alexametrics
28.6 C
Probolinggo
Tuesday, 24 May 2022

Pemkot Probolinggo Kesulitan Tertibkan PKL di Jl Basuki Rahmat

MAYANGAN, Radar Bromo- Upaya penertiban pedagang kaki lima (PKL) buah yang berjualan di badan Jalan Basuki Rahmat, Kota Probolinggo, tidak mudah. Alasannya, mayoritas pedagang berasal dari luar Kota Probolinggo.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, PKL buah tampak memadati Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan. Mulai dari depan SDN Mangunharjo 2 ke arah timur hingga depan Pasar Mangunharjo. Mereka berjualan menggunakan sisi kanan dan kiri badan jalan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, mayoritas PKL itu bukan warga Kota Probolinggo. Mereka ada yang berasal dari Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo. Karena itu, pihaknya tidak bisa memberikan lokasi untuk berjualan.

Hanya sebagian yang berasal dari Kota Probolinggo. Bagia mereka, pihaknya menyediakan lokasi berjualan. Meski sebenarnya, sebagian mereka sudah memiliki bedak di Pasar Gotong Royong dan Pasar Wonoasih.

Penertibannya, kata Fitri, menjadi tanggung jawab Satpol PP selaku penegak peraturan daerah (perda). Karena, mereka berjualan menggunakan badan jalan. Pihaknya berharap para PKL mematuhi aturan.

“Mereka diberi lokasi untuk berjualan, ya tidak mau. Jadi, selanjutnya Satpol PP yang bertindak terkait lokasi berjualan menggunakan badan jalan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman mengatakan, penertiban telah rutin dilakukan. Awalnya, pedagang biasanya patuh saat diminta tidak berjualan di lokasi terlarang. Tetapi, setelah petugas pergi, mereka kembali ke tempat semula.

“Coba tanyakan ke mereka kenapa kok kembali lagi. Padahal, itu jelas melanggar dan tidak boleh dilakukan. Berjualan di badan jalan mengganggu ketertiban,” ujarnya.

Salah seorang PKL buah yang enggan disebutkan namanya mengaku, sengaja berjualan di Jalan Basuki Rahmat. Karena, di sini dagangannya laris. Banyak masyarakat yang melintas berhenti untuk membeli.

“Kalau di sini kan kumpul sama PKL buah lainnya dan keliatan orang yang melintas. Jadi ramai yang beli. Kalau disuruh pindah dari sini, ya jelas keberatan,” ujarnya. (riz/rud)

MAYANGAN, Radar Bromo- Upaya penertiban pedagang kaki lima (PKL) buah yang berjualan di badan Jalan Basuki Rahmat, Kota Probolinggo, tidak mudah. Alasannya, mayoritas pedagang berasal dari luar Kota Probolinggo.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, PKL buah tampak memadati Jalan Basuki Rahmat, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan. Mulai dari depan SDN Mangunharjo 2 ke arah timur hingga depan Pasar Mangunharjo. Mereka berjualan menggunakan sisi kanan dan kiri badan jalan.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kota Probolinggo Fitriawati mengatakan, mayoritas PKL itu bukan warga Kota Probolinggo. Mereka ada yang berasal dari Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Probolinggo. Karena itu, pihaknya tidak bisa memberikan lokasi untuk berjualan.

Hanya sebagian yang berasal dari Kota Probolinggo. Bagia mereka, pihaknya menyediakan lokasi berjualan. Meski sebenarnya, sebagian mereka sudah memiliki bedak di Pasar Gotong Royong dan Pasar Wonoasih.

Penertibannya, kata Fitri, menjadi tanggung jawab Satpol PP selaku penegak peraturan daerah (perda). Karena, mereka berjualan menggunakan badan jalan. Pihaknya berharap para PKL mematuhi aturan.

“Mereka diberi lokasi untuk berjualan, ya tidak mau. Jadi, selanjutnya Satpol PP yang bertindak terkait lokasi berjualan menggunakan badan jalan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman mengatakan, penertiban telah rutin dilakukan. Awalnya, pedagang biasanya patuh saat diminta tidak berjualan di lokasi terlarang. Tetapi, setelah petugas pergi, mereka kembali ke tempat semula.

“Coba tanyakan ke mereka kenapa kok kembali lagi. Padahal, itu jelas melanggar dan tidak boleh dilakukan. Berjualan di badan jalan mengganggu ketertiban,” ujarnya.

Salah seorang PKL buah yang enggan disebutkan namanya mengaku, sengaja berjualan di Jalan Basuki Rahmat. Karena, di sini dagangannya laris. Banyak masyarakat yang melintas berhenti untuk membeli.

“Kalau di sini kan kumpul sama PKL buah lainnya dan keliatan orang yang melintas. Jadi ramai yang beli. Kalau disuruh pindah dari sini, ya jelas keberatan,” ujarnya. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/