alexametrics
26.1 C
Probolinggo
Sunday, 29 November 2020

PWI Probolinggo Bangkit setelah 10 Tahun Vakum  

DRINGU, Radar Bromo Setelah sekitar 10 tahun vakum, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Probolinggo, kembali bangkit. Sabtu (24/10), PWI Perwakilan Probolinggo Persiapan, terbentuk.

Dalam Konferensi 1 di Ballroom Lila Catering, Kecamatan Dringu, itu H.A. Suyuti, terpilih sebagai ketua PWI Probolinggo Persiapan.

General Manager Jawa Pos Radar Bromo itu, terpilih secara aklamasi. Dalam pemilihan yang diikuti oleh 13 anggota PWI Probolinggo Persiapan, itu juga langsung dilaksanakan pelantikan.

Para pengurus PWI Probolinggo Persiapan, dilantik langsung oleh Ketua PWI Jawa Timur, Ainur Rohim. Ia hadir didampingi Wakabid Organisasi Machmud Suhermono dan Bendahara PWI Jawa Timur Teguh Lulus Rahmadi.

TERIMA AMANAH: H.A Suyuti yang terpilih secara aklamasi jadi ketua PWI Perwakilan Probolinggo Persiapan menerima pataka dari ketua PWI Jatim Ainur Rohim. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)

Perwakilan komunitas wartawan di Probolinggo, juga hadir. Di antaranya, ada dari Forum Wartawan Mingguan Probolinggo (F-Wamipro), Asosiasi Jurnalis Probolinggo (AJP), Kelompok Kerja Jurnalis Kraksaan (Pokja Jurnalis Kraksaan), dan Jurnalis Probolinggo Kota (JISPRO).

Dari kalangan pemerintahan, ada Asisten Pemerintahan Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo; kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Christian; serta Kabid Komunikasi Publik, Diskominfo Kota Probolinggo, Sumarno.

Dalam sambutannya, Suyuti menegaskan, PWI merupakan organisasi profesional dan independen. Serta, tidak ada kaitannya dengan partai politik dan organisasi kemasyarakatan. “Ini perlu ditekankan dalam forum yang baik ini. Dengan persaingan yang ketat antara medsos (media sosial) dan media massa, penting untuk menjaga independensi. Jangan sampai organisasi ini ditarik ke kiri ke kanan,” ujarnya.

Menurutnya, PWI juga bertugas menjaga wartawan agar tetap on the track dan meningkatkan kapasitasnya sebagai wartawan. Seperti melalui Uji Kompetensi Wartawan. “Keberadaan PWI sangat strategis ke depan. Di situ ada peran pembangunan Probolinggo. Mari kita hidupkan PWI,” ajaknya.

JAGA INDEPENDENSI: Ketua PWI Perwakilan Probolinggo Persiapan H.A Suyuti saat memberikan sambutan. (Zainal Arifin/ Radar Bromo)

Sementara itu, Ainur Rochim mengungkapkan, di tengah semakin terbukanya profesi ini, siapa saja bisa menjadi wartawan. “Artinya, pemahaman pemangku kepentingan terhadap profesi ini semakin berat. Maka, Dewan Pers mengampu melakukan Uji Kompetensi Wartawan. Juga melakukan verifikasi perusahaan media,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan media saat ini semakin berat. Kini, media massa bukan ditentukan negara atau pemerintah, malainkan ditentukan oleh pasar. “Tidak seperti di zaman Orba (Orde Baru) yang diatur regulasi negara, baik regulasi redaksi dan bisnis media,” ujarnya.

Pasca Orba, ada istilah market regulasi. Media ditentukan oleh pasar. Pasar itu ditentukan masyarakat. Masyarakat sosilogis dan tokoh masyarakat dapat menentukan media. “Intervensi negara sangat minim, bahkan di urusan redaksi tidak ada,” ujarnya

Menurutnya, sejauh ini kepercayaan publik terhadap media massa mencapai 68 persen. Sedangkan, ketidakpercayaan terhadap media social masih 60 persen.  “Semua media punya fungsi literasi, punya fungsi untuk mendidik masyarakat. Ternyata fungsi pendidikan kepada masyarakat tidak bisa dipasrahkan kepada media sosial,” ujarnya.

Di samping itu, Tutug Edi Utomo mengatakan, dalam duania jurnalistik, ada yang namanya rukun jurnalistik. Pertama, harus ada perusahaan pers. Kedua, harus ada wartawannya dan ketiga harus ada narasumbernya. Keempat harus ada stakeholdernya, pembaca, dan pemirsanya. Terakhir, adalah organisasi profesinya. “Dulu dan sekarang berbeda. Sekarang sudah banyak organisasi profesi,” ujarnya. (put/mas/rud)

 

 

 

- Advertisement -
- Advertisement -

MOST READ

Siswi SDN di Kraksaan Lolos dari Penculikan, Ini Ciri-Ciri Pelaku

KRAKSAAN, Radar Bromo - Niat Cld, 13, berangkat sekolah, Rabu (12/2) pagi berubah menjadi kisah menegangkan. Siswi SDN Kandangjati Kulon 1, Kraksaan, Kabupaten Probolinggo,...

Mau Ke Tretes, Muda-mudi Asal Gempol Tertabrak Truk Tangki di Candiwates, Penumpangnya Tewas

PRIGEN – Nasib sial dialami pasangan muda-mudi ini. Minggu siang (20/1) keduanya terlibat kecelakaan saat hendak menuju Tretes, Akibatnya, satu orang tewas dan satu...

Siswa MI di Pandaan Tewas Gantung Diri, Diduga usai Smartphonenya Disembunyikan Orang Tua

PANDAAN, Radar Bromo – Tragis nian cara AA, 11, mengakhiri hidupnya. Pelajar di Desa Banjarkejen, Kecamatan Pandaan ini, ditemukan tewas, Minggu (17/11) pagi. Dia...

Geger Mayat Wanita di Pantai Pasir Panjang-Lekok, Kondisinya Terikat Tali dan Dikaitkan Batu

LEKOK, Radar Bromo - Temuan mayat dengan kondisi terikat, kembali menggegerkan warga. Rabu (18/9) pagi, mayat perempuan tanpa identitas ditemukan mengapung di Pantai Pasir...

BERITA TERBARU

Pencarian Hari Ketiga, Temukan Mayat di Perairan Gili, Diduga Wahyu

Pihak keluarga masih ragu itu jasad dari Wahyu Ibrahim, sebab kondisinya sudah agak susah dikenali. Tetapi, ada satu ciri fisik yang sama. Yakni, ada bekas jahitan di paha sebelah kanan.

Hujan Deras, Dua Dapur Warga Pakuniran Tergerus Longsor

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya mengakibatkan longsor di Kecamatan Pakuniran dan Kecamatan Lumbang.

Hindari Sepeda, Bus Masuk Sungai, Pesepeda Asal Wonorejo Meninggal

Malang nasib Sujono. Kakek berusia 65 tahun itu meninggal setelah tertabrak bus saat hendak menyeberang jalan, Sabtu (28/11).

Semalam, Dua Motor Warga Kerpangan Dimaling

Sabtu (28/11) dini hari, kawanan maling menggondol dua motor milik Adi Cahyono, warga Desa Kerpangan, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo.

Pembangunan Gedung PSC Diburu Waktu, Tapi Optimistis Selesai

Hingga mendekati batas waktu penyelesaian, belum sepenuhnya gedung berlantai dua itu, rampung dikerjakan. Hingga saat ini, baru sekitar 90 persen direalisasikan.