Tahun Ini Proyek Pasar Baru Dianggarkan Rp 19 Miliar

KANIGARAN, Radar Bromo – Pembangunan Pasar Baru Kota Probolinggo terus mendapatkan kucuran dana besar dari APBD Pemkot Probolinggo. Tahun ini Pemkot mengalokasikan Rp 19 miliar. Anggaran ini tidak termasuk anggaran manajemen konstruksi (MK) yang dianggarkan Rp 1,5 miliar.

“Untuk besaran anggatan MK Pasar Baru ditetapkan Rp 1,5 miliar. Sedangkan, untuk anggaran konstruksi Pasar Baru ditetapkan Rp 19 miliar,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (PUPR Perkim) Kota Probolinggo Agus Hartadi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPRD Kota Probolinggo, Kamis (23/1) lalu.

Disinggung mengenai kelanjutan pembangunan Pasar Baru pascaputus kontrak kontraktor sebelumnya, Agus Hartadi mengatakan, bahwa ada titik nol pembangunan Pasar baru. “Dimulai dari bagian yang terakhir diselesaikan oleh kontraktor yang putus kontrak,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, mantan kepala Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset (BPPKA) itu menjanjikan dokumen lelang proyek fisik di PUPR Perkim. Termasuk, dokumen untuk Pasar Baru bisa segera masuk ke Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo Agus Rianto meminta Dinas PUPR Perkim menyegerakan penyelesaian dokumen lelang MK Pasar Baru. Jika MK Pasar Baru bisa diselesaikan, maka bisa segera dilanjutkan dengan lelang konstruksi Pasar Baru. “Harus didahulukan untuk MK Pasar Baru. Agar lelang konstruksi Pasar Baru tidak terkatung-katung,” ujarnya.

Diketahui, pembangunan Pasar Baru Kota Probolinggo pada 2019 tidak selesai sesuai target. Pengejaannya yang dimulai pada Agustus, dinilai sebagai salah satu faktor keterlambatan penyelesain pembangunan. Begitu juga dengan kecelakaan kerja yang dialami pekerja konstuksi Pasar Baru, juga mendorong terlambatnya penyelesaian pembangunannya. (put/rud)