata Mujiono, kepala SMPN 1 Lumbang.

Mujiono menambahkan, ada sekitar 100 siswa yang masuk belajar tatap muka di sekolah kemarin. Mereka kelas VII semua. Keesokan harinya giliran kelas VIII dan hari ketiga giliran siswa kelas IX. Karena, kelas VII, VIII dan IX masing-masing ada 4 kelas (rombel). Karena pandemi Covid-19, pembelajaran dipecah jadi 8 ruang kelas.

”Kami juga sudah pilah guru yang bisa mengajar di sekolah. dari 20 guru, hanya 8 guru yang dari zona hijau dan bisa mengajar tatap muka,” terangnya.

Nia Heni Oktavira, kelas VII SMPN 1 Lumbang mengatakan, orangtua dari rumah sudah ingatkan untuk pakai masker. Di sekolah, protokol kesehatan mulai dari masuk gerbang sekolah cek suhu, cuci tangan dan masker tidak boleh dilepas. ”Sudah lama ingin sekali bisa masuk sekolah di SMPN 1 Lumbang ini. sejak lulus SD, nunggu cukup lama untuk bisa rasakan sekolah tingkat SMP,” ujarnya. (mas/fun)

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Awal Mengeluh Greges, Nakes RSUD dr Saleh Positif Covid-19 Meninggal

Sumarsono meninggal setelah sempat dirawat selama 7 hari di RSUD dr Moh Saleh.

Hendak Parkir, Truk Tertabrak Motor di Nguling

Saat berbelok ke arah utara, sopir truk tak mengetahui ada motor melaju dari arah barat ke arah timur.

Guru Dituntut Kreatif Mengajar di Tengah Pandemi  

Di saat pandemi, tugas guru tidak hanya sebagai pengajar tapi juga pembelajar, karena harus menemukan ide kreatif agar pembelajaran tetap menyenangkan.

Kali Wrati Masih Tercemar, Dewan Soroti Pengalihan Limbah

Polemik limbah yang mencemari sungai Wrati di Kecamatan Beji belum berakhir.

Perbaikan Jalan di Kab Probolinggo Dilanjut Hingga Akhir Tahun

Adanya perbaikan tersebut tidak terlepas dari adanya perubahan anggaran (P-APBD) yang dilakukan pihak PUPR