Awal 2020, 7 Warga Kota Probolinggo Kena DBD

MAYANGAN, Radar Bromo – Demam berdarah dengue (DBD) masih mengancam warga Kota Probolinggo. Memasuki awal 2020, ada tujuh warga yang terserang penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ini.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Probolinggo Eko Sudiwiharti mengatakan, dalam kurun waktu sebulan, ada tujuh warga yang positif terserang DBD. Agar jumlah penderita tidak meningkat, pihaknya telah melakukan pengasapan alias fogging.

“Jika ada penderita yang memenuhi kriteria terkena DBD, nanti baik puskesmas dan rumah sakit melaporkan ke Dinas Kesehatan. Oleh dinas kemudian dilaporkan kepada petugas di lapangan. Petugas lapangan akan mengecek epidemiologi ke daerah atau alamat pasien yang positif DBD,” ujarnya.

Dari hasil pengecekan dapat diketahui apakah ada orang yang serupa mengalami kriteria dengan pasien sebelumnya yang positif DBD. Juga dicek 100 meter dari area tersebut, apakah ada yang juga sakit panas dan kriteria sakit DBD.

Bila lebih dari 95 persen bebas jentik, berarti daerah itu tergolong aman. Atau, bila ada penderita lain yang sakit, ditambah hasil kajian lebih dari empat penderita, maka daerah itu bisa dikatakan perlu di-fogging.

Menurut Eko, dari tujuh penderita itu, daerah yang sudah dilakukan fogging di wilayah Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan. Katanya, banyaknya penderita DBD lebih disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga pola hidup bersih dan sehat.

Menurutnya, DBD ada karena faktor lingkungan. Bila masyarakatnya tidak sadar menjaga kebersihan, maka berpotensi menumbuhkan DBD. Karenanya, pihaknya selalu mengimbau warga rutin membersihkan selokan dan penampungan air.

“Sosialisasi dan imbauan terus kami lakukan. Baik melalui kader jumantik dan lainnya terkait dengan kebersihan lingkungan. Termasuk rutin membersihkan selokan, penampungan air, dan bak mandi,” ujarnya. (rpd/rud)