JLS Kota Pasuruan Banyak Berlubang-Bergelombang, Begini Respons DPRD

PASURUAN, Radar Bromo - Pengalihan arus kendaraan dampak perbaikan jembatan Bokwedi Kota Pasuruan, mendapatkan perhatian DPRD Kota Pasuruan.
Dewan meminta Jalur Lingkar Selatan (JLS) yang menjadi jalur alternatif diperbaiki, sehingga pengguna jalan tetap aman saat melintas.
Diketahui, sejak April lalu, ruas Jalur Pantura Kota Pasuruan di jalan Ir Juanda, ditutup. Kendaraan dari Probolinggo menuju Surabaya dan sebaliknya serta dari arah Malang ke Probolinggo atau sebaliknya, dialihkan lewat JLS.
Akibatnya, volume kendaraan di JLS meningkat. Ternyata, kini kondisi JLS bergelombang.
Ketua Komisi III DPRD Kota Pasuruan Suci Mardiko mengatakan, pihaknya sudah meminta kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Jatim Bali, agar JLS diperbaiki, sehingga kondisi jalan nasional itu bisa aman dan nyaman digunakan.
Pihaknya melihat kondisi JLS saat ini cukup membahayakan. Sejumlah titik jalan bergelombang dan berlubang.
Kerusakan ini tidak terlepas dari beban kendaraan akibat kepadatan yang cukup tinggi selama pengalihan arus lalu lintas.
“Kami sudah sampaikan ke BBPJN Jatim Bali saat kunjungan ke kantor mereka di Sidoarjo. Mereka menyanggupi dan siap memperbaiki," ujarnya.
Beberapa waktu lalu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN VIII Jatim Bali Dwi Bagus mengatakan, perbaikan Jembatan Bokwedi terus dikebut.
Jika tidak ada kendala, awal September, perbaikannya bisa rampung, sehingga bisa kembali difungsikan seperti semula.



