alexametrics
24C
Probolinggo
Saturday, 23 January 2021

Salat Ied Boleh Digelar di Masjid dan Lapangan

PROBOLINGGO,Radar Bromo – Salat Idul Adha juga diperbolehkan di Probolinggo. Kepala Kemenag Kabupaten Probolinggo H. Dr. Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan, pihaknya sudah koordinasi dengan Pemkab Probolinggo, dalam hal ini Gugus Tugas.

Hasilnya, pemkab memperbolehkan salat Idul Adha. Baik itu di masjid, maupun di lapangan. ”Kami sudah koordinasikan dengan Pemkab. Pada intinya, tidak dilarang salat Idul Adha di masjid,” katanya.

Namun, warga harus tertib protokol kesehatan. Mengingat, saat ini masih di tengah pandemi Covid-19. ”Kami tidak ingin ada penyeberan virus korona di tengah pelaksanaan ibadah hari raya Idul Adha. Kami ingin pelaksanan hari raya Idul Adha berjalan seperti biasa, tapi tetap memperhatikan protokol kesehatan,” terangnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Probolinggo dr. Anang Boedi Yoelijanto membenarkan, tidak ada larangan salat Idul Adha di masjid. Namun, tempat salat harus dilengkapi dengan sarana prasana protokol kesehatan. Misalnya, tempat cuci tangan di pintu masuk dan jamaah wajib mengenakan masker.

”Boleh salat Idul Adha di Masjid, tapi tetap harus menerapkan protokol kesehatan. Baik itu panitia penyelenggara maupun masyarakat yang datang ke masjid untuk salat Idul Adha,” ungkapnya.

Kemenang Kota Probolinggo juga menegaskan aturan serupa. Plt Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) di Kemenag Samsur menyebut, warga boleh menggelar salat Idul Adha di masjid dan lapangan. Namun, wajib menerapkan protokol kesehatan.

“Boleh melaksanakan salat, dengan ketentuan protokol kesehatan dilaksanakan. Langkahnya tidak jauh berbeda dengan salat Idul Fitri dan salat Jumat di sejumlah masjid yang ada di Kota Probolinggo” terang Samsur.

Warga juga harus menggunakan masker dan mengatur jarak. Salat dilaksanakan tidak dalam kelompok besar atau terpisah dalam kelompok kecil dengan pembatasan jumlah jamaah.

“Mematuhi protokol pencegahan Covid-19, seperti menjaga kebersihan tempat dan badan, pengukuran suhu tubuh, tidak berjabat tangan, tidak berkerumun,” tandas Samsur. (mas/rpd/hn)

MOST READ

BERITA TERBARU