alexametrics
27.1 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

Maulid Nabi, Buah Impor di Probolinggo Lebih Banyak Diburu

MAYANGAN, Radar Bromo – Memasuki Maulid Nabi Muhammad SAW., permintaan buah segar, khususnya buah impor di Kota Probolinggo, meningkat. Permintaannya semakin meningkat sejak Sabtu (24/10) lalu. Serta, diperkirakan masih akan tetap ramai sampai hari ini.

“Sekarang memang ramai untuk penjualan buah menjelang Maulid Nabi. Tapi, kalau dibandingkan tahun lalu masih kalah ramai. Kalau sekarang masih ramai. Penjualan terutama dalam kemasan kardus, kalau yang dalam parsel sepi,” ujar agen buah di Kota Probolinggo, Ema Riyantono.

Warga Keluahan Sukabumi/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, ini mengatakan, dibandingkan tahun lalu, ada segmen penjualan yang jauh berkurang. Yaitu, penjualan buah dalam parsel khusus untuk Maulid Nabi.

“Parsel buah Maulid Nabi ini djual dengan harga Rp 85 ribu sampai Rp 90 ribu. Parsel buah, tahun lalu banyak dipesan pelajar untuk peringatan Maulid Nabi, sehari bisa jual sampai 300 parsel. Tetapi, karena sekarang tidak ada kegiatan sekolah, penjualannya sepi,” ujarnya.

Menjelang Maulid Nabi, buah yang banyak diminta pembeli adalah buah impor. Seperti pir dan anggur. “Harga anggur sekarang murah, kisaran Rp 25 ribu per kilogram. Sedangkan, pir Rp 18 ribu. Ini banyak dicari orang,” ujarnya.

Evi Indriyani, pedagang buah di Sentra PKL Buah Mastrip, juga mengakui penjualan buah cukup ramai menjelang Maulid Nabi. Namun, masih jauh dibandingkan tahun lalu. “Tahun lalu dalam sehari bisa dapat omzet Rp 4 juta. Sekarang ditempatkan di sentra kisaran Rp 1 juta,” ujarnya.

Menjelang Maulid Nabi, tidak semua jenis buah banyak diburu pembeli. Buah yang banyak dicari adalah jenis buah impor. “Seperti apel, pir, dan anggur. Buah jenis ini yang banyak dicari buat hantaran Maulid Nabi. Kalau buah lokal jarang dipakai buat hantaran,” ujarnya. (put/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo – Memasuki Maulid Nabi Muhammad SAW., permintaan buah segar, khususnya buah impor di Kota Probolinggo, meningkat. Permintaannya semakin meningkat sejak Sabtu (24/10) lalu. Serta, diperkirakan masih akan tetap ramai sampai hari ini.

“Sekarang memang ramai untuk penjualan buah menjelang Maulid Nabi. Tapi, kalau dibandingkan tahun lalu masih kalah ramai. Kalau sekarang masih ramai. Penjualan terutama dalam kemasan kardus, kalau yang dalam parsel sepi,” ujar agen buah di Kota Probolinggo, Ema Riyantono.

Warga Keluahan Sukabumi/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, ini mengatakan, dibandingkan tahun lalu, ada segmen penjualan yang jauh berkurang. Yaitu, penjualan buah dalam parsel khusus untuk Maulid Nabi.

“Parsel buah Maulid Nabi ini djual dengan harga Rp 85 ribu sampai Rp 90 ribu. Parsel buah, tahun lalu banyak dipesan pelajar untuk peringatan Maulid Nabi, sehari bisa jual sampai 300 parsel. Tetapi, karena sekarang tidak ada kegiatan sekolah, penjualannya sepi,” ujarnya.

Menjelang Maulid Nabi, buah yang banyak diminta pembeli adalah buah impor. Seperti pir dan anggur. “Harga anggur sekarang murah, kisaran Rp 25 ribu per kilogram. Sedangkan, pir Rp 18 ribu. Ini banyak dicari orang,” ujarnya.

Evi Indriyani, pedagang buah di Sentra PKL Buah Mastrip, juga mengakui penjualan buah cukup ramai menjelang Maulid Nabi. Namun, masih jauh dibandingkan tahun lalu. “Tahun lalu dalam sehari bisa dapat omzet Rp 4 juta. Sekarang ditempatkan di sentra kisaran Rp 1 juta,” ujarnya.

Menjelang Maulid Nabi, tidak semua jenis buah banyak diburu pembeli. Buah yang banyak dicari adalah jenis buah impor. “Seperti apel, pir, dan anggur. Buah jenis ini yang banyak dicari buat hantaran Maulid Nabi. Kalau buah lokal jarang dipakai buat hantaran,” ujarnya. (put/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/