alexametrics
25.2 C
Probolinggo
Sunday, 26 June 2022

Selama Dua Bulan Ada 20 Bumil Meninggal Covid-19 di Kab Probolinggo

KRAKSAAN, Radar Bromo – Ibu hamil (bumil) memang paling rentan dan harus menjaga kesehatannya secara ekstra. Apalagi saat kondisi seperti sekarang. Angka kematian Bumil tingkat kematian ibu hamil yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Probolinggo cukup tinggi. Dalam kurun waktu dua bulan belakangan terdapat 20 ibu hamil meninggal dunia.

Berdasarkan data yang dihimpun Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, kurun waktu Januari hingga Agustus sebanyak 5.590 ibu hamil yang telah melakukan rapid antigen. Dari pemerikasaan yang dilakukan kemudian ditemukan sebanyak 326 positif terpapar.

“Dari data yang ada tiga bulan terakhir yakni pada bulan juni terdapat 33 ibu hamil yang positif covid-19, bulan juli 205 ibu hamil, dan agustus 45 ibu hamil. Tentunya mendapatkan penanganan yang baik sesuai dengan standar covid-19,” terang Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr Dewi Vironica.

Agar tak semakin banyak, Dinas Kesehatan (Dinkes) mulai gencar melakukan vaksinasi kepada Bumil. Pelaksanaan vaksinasi dengan sasaran ibu hamil, dilaksanakan sejak Senin (23/8). Penyuntikan vaksin menyebar 33 puskesmas sesuai dengan data dan domisili ibu hamil.

“Ibu hamil menjadi sasaran vaksinasi sebab masuk kategori rentan terpapar. Dalam dua bulan belakangan yakni juli hingga Agustus saja sudah ada 20 ibu hamil yang meninggal karena covid-19,” ucap Vironica.

Berdasarkan data tersebut kemudian penyuntikan vaksin dirasa sangat perlu untuk meminimalisir potensi paparan covid-19. Saat ini masih menjadi perhatian serius dan perlu penanganan yang cepat dan tepat.

Di Kabupaten Probolinggo sendiri saat ini terdapat 4.963 ibu hamil yang menjadi sasaran vaksin. Jumlah tersebut cukup banyak. Karenanya vaksinasi dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan vaksin. Namun demikan dalam kurun waktu 4 bulan vaksinasi harus sudah selesai dilaksanakan.

Syarat ibu hamil yang akan disuntik vaksin tidak jauh beda dengan syarat sasaran vaksinasi lainnya. Proses skrining menjadi salah satu pertimbangan yang utama. Ibu hamil yang kondisi janinnya mengalami kelainan, tidak diperkenankan untuk melakukan vaksinasi.

KRAKSAAN, Radar Bromo – Ibu hamil (bumil) memang paling rentan dan harus menjaga kesehatannya secara ekstra. Apalagi saat kondisi seperti sekarang. Angka kematian Bumil tingkat kematian ibu hamil yang terpapar Covid-19 di Kabupaten Probolinggo cukup tinggi. Dalam kurun waktu dua bulan belakangan terdapat 20 ibu hamil meninggal dunia.

Berdasarkan data yang dihimpun Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo, kurun waktu Januari hingga Agustus sebanyak 5.590 ibu hamil yang telah melakukan rapid antigen. Dari pemerikasaan yang dilakukan kemudian ditemukan sebanyak 326 positif terpapar.

“Dari data yang ada tiga bulan terakhir yakni pada bulan juni terdapat 33 ibu hamil yang positif covid-19, bulan juli 205 ibu hamil, dan agustus 45 ibu hamil. Tentunya mendapatkan penanganan yang baik sesuai dengan standar covid-19,” terang Juru Bicara Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr Dewi Vironica.

Agar tak semakin banyak, Dinas Kesehatan (Dinkes) mulai gencar melakukan vaksinasi kepada Bumil. Pelaksanaan vaksinasi dengan sasaran ibu hamil, dilaksanakan sejak Senin (23/8). Penyuntikan vaksin menyebar 33 puskesmas sesuai dengan data dan domisili ibu hamil.

“Ibu hamil menjadi sasaran vaksinasi sebab masuk kategori rentan terpapar. Dalam dua bulan belakangan yakni juli hingga Agustus saja sudah ada 20 ibu hamil yang meninggal karena covid-19,” ucap Vironica.

Berdasarkan data tersebut kemudian penyuntikan vaksin dirasa sangat perlu untuk meminimalisir potensi paparan covid-19. Saat ini masih menjadi perhatian serius dan perlu penanganan yang cepat dan tepat.

Di Kabupaten Probolinggo sendiri saat ini terdapat 4.963 ibu hamil yang menjadi sasaran vaksin. Jumlah tersebut cukup banyak. Karenanya vaksinasi dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan vaksin. Namun demikan dalam kurun waktu 4 bulan vaksinasi harus sudah selesai dilaksanakan.

Syarat ibu hamil yang akan disuntik vaksin tidak jauh beda dengan syarat sasaran vaksinasi lainnya. Proses skrining menjadi salah satu pertimbangan yang utama. Ibu hamil yang kondisi janinnya mengalami kelainan, tidak diperkenankan untuk melakukan vaksinasi.

MOST READ

BERITA TERBARU

/