alexametrics
29.4 C
Probolinggo
Tuesday, 16 August 2022

Rp 42 Miliar Dana TT Banyak Terserap Covid

DRINGU, Radar Bromo – Pemkab Probolinggo urung menambah anggaran dana tidak terduga (TT) lewat Perubahan APBD 2021. Sisa dana TT sekitar Rp 10 miliar, diyakini cukup untuk penanganan bencana. Termasuk pandemi Covid-19. Mengingat, perkembangan kasusnya semakin berkurang dan dapat ditekan.

Dari data yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Probolinggo, cukup positif. Awalnya, total sempat mencapai 7.093 kasus. Bahkan, 491 pasien dinyatakan meninggal dunia. Syukur, kini sudah melandai. Sabtu (25/9), hanya tersisa 19 kasus aktif.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan, tidak ada penambahan anggaran Dana TT dalam Perubahan APBD 2021. Dana TT tetap seperti yang dialokasikan ketika awal APBD 2021. Sekitar Rp 42 miliar.

Dewi mengatakan, sejauh ini dana TT itu sudah terpakai sekitar Rp 32 miliar. Sisa dana TT sekitar Rp 10 miliar itu diyakini cukup untuk penanganan korona ke depan.

“Kami optimistis anggaran dana tidak terduga cukup sampai akhir tahun 2021. Karena, penanganan Covid-19 sejauh ini yang cukup besar menyerap dana tidak terduga rumah isolasi terpusat, rumah sakit, dan puskesmas. Tapi, saat ini pasien Covid-19 terisasa sedikit,” jelasnya.

Dalam APBD 2021, Dewi mengaku sudah mengalokasikan dana TT sekitar Rp 42 miliar. Anggaran itu dapat digunakan untuk bencana alam ataupun nonalam, seperti penanganan Covid-19. “Rencananya sempat mau ditambah, tapi tidak jadi,” ujarnya. (mas/rud)

DRINGU, Radar Bromo – Pemkab Probolinggo urung menambah anggaran dana tidak terduga (TT) lewat Perubahan APBD 2021. Sisa dana TT sekitar Rp 10 miliar, diyakini cukup untuk penanganan bencana. Termasuk pandemi Covid-19. Mengingat, perkembangan kasusnya semakin berkurang dan dapat ditekan.

Dari data yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, perkembangan kasus Covid-19 di Kabupaten Probolinggo, cukup positif. Awalnya, total sempat mencapai 7.093 kasus. Bahkan, 491 pasien dinyatakan meninggal dunia. Syukur, kini sudah melandai. Sabtu (25/9), hanya tersisa 19 kasus aktif.

Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Probolinggo Dewi Korina mengatakan, tidak ada penambahan anggaran Dana TT dalam Perubahan APBD 2021. Dana TT tetap seperti yang dialokasikan ketika awal APBD 2021. Sekitar Rp 42 miliar.

Dewi mengatakan, sejauh ini dana TT itu sudah terpakai sekitar Rp 32 miliar. Sisa dana TT sekitar Rp 10 miliar itu diyakini cukup untuk penanganan korona ke depan.

“Kami optimistis anggaran dana tidak terduga cukup sampai akhir tahun 2021. Karena, penanganan Covid-19 sejauh ini yang cukup besar menyerap dana tidak terduga rumah isolasi terpusat, rumah sakit, dan puskesmas. Tapi, saat ini pasien Covid-19 terisasa sedikit,” jelasnya.

Dalam APBD 2021, Dewi mengaku sudah mengalokasikan dana TT sekitar Rp 42 miliar. Anggaran itu dapat digunakan untuk bencana alam ataupun nonalam, seperti penanganan Covid-19. “Rencananya sempat mau ditambah, tapi tidak jadi,” ujarnya. (mas/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/