alexametrics
24.9 C
Probolinggo
Tuesday, 17 May 2022

Usai Direlokasi, Banyak PKL Balik ke Belakang Eratex

KANIGARAN, Radar Bromo – Pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di belakang PT Eratex Djaja atau Jalan Supriyadi, Kota Probolinggo, telah direlokasi. Selasa (26/1), banyak pedagang yang kembali ke lokasi awal. Padahal, jarak tempat relokasi hanya sekitar 100 meter ke barat dari lokasi semula.

Kasi Ops Satpol PP Kota Probolinggo Hendra Kusuma mengatakan, PKL yang masih tetap berjualan di belakang PT Eratex, sebetulnya sudah sering ditertibkan. Mengingat, pemerintah sudah menyediakan tempat khusus untuk mereka berjualan. Yakni, di ruang terbuka hijau Jalan Brantas. Namun ketika petugas tidak ada, sejumlah PKL kembali ke lokasi semula.

Dengan jumlah personel sekitar 160, Hendra mengaku, saat ini anggotanya banyak dilibatkan dalam kegiatan penjagaan. Apalagi, dengan adanya pandemi Covid-19. Karenanya, fokus petugas di lapangan masih terpecah.

“Jumlah petugas sebetulnya sudah cukup. Namun karena pandemi ini, kami diminta menjaga di sejumlah titik. Sehingga, petugas masih terfokus pada pos masing-masing. Seperti di sejumlah fasilitas umum. Taman Maramis dan Gladak Serang, untuk menjaga agar masyarakat tidak berkerumun. Kemudian, penjagaan di rusunawa dan tempat karantina di Puskesmas Wonoasih. Termasuk kegiatan operasi yustisi,” ujarnya, kemarin.

Karenanya, menurutnya, untuk kegiatan di luar korona kurang maksimal. “Jadi karena padatnya agenda penjagaan pos, bahkan hampir 24 jam, maka untuk penertiban di luar Covid kurang maksimal. Namun hal ini menjadi atensi kami. Sehingga, nantinya kami juga akan terus melakukan pemantauan penertiban pada PKL itu,” ujar Hendra. (rpd/rud)

KANIGARAN, Radar Bromo – Pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di belakang PT Eratex Djaja atau Jalan Supriyadi, Kota Probolinggo, telah direlokasi. Selasa (26/1), banyak pedagang yang kembali ke lokasi awal. Padahal, jarak tempat relokasi hanya sekitar 100 meter ke barat dari lokasi semula.

Kasi Ops Satpol PP Kota Probolinggo Hendra Kusuma mengatakan, PKL yang masih tetap berjualan di belakang PT Eratex, sebetulnya sudah sering ditertibkan. Mengingat, pemerintah sudah menyediakan tempat khusus untuk mereka berjualan. Yakni, di ruang terbuka hijau Jalan Brantas. Namun ketika petugas tidak ada, sejumlah PKL kembali ke lokasi semula.

Dengan jumlah personel sekitar 160, Hendra mengaku, saat ini anggotanya banyak dilibatkan dalam kegiatan penjagaan. Apalagi, dengan adanya pandemi Covid-19. Karenanya, fokus petugas di lapangan masih terpecah.

“Jumlah petugas sebetulnya sudah cukup. Namun karena pandemi ini, kami diminta menjaga di sejumlah titik. Sehingga, petugas masih terfokus pada pos masing-masing. Seperti di sejumlah fasilitas umum. Taman Maramis dan Gladak Serang, untuk menjaga agar masyarakat tidak berkerumun. Kemudian, penjagaan di rusunawa dan tempat karantina di Puskesmas Wonoasih. Termasuk kegiatan operasi yustisi,” ujarnya, kemarin.

Karenanya, menurutnya, untuk kegiatan di luar korona kurang maksimal. “Jadi karena padatnya agenda penjagaan pos, bahkan hampir 24 jam, maka untuk penertiban di luar Covid kurang maksimal. Namun hal ini menjadi atensi kami. Sehingga, nantinya kami juga akan terus melakukan pemantauan penertiban pada PKL itu,” ujar Hendra. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/