alexametrics
29C
Probolinggo
Thursday, 22 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Hindari Lubang, Warga Tuban Tewas Terlindas Truk di Banjarsari

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

SUMBERASIH,Radar Bromo – Jalan berlubang di jembatan Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, makan korban. Sabtu (26/12), sekitar pukul 06.20, warga Desa Sumurjalak, Kabupaten Tuban, Sunarto, 30, tewas terlindas truk setelah sebelumnya berusaha menghindari jalan berlubang.

Mistar, 50, warga sekitar lokasi yang saat itu bertugas menyeberangkan warga di sekitar Masjid Raudlatul Muttaqin, Banjarsari, mengatakan sekitar pukul 06.20, ada pengendara motor Honda Vario yang melaju dari barat. Karena jalan mulai menyempit di jembatan, pengendara motor yang berboncengan itu oleng. Diduga karena menghindari jalan berlubang.

“Sepertinya mengantuk, sehingga motor yang dikendarainya keluar atau turun dari aspal. Kemudian, pengemudinya mencoba menghindari lubang di pinggir jalan. Akhirnya, motornya terjatuh,” ujarnya.

Ketika motor oleng, pemotor yang kemudian diketahui bernama Sunarto itu, jatuh ke kanan. Sedangkan, rekannya yang dibonceng, Fatkhur Rifan, 31, warga Sidogiri, Kraton, Pasuruan, jatuh ke kiri. Nahas, Sunarto terlidas truk yang tepat melaju di belakangnya. Akibatnya, bagian rusuk dan perut korban remuk.

“Sepertinya remuk dalam. Soalnya bagian perut tidak sampai pecah atau keluar. Jadi yang nyetir meninggal di lokasi, sementara rekan yang diboncengnya luka ringan. Keduanya dibawa ke rumah sakit,” jelas Mistar.

Saat ditemui di kamar jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo, Fatkhur Rifan tampak lemas dan shock. Bahkan, ia sempat meminta bantuan kepada sejumlah warga untuk membangunkan temannya yang terbujur di kamar jenazah. “Mas, tolong teman saya, bangunkan. Dia masih hidup, tolong,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Ia mengaku bersama korban berangkat pagi-pagi hendak ke Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Di sana, mereka berencana menikmati wisata snorkeling. “Jadwalnya pukul 7 kami snorkeling, jadi Narto (korban) tidur dan nginap di rumah saya. Pagi kami berangkat ke Pulau Gili, tahunya jadi begini,” ujarnya.

Terkait musibah menjelang tahun baru ini belum mendapatkan pernyataan resmi dari Kanit Laka SatLantas Polres Probolinggo Kota Ipda Tohari. Hingga pukul 16.30, yang bersangkutan belum merespons permintaan konfirmasi dari Jawa Pos Radar Bromo. (rpd/rud)

Mobile_AP_Rectangle 1

SUMBERASIH,Radar Bromo – Jalan berlubang di jembatan Desa Banjarsari, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, makan korban. Sabtu (26/12), sekitar pukul 06.20, warga Desa Sumurjalak, Kabupaten Tuban, Sunarto, 30, tewas terlindas truk setelah sebelumnya berusaha menghindari jalan berlubang.

Mistar, 50, warga sekitar lokasi yang saat itu bertugas menyeberangkan warga di sekitar Masjid Raudlatul Muttaqin, Banjarsari, mengatakan sekitar pukul 06.20, ada pengendara motor Honda Vario yang melaju dari barat. Karena jalan mulai menyempit di jembatan, pengendara motor yang berboncengan itu oleng. Diduga karena menghindari jalan berlubang.

“Sepertinya mengantuk, sehingga motor yang dikendarainya keluar atau turun dari aspal. Kemudian, pengemudinya mencoba menghindari lubang di pinggir jalan. Akhirnya, motornya terjatuh,” ujarnya.

Mobile_AP_Half Page

Ketika motor oleng, pemotor yang kemudian diketahui bernama Sunarto itu, jatuh ke kanan. Sedangkan, rekannya yang dibonceng, Fatkhur Rifan, 31, warga Sidogiri, Kraton, Pasuruan, jatuh ke kiri. Nahas, Sunarto terlidas truk yang tepat melaju di belakangnya. Akibatnya, bagian rusuk dan perut korban remuk.

“Sepertinya remuk dalam. Soalnya bagian perut tidak sampai pecah atau keluar. Jadi yang nyetir meninggal di lokasi, sementara rekan yang diboncengnya luka ringan. Keduanya dibawa ke rumah sakit,” jelas Mistar.

Saat ditemui di kamar jenazah RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo, Fatkhur Rifan tampak lemas dan shock. Bahkan, ia sempat meminta bantuan kepada sejumlah warga untuk membangunkan temannya yang terbujur di kamar jenazah. “Mas, tolong teman saya, bangunkan. Dia masih hidup, tolong,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Ia mengaku bersama korban berangkat pagi-pagi hendak ke Desa Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Di sana, mereka berencana menikmati wisata snorkeling. “Jadwalnya pukul 7 kami snorkeling, jadi Narto (korban) tidur dan nginap di rumah saya. Pagi kami berangkat ke Pulau Gili, tahunya jadi begini,” ujarnya.

Terkait musibah menjelang tahun baru ini belum mendapatkan pernyataan resmi dari Kanit Laka SatLantas Polres Probolinggo Kota Ipda Tohari. Hingga pukul 16.30, yang bersangkutan belum merespons permintaan konfirmasi dari Jawa Pos Radar Bromo. (rpd/rud)

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2