alexametrics
29.8 C
Probolinggo
Tuesday, 28 June 2022

3.979 Warga di Kota Probolinggo Belum Kantongi KTP

KANIGARAN, Radar Bromo- Warga wajib kartu tanda penduduk (KTP) di Kota Probolinggo mencapai 176.832 orang. Namun, dari jumlah itu masih ada 3.979 warga yang belum mengantongi KTP. Sekitar 172.853 orang atau 97 persen sudah mengantongi.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Probolinggo Sukam mengatakan, warga yang belum memiliki KTP beragam alasan. Ada yang memang belum melakukan perekaman, ada juga yang meninggal dunia, tapi tidak segera dilaporkan oleh pihak keluarga. Ada juga yang karena memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda.

“Bagi yang punya NIK ganda, biasanya mereka sudah punya KTP, tapi NIK lainnya tidak segera dilaporkan. Jadi, munculnya NIK itu belum melakukan perekaman,” ujarnya.

Sukam berharap warga yang merasa belum memiliki KTP atau NIK ganda, segera melakukan perekaman atau melapor ke Dispendukcapil. Masyarakat tidak akan dipungut biaya apapun. Cukup membawa dokumen yang dibutuhkan, seperti kartu keluarga dan akta kelahiran.

“Nanti ada petugas yang membantu. Pengurusan KTP saat ini mudah dan cepat. Bahkan, mereka bisa menunggu hingga KTP jadi,” jelas Sukam. (riz/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo- Warga wajib kartu tanda penduduk (KTP) di Kota Probolinggo mencapai 176.832 orang. Namun, dari jumlah itu masih ada 3.979 warga yang belum mengantongi KTP. Sekitar 172.853 orang atau 97 persen sudah mengantongi.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Probolinggo Sukam mengatakan, warga yang belum memiliki KTP beragam alasan. Ada yang memang belum melakukan perekaman, ada juga yang meninggal dunia, tapi tidak segera dilaporkan oleh pihak keluarga. Ada juga yang karena memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda.

“Bagi yang punya NIK ganda, biasanya mereka sudah punya KTP, tapi NIK lainnya tidak segera dilaporkan. Jadi, munculnya NIK itu belum melakukan perekaman,” ujarnya.

Sukam berharap warga yang merasa belum memiliki KTP atau NIK ganda, segera melakukan perekaman atau melapor ke Dispendukcapil. Masyarakat tidak akan dipungut biaya apapun. Cukup membawa dokumen yang dibutuhkan, seperti kartu keluarga dan akta kelahiran.

“Nanti ada petugas yang membantu. Pengurusan KTP saat ini mudah dan cepat. Bahkan, mereka bisa menunggu hingga KTP jadi,” jelas Sukam. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/