alexametrics
31C
Probolinggo
Friday, 22 January 2021

Kota Probolinggo Belum Siap Gelar Pembelajaran Tatap Muka

KANIGARAN,Radar Bromo – Semakin banyaknya warga yang terkonfirmasi postif Covid-19, membuat Pemkot Probolinggo makin enggan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka. Alasannya, demi melindungi masyarakat dari virus asal Wuhan, Tiongkok itu.

Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin mengatakan, melihat kondisi selama ini, belum bisa dilakukan pembelajaran tatap muka. Karena, jumlah pasien positif Covid-19 masih terus bertambah. Meski selama ini sudah dilaksanakan adaptasi kebiasaan normal baru.

Hadi juga mengaku masih mempertimbangkan soal wacana sekolah melaksanakan pembelajaran tatap muka pada awal tahun depan. “Fokus kami adalah kesehatan masyarakat. Jika harus melaksanakan sekolah tatap muka yang kebijakannya diserahkan kepada masing-masing daerah, kami tidak akan lakukan. Sebab, risikonya sangat besar sekali,” ujarnya, Selasa (24/11) lalu.

Menurutnya, meski nanti Kota Probolinggo berubah menjadi zona kuning dalam penyebaran Covid-19, pihaknya tetap tidak akan menggelar pembelajaran tatap muka. Alasannya, potensi penularan korona sangat tinggi.

Katanya, jika ada seorang murid tertular, pasti nantinya akan menulari seluruh isi rumah. “Selain itu, ketika anak dikarantina, masah si anak akan ditinggal sendiri. Paling tidak juga akan bersama dengan orang tuanya,” ujar Hadi.

Selain itu, dari hasil survei memang banyak wali murid yang menginginkan segera dilaksanakan pembelajaran tatap muka. Begitu juga dengan para pelajar. “Karena pembelajaran di sekolah bersama dengan rekan sebaya jauh lebih menyenangkan dibanding belajar di rumah. Namun, dari segi keamanan dari potensi penularan Covid-19, pembelajaran di rumah jelas lebih baik,” ujar politisi PKB tersebut.

Karenanya, pihaknya mengimbau agar masyarakat tetap patuh dan disiplin menerapkan protokol Kesehatan. Mulai dari memakai masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan menggunakan sabun.

“Daripada keselamatan kesehatan masyarakat terancam, lebih baik jangan. Ini juga langkah proteksi kami terhadap tenaga kesehatan untuk menghadapi pandemi Covid-19,” jelas Hadi.

Diketahui, sampai kemarin jumlah pasien postifi Covid-19 di Kota Probolinggo, mencapai 748 orang. Dari jumlah itu, 634 pasien sudah sembuh; 61 pasien masih menjalani perawatan; dan 53 pasien telah meninggal dunia. (rpd/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU