alexametrics
25 C
Probolinggo
Thursday, 25 February 2021
Desktop_AP_Top Banner

Antisipasi Kenakalan Remaja, Stadion Bayuangga Bakal Dipasang CCTV

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

MAYANGAN, Radar Bromo – Keamanan di sekitar Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, mulai mendapatkan perhatian serius. Sebab, bila malam di sekitar tempat olahraga ini sering menjadi tempat kegiatan kurang baik. Seperti, balap liar, mabuk-mabukan, hingga pembobolan sejumlah stan milik cabang olahraga (cabor).

Karenanya, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisawata (Dispopar) Kota Probolinggo berencana melengkapi stadion ini dengan CCTV. Namun anggarannya masih akan diajukan dalam Perubahan ABPD 2021.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dispopar Kota Probolinggo Didit Irawan mengatakan, pemasangan CCTV di stadion sudah direncanakan sejak 2020. Namun akibat refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19, rencana itu tertunda. “Pada tahun lalu sudah kami rencanakan. Namun karena Covid maka ditunda,” ujarnya.

Tahun ini, Didit mengaku berencana mengajukan anggaran pemasangan CCTV melalui Perubahan APBD 2021. Ada tiga titik di Stadion Bayuangga yang akan dipasangi kamera pengintai. “Paling tidak harus dilakukan pemasangan di tiga titik di luar Stadion,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya CCTV, pengawasannya akan lebih mudah. Sehingga, aksi yang dianggap melanggar hukum dan melanggar norma sosial dapat dicegah. Seperti, melakukan pesta minuman keras, balap liar, atau bahkan pembobolan stan. Namun ketika ditanya soal besaran anggaranya, Didit enggan menyebutkan.

Adanya tindakan yang sering melanggar aturan di Stadion Bayungga, juga diungkapkan oleh Wahyudi, 33, warga sekitar. Menurutnya, setiap malam ada saja suara bising aksi saling blayer motor yang membuat warga terganggu. Karenanya, jika memang nantinya dipasang CCTV, minimal kegiatan di sekitas stadion akan lebih mudah terpantau. Sehingga, bila memang ada balap liar, petugas bisa langsung bertindak.

“Jika dipasang CCTV enak. Soalnya kadang malam-malam itu suara saling blayer seperti sedang balapan. Habis saling blayer langsung tancap gas. Anak saya yang balita akhirnya kaget dan nangis (terbangun),” ujar bapak dua anak tersebut. (rpd/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

MAYANGAN, Radar Bromo – Keamanan di sekitar Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, mulai mendapatkan perhatian serius. Sebab, bila malam di sekitar tempat olahraga ini sering menjadi tempat kegiatan kurang baik. Seperti, balap liar, mabuk-mabukan, hingga pembobolan sejumlah stan milik cabang olahraga (cabor).

Karenanya, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisawata (Dispopar) Kota Probolinggo berencana melengkapi stadion ini dengan CCTV. Namun anggarannya masih akan diajukan dalam Perubahan ABPD 2021.

Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga Dispopar Kota Probolinggo Didit Irawan mengatakan, pemasangan CCTV di stadion sudah direncanakan sejak 2020. Namun akibat refocusing anggaran untuk penanganan Covid-19, rencana itu tertunda. “Pada tahun lalu sudah kami rencanakan. Namun karena Covid maka ditunda,” ujarnya.

Mobile_AP_Half Page

Tahun ini, Didit mengaku berencana mengajukan anggaran pemasangan CCTV melalui Perubahan APBD 2021. Ada tiga titik di Stadion Bayuangga yang akan dipasangi kamera pengintai. “Paling tidak harus dilakukan pemasangan di tiga titik di luar Stadion,” ujarnya.

Menurutnya, dengan adanya CCTV, pengawasannya akan lebih mudah. Sehingga, aksi yang dianggap melanggar hukum dan melanggar norma sosial dapat dicegah. Seperti, melakukan pesta minuman keras, balap liar, atau bahkan pembobolan stan. Namun ketika ditanya soal besaran anggaranya, Didit enggan menyebutkan.

Adanya tindakan yang sering melanggar aturan di Stadion Bayungga, juga diungkapkan oleh Wahyudi, 33, warga sekitar. Menurutnya, setiap malam ada saja suara bising aksi saling blayer motor yang membuat warga terganggu. Karenanya, jika memang nantinya dipasang CCTV, minimal kegiatan di sekitas stadion akan lebih mudah terpantau. Sehingga, bila memang ada balap liar, petugas bisa langsung bertindak.

“Jika dipasang CCTV enak. Soalnya kadang malam-malam itu suara saling blayer seperti sedang balapan. Habis saling blayer langsung tancap gas. Anak saya yang balita akhirnya kaget dan nangis (terbangun),” ujar bapak dua anak tersebut. (rpd/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2