Kelebihan Muatan, Kapal Neyalan Gili Ketapang Karam  

SUMBERASIH, Radar Bromo– Satu unit kapal milik warga Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, Rabu (27/5) karam. Syukur, tujuh orang yang berada di atas kapal penyeberangan itu berhasil diselamatkan. Termasuk sekitar 5 ton ikan yang dibawa.

Kasatpolair Polres Probolinggo AKP Slamet Prayitno mengatakan, kapal yang karam sekitar pukul 10.00, itu diduga karena kelebihan muatan. Karena biasanya selain dipakai untuk kapal penumpang, juga membawa sejumlah barang muatan.

Saat itu kapal milik Busar, warga Desa Gili Ketapang, itu mengangkut ikan seberat 5 ton dari Desa Gili Ketapang. Rencananya, ikan itu akan dijual di Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan, Kota Probolinggo. “Kapal itu karam 3 mil dari bibir Pantai Pelabuhan Tanjung Tembaga Mayangan,” ujarnya.

Beruntung saat kapal itu hendak karam, sejumlah kapal lainya yang juga sedang melintas segera menolongnya. Tujuh penumpang, dua di antaranya anak buah kapal (ABK) dan lima lainya pemilik ikan berhasil ditolong. Sementera, kapal yang karam ditarik oleh sejumlah kapal penyeberangan lainnya ke pelabuhan.

Hal senada diungkapkan Kepala Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Suparyono. Menurutnya, kapal itu hendak mengantarkan sejumlah pedagang ikan beserta ikan yang akan dijual ke pelabuhan. “Saya tidak tahu persis apakah seluruh ikan yang dibawa hilang atau tidak. Yang jelas, jika hilang kerugian ikan yang kabarnya mencapai 5 ton itu, sekitar Rp 70 juta. Ikan itu milik perorangan,” ujarnya.

Kata Suparyono, diduga kapal itu karam karena kelebihan muatan. “Barangnya terlalu banyak di depan, sementara di bagian belakang sedikit. Selanjutnya, terkena ombak sehingga kapal yang miring akhirnya karam,” jelasnya.

Sekitar pukul 10.45, kapal berhasil dievakuasi ke Pelabuhan Tanjung Tembaga Mayangan. Namun, korban belum bisa dikonfirmasi terkait kejadian ini. Termasuk  mengenai barang apa saja yang tidak bisa diselamatkan serta kerugiannya. (rpd/rud)