alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Antisipasi Banjir Susulan, Bersihkan Sampah Sungai Legundi

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

WONOASIH, Radar Bromo – Sungai Legundi yang meluap dan menyebabkan banjir di selatan Kota Probolinggo, langsung dibersihkan. Pembersihan dilakukan, Sabtu (27/2) untuk mengantisipasi banjir susulan yang mungkin terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menjelaskan, banjir yang terjadi pada Jumat (26/2) siang itu merupakan banjir kiriman. Banjir terjadi setelah daerah selatan Kabupaten Probolinggo hujan lebat.

“Jadi di sekitar Krucil, Bantaran dan wilayan Selatan Kabupaten Probolinggo kemarin siang hujan lebat,” katanya.

Akibatnya, sekitar pukul 15.00 debit air sungai Legundi naik. Disertai sejumlah material yang terbawa arus ke sungai Legundi. Mulai potongan kayu dan pohon, akar bambu dan barongan, juga pohon pisang. Bahkan, ada jembatan yang terbuat dari bambu ikut terbawa arus.

Material itu bahkan nyangkut di beberapa jembatan yang ada di sungai Legundi. Dan akibatnya, air sungai Legundi melupas pukul 16.00 sampai 18.00. Luapan air lantas masuk ke sawah dan permukiman dan menyebabkan banjir.

Sungai Legundi Probolinggo Meluap, Air Masuk Rumah Warga Kareng Lor

“Yang paling parah yaitu banjir di RT 1 dan 2 pada RW 3 Kelurahan/Kecamatan kedopok. Selain itu luapan air juga masuk ke rumah warga di Kareng Lor dan Sumber Wetan. Namun, yang paling parah di dua RT itu,” tambah Sugito.

Bahkan, di sana petugas harus mengevakuasi tujuh KK dengan perahu karet saat banjir terjadi. Sebab, ketinggian air mencapai 1 – 1,5 meter.

“Ada satu warga dari tujuh KK itu yang sedang hamil tua. Karena itu, begitu dievakuasi langsung kami periksakan ke tempat kesehatan. Alhamdulilah kondisinya sehat,” katanya.

Saat ini menurutnya, pihaknya tengah mendata dampak banjir. Termasuk, rumah-rumah warga yang terdampak.

Karena itu, sampah yang menumpuk di sungai Legundi langsung dibersihkan kemarin. Sejumlah pihak terlibat dalam penanganan pascabanjir itu. Mulai TNI-Polri, lurah hingga camat, Dinsos dan Tagana, Satpol PP dan Damkar, Dinas PUPR Perkim, Dinkes dan PMI, termasuk BPBD.

Kemarin, Dinas PUPR Perkim menurunkan alat berat untuk membersihkan sampah di sungai Legundi. Petugas juga menelusuri sejumlah titik sungai yang tertutup sampah dan diduga menjadi penyebab sungai meluap.

“Pembersihan sampah di sungai Legundi tidak bisa selesai sehari. Butuh waktu dua sampai tiga hari untuk membersihkan sejumlah titik. Dengan catatan kondisi cuaca mendukung,” lanjut Sugito.

Kemarin misalnya, pembersihan dilakukan di simpang tiga Jl Duku yang mengakibatkan RT 1-2 pada RW 3 terendam. Sebanyak 10 truk lebih mengangkut sampah dari sana. “Itu baru sampah di satu titik. Belum titik lain,” katanya.

Selain itu, PDAM mendatangi warga yang membutuhkan air bersih. Kemudian, Damkar menyiram jalan-jalan penuh lumpur agar tidak licin, Dinkes mengecek kesehatan warga dan tim Tagana membuat dapur umum.

“Jadi bagi warga yang belum sempat masak untuk siang dan malam hari akibat sibuk membersihkan rumahnya, kita bantu makan dari dapur umum,” tambahnya. (rpd/hn)

Mobile_AP_Rectangle 1

WONOASIH, Radar Bromo – Sungai Legundi yang meluap dan menyebabkan banjir di selatan Kota Probolinggo, langsung dibersihkan. Pembersihan dilakukan, Sabtu (27/2) untuk mengantisipasi banjir susulan yang mungkin terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Sugito Prasetyo menjelaskan, banjir yang terjadi pada Jumat (26/2) siang itu merupakan banjir kiriman. Banjir terjadi setelah daerah selatan Kabupaten Probolinggo hujan lebat.

“Jadi di sekitar Krucil, Bantaran dan wilayan Selatan Kabupaten Probolinggo kemarin siang hujan lebat,” katanya.

Mobile_AP_Half Page

Akibatnya, sekitar pukul 15.00 debit air sungai Legundi naik. Disertai sejumlah material yang terbawa arus ke sungai Legundi. Mulai potongan kayu dan pohon, akar bambu dan barongan, juga pohon pisang. Bahkan, ada jembatan yang terbuat dari bambu ikut terbawa arus.

Material itu bahkan nyangkut di beberapa jembatan yang ada di sungai Legundi. Dan akibatnya, air sungai Legundi melupas pukul 16.00 sampai 18.00. Luapan air lantas masuk ke sawah dan permukiman dan menyebabkan banjir.

Sungai Legundi Probolinggo Meluap, Air Masuk Rumah Warga Kareng Lor

“Yang paling parah yaitu banjir di RT 1 dan 2 pada RW 3 Kelurahan/Kecamatan kedopok. Selain itu luapan air juga masuk ke rumah warga di Kareng Lor dan Sumber Wetan. Namun, yang paling parah di dua RT itu,” tambah Sugito.

Bahkan, di sana petugas harus mengevakuasi tujuh KK dengan perahu karet saat banjir terjadi. Sebab, ketinggian air mencapai 1 – 1,5 meter.

“Ada satu warga dari tujuh KK itu yang sedang hamil tua. Karena itu, begitu dievakuasi langsung kami periksakan ke tempat kesehatan. Alhamdulilah kondisinya sehat,” katanya.

Saat ini menurutnya, pihaknya tengah mendata dampak banjir. Termasuk, rumah-rumah warga yang terdampak.

Karena itu, sampah yang menumpuk di sungai Legundi langsung dibersihkan kemarin. Sejumlah pihak terlibat dalam penanganan pascabanjir itu. Mulai TNI-Polri, lurah hingga camat, Dinsos dan Tagana, Satpol PP dan Damkar, Dinas PUPR Perkim, Dinkes dan PMI, termasuk BPBD.

Kemarin, Dinas PUPR Perkim menurunkan alat berat untuk membersihkan sampah di sungai Legundi. Petugas juga menelusuri sejumlah titik sungai yang tertutup sampah dan diduga menjadi penyebab sungai meluap.

“Pembersihan sampah di sungai Legundi tidak bisa selesai sehari. Butuh waktu dua sampai tiga hari untuk membersihkan sejumlah titik. Dengan catatan kondisi cuaca mendukung,” lanjut Sugito.

Kemarin misalnya, pembersihan dilakukan di simpang tiga Jl Duku yang mengakibatkan RT 1-2 pada RW 3 terendam. Sebanyak 10 truk lebih mengangkut sampah dari sana. “Itu baru sampah di satu titik. Belum titik lain,” katanya.

Selain itu, PDAM mendatangi warga yang membutuhkan air bersih. Kemudian, Damkar menyiram jalan-jalan penuh lumpur agar tidak licin, Dinkes mengecek kesehatan warga dan tim Tagana membuat dapur umum.

“Jadi bagi warga yang belum sempat masak untuk siang dan malam hari akibat sibuk membersihkan rumahnya, kita bantu makan dari dapur umum,” tambahnya. (rpd/hn)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2