alexametrics
25.1 C
Probolinggo
Friday, 19 August 2022

Sehari Terjadi Tiga Insiden Kebakaran di Kota Probolinggo

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Memasuki kemarau, bencana kebakaran semakin rawan terjadi. Senin (25/7), di Kota Probolinggo, ada tiga kejadian kebakaran. Syukur, semuanya tak sampai memakan korban jiwa.

Selain kebakaran gudang toko ponsel di Jalan Dr. Soetomo, api juga melalap lahan kosong dan sebuah warung. Sepanjang tahun ini, mulai Januari-Juli, tercatat sudah terjadi 25 kali kebakaran.

Jumlah ini termasuk cukup tinggi. Dibandingkan tahun lalu ada 53 laporan kebakaran sepanjang tahun. “Cuma berbeda dengan tahun lalu. Kalau tahun ini yang paling sering terbakar rumah dan tempat usaha. Kalau tahun 2021 lahan kosong,” ujar Kasatpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman.

Gudang Toko Ponsel di Mangunharjo Dilalap Api, Diduga Korsleting Listrik

Dengan tiupan angin yang cukup kencang, kata Aman, potensi kebakaran semakin tinggi. Apalagi, jika masyarakat tidak berhati-hati. Seperti membuang puntung rokok sembarangan atau meninggalkan rumah dengan kabel tetap terpasang.

Menurutnya, kebakaran bisa terjadi tanpa mengenal musim. Sedangkan, puncak kemarau diperkirakan terjadi sekitar Agustus. “Ini yang harus diwaspadai masyarakat. Panas dan angin kencang membuat kebakaran lebih rawan terjadi,” ujarnya. (riz/rud)

PROBOLINGGO, Radar Bromo – Memasuki kemarau, bencana kebakaran semakin rawan terjadi. Senin (25/7), di Kota Probolinggo, ada tiga kejadian kebakaran. Syukur, semuanya tak sampai memakan korban jiwa.

Selain kebakaran gudang toko ponsel di Jalan Dr. Soetomo, api juga melalap lahan kosong dan sebuah warung. Sepanjang tahun ini, mulai Januari-Juli, tercatat sudah terjadi 25 kali kebakaran.

Jumlah ini termasuk cukup tinggi. Dibandingkan tahun lalu ada 53 laporan kebakaran sepanjang tahun. “Cuma berbeda dengan tahun lalu. Kalau tahun ini yang paling sering terbakar rumah dan tempat usaha. Kalau tahun 2021 lahan kosong,” ujar Kasatpol PP Kota Probolinggo Aman Suryaman.

Gudang Toko Ponsel di Mangunharjo Dilalap Api, Diduga Korsleting Listrik

Dengan tiupan angin yang cukup kencang, kata Aman, potensi kebakaran semakin tinggi. Apalagi, jika masyarakat tidak berhati-hati. Seperti membuang puntung rokok sembarangan atau meninggalkan rumah dengan kabel tetap terpasang.

Menurutnya, kebakaran bisa terjadi tanpa mengenal musim. Sedangkan, puncak kemarau diperkirakan terjadi sekitar Agustus. “Ini yang harus diwaspadai masyarakat. Panas dan angin kencang membuat kebakaran lebih rawan terjadi,” ujarnya. (riz/rud)

MOST READ

BERITA TERBARU

/