alexametrics
29.5 C
Probolinggo
Sunday, 22 May 2022

As Roda Patah, Gandengan Truk Terguling, Tetes Tebu Tercecer

GENDING, Radar Bromo-Jalanan raya Bentar masuk Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo Minggu pagi (27/6) dipenuhi tetes tebu. Itu setelah gandengan truk muat tetes tebu terguling di ruas jalan setempat.

Selain memenuhi jalanan, tetes tebu itu juga meluber ke selokan. Serta rumah warga di RT 4/ RW 1. Sejumlah warga pun tak sedikit menampung tetes tebu yang tumpah ke jalan itu. Ada yang mengenakan ember, hingga menampungnya ke jeriken.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 08.30. Abdullah, 43 warga sekitar menerangkan, truk gandeng muat tetes tebu itu melaju dari barat ke timur.

Saat sampai di lokasi kejadian, roda depan pada gandengan truk patah. Alhasil gandengan truk itu pun oleng. Lantas truk terguling ke kiri jalan.

Tangki gandengan yang muat tetes tebu pun rusak setelah membentur jalan. Tetes tebu itu pun tercecer memenuhi jalanan. “Jadi as rodanya patah. Sehingga, gandenganya terguling yang mengakibatkan bagian penutup tetesnya rusak. Dan tetes tebunya tumpah kemana-mana,” kata Abdullah.

Sementara itu, Rohim, 38 salah satu pengurus kendaraan pada PT ASM yang ditemui di lokasi kejadian membenarkan bahwa kecelakaan itu terjadi karena patahnya as roda pada gandengan truk.

Menurutnya masing masing tangki pada truk bermuatan 17 ton tetes tebu. Tetes itu dari Madiun hendak di kirimkan ke PT Sasa di Gending sebagai bahan baku. Namun, dalam perjalanan, as bagian depan gandengan patah.

“Untuk tangki yang satunya lagi sudah sampai di PT Sasa. Ini gandenganya yang ditinggal lantaran alami patah as. Selanjutnya gandenganya ini akan kami bawa ke garasi yang ada di Malang,” katanya.

Disinggung mengenai kerugian, Rohim menernagkan bahwa untuk kerugian tetes tebunya yakni Rp 68 juta. Sebab tiap kilonya Rp 4 ribu. Satu tangki truk gandeng yang patah dan tumpah terisi 17 ton.

“Jadi tinggal dikalikan saja 17 ton kali 4 ribu perkilonya. Itu untuk kerugian tetesnya saja, belum terhitung kendaraanya,” tambahnya.

Pihak perusahaan sendiri tengah mengirimkan satu truk tangki lagi ke PT Sasa yang masih dalam perjalan. Sementara untuk 17 ton tetes yang sudah meluber, tidak diambil kembali. “Gak papa, sudah diserahkan warga. Sekaligus warga bantu membersihkan. Untuk dari sasanya tidak ada masalah. Sebab belum dibayar. Baru dibayar ketika barangnya sudah sampai,” tambahnya. (rpd/mie)

 

GENDING, Radar Bromo-Jalanan raya Bentar masuk Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo Minggu pagi (27/6) dipenuhi tetes tebu. Itu setelah gandengan truk muat tetes tebu terguling di ruas jalan setempat.

Selain memenuhi jalanan, tetes tebu itu juga meluber ke selokan. Serta rumah warga di RT 4/ RW 1. Sejumlah warga pun tak sedikit menampung tetes tebu yang tumpah ke jalan itu. Ada yang mengenakan ember, hingga menampungnya ke jeriken.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 08.30. Abdullah, 43 warga sekitar menerangkan, truk gandeng muat tetes tebu itu melaju dari barat ke timur.

Saat sampai di lokasi kejadian, roda depan pada gandengan truk patah. Alhasil gandengan truk itu pun oleng. Lantas truk terguling ke kiri jalan.

Tangki gandengan yang muat tetes tebu pun rusak setelah membentur jalan. Tetes tebu itu pun tercecer memenuhi jalanan. “Jadi as rodanya patah. Sehingga, gandenganya terguling yang mengakibatkan bagian penutup tetesnya rusak. Dan tetes tebunya tumpah kemana-mana,” kata Abdullah.

Sementara itu, Rohim, 38 salah satu pengurus kendaraan pada PT ASM yang ditemui di lokasi kejadian membenarkan bahwa kecelakaan itu terjadi karena patahnya as roda pada gandengan truk.

Menurutnya masing masing tangki pada truk bermuatan 17 ton tetes tebu. Tetes itu dari Madiun hendak di kirimkan ke PT Sasa di Gending sebagai bahan baku. Namun, dalam perjalanan, as bagian depan gandengan patah.

“Untuk tangki yang satunya lagi sudah sampai di PT Sasa. Ini gandenganya yang ditinggal lantaran alami patah as. Selanjutnya gandenganya ini akan kami bawa ke garasi yang ada di Malang,” katanya.

Disinggung mengenai kerugian, Rohim menernagkan bahwa untuk kerugian tetes tebunya yakni Rp 68 juta. Sebab tiap kilonya Rp 4 ribu. Satu tangki truk gandeng yang patah dan tumpah terisi 17 ton.

“Jadi tinggal dikalikan saja 17 ton kali 4 ribu perkilonya. Itu untuk kerugian tetesnya saja, belum terhitung kendaraanya,” tambahnya.

Pihak perusahaan sendiri tengah mengirimkan satu truk tangki lagi ke PT Sasa yang masih dalam perjalan. Sementara untuk 17 ton tetes yang sudah meluber, tidak diambil kembali. “Gak papa, sudah diserahkan warga. Sekaligus warga bantu membersihkan. Untuk dari sasanya tidak ada masalah. Sebab belum dibayar. Baru dibayar ketika barangnya sudah sampai,” tambahnya. (rpd/mie)

 

MOST READ

BERITA TERBARU

/