alexametrics
28.2 C
Probolinggo
Friday, 12 August 2022

Keramaian di Kota Probolinggo Menggeliat Lagi, PKL Pun Senang

KANIGARAN, Radar Bromo– Aktivitas keramaian di Kota Probolinggo sudah menunjukkan peningkatan. Ini ditandai dengan terlihatnya aktivitas masyarakat di sejumlah jalan. Tilik saja di seputaran alun-alun Probolinggo maupun taman Maramis. Lokasi publik disana mulai mengeliat aktivitas PKL dalam beberapa pekan terakhir.

“Alhamdulillah sekarang sedikit demi sedikit sudah agak meningkat pendapatan. Jika dibandingkan bulan Maret-April yang anjlok. Meskipun belum normal seperti dulu,” ujar Rahmad, 35, warga Kedunggaleng yang sehari-hari berjualan martabak telur keliling.

Dia sehari-hari berjualan di Sekolah Dasar setiap jam pulang sekolah. Namun ketika sekolah diliburkan, Rahmad langsung terpukul karena kehilangan konsumen yaitu siswa yang harus belajar di rumah.

“Pertama pandemi itu saya masih jualan dari yang biasanya dapat pendapatan kotor 300ribu-350 ribu, pulang hanya dapat Rp 50 ribu saja. Ndak cukup untuk modal beli bahan bakunya,” ujarnya.

Dia sempat isitrahat berjualan selama 3 hari sambil mencari cara untuk bisa mendapat penghasilan. Akhirnya dia berjualan pindah tempat ke alun-alun maupun taman Maramis.

“Tapi hasilnya cuma dapat paling banyak Rp 150 ribu setiap hari. Tapi Alhamdulillah sejak 2 minggu ini pendapatan sudah meningkat hampir mendekati normal. Saya jualan di taman Maramis saat malam minggu bisa dapat Rp 400 ribu,” ujarnya.

PKL seperti Rahmad berharap, aktivitas sekolah bisa berjalan normal lagi. “Selama ini kan banyak PKL seperti saya yang berjualan di sekitar sekolah,” tambahnya.

Tidak hanya aktifitas penjualan PKL yang mulai ramai. Wahana permainan untuk anak-anak pun diserbu oleh pembeli. Pengelola permainan anak-anak juga mulai bisa menarik nafas lega karena penggunanya sudah lebih banyak daripada beberapa bulan terakhir.

“Awal-awal pandemi, pernah 1 hari gak ada yang main, terus ada yang main Cuma 1-2 orang saja. Akhirnya maghrib sudah ditutup. Tapi ini sudah lumayan ramai, tapi paling ramai tetap malam minggu atau hari minggu pagi sampai sore,” ujar  Abdul, 25, salah satu penjaga alat permainan di taman Maramis.

Sayangnya Abdul enggan menyebutkan penghasilannya saat ini. Namun dalam hari aktif terutama sore hari bisa sampai 40-50 orang yang menggunakan fasilitas permainannya. (put/fun)

KANIGARAN, Radar Bromo– Aktivitas keramaian di Kota Probolinggo sudah menunjukkan peningkatan. Ini ditandai dengan terlihatnya aktivitas masyarakat di sejumlah jalan. Tilik saja di seputaran alun-alun Probolinggo maupun taman Maramis. Lokasi publik disana mulai mengeliat aktivitas PKL dalam beberapa pekan terakhir.

“Alhamdulillah sekarang sedikit demi sedikit sudah agak meningkat pendapatan. Jika dibandingkan bulan Maret-April yang anjlok. Meskipun belum normal seperti dulu,” ujar Rahmad, 35, warga Kedunggaleng yang sehari-hari berjualan martabak telur keliling.

Dia sehari-hari berjualan di Sekolah Dasar setiap jam pulang sekolah. Namun ketika sekolah diliburkan, Rahmad langsung terpukul karena kehilangan konsumen yaitu siswa yang harus belajar di rumah.

“Pertama pandemi itu saya masih jualan dari yang biasanya dapat pendapatan kotor 300ribu-350 ribu, pulang hanya dapat Rp 50 ribu saja. Ndak cukup untuk modal beli bahan bakunya,” ujarnya.

Dia sempat isitrahat berjualan selama 3 hari sambil mencari cara untuk bisa mendapat penghasilan. Akhirnya dia berjualan pindah tempat ke alun-alun maupun taman Maramis.

“Tapi hasilnya cuma dapat paling banyak Rp 150 ribu setiap hari. Tapi Alhamdulillah sejak 2 minggu ini pendapatan sudah meningkat hampir mendekati normal. Saya jualan di taman Maramis saat malam minggu bisa dapat Rp 400 ribu,” ujarnya.

PKL seperti Rahmad berharap, aktivitas sekolah bisa berjalan normal lagi. “Selama ini kan banyak PKL seperti saya yang berjualan di sekitar sekolah,” tambahnya.

Tidak hanya aktifitas penjualan PKL yang mulai ramai. Wahana permainan untuk anak-anak pun diserbu oleh pembeli. Pengelola permainan anak-anak juga mulai bisa menarik nafas lega karena penggunanya sudah lebih banyak daripada beberapa bulan terakhir.

“Awal-awal pandemi, pernah 1 hari gak ada yang main, terus ada yang main Cuma 1-2 orang saja. Akhirnya maghrib sudah ditutup. Tapi ini sudah lumayan ramai, tapi paling ramai tetap malam minggu atau hari minggu pagi sampai sore,” ujar  Abdul, 25, salah satu penjaga alat permainan di taman Maramis.

Sayangnya Abdul enggan menyebutkan penghasilannya saat ini. Namun dalam hari aktif terutama sore hari bisa sampai 40-50 orang yang menggunakan fasilitas permainannya. (put/fun)

MOST READ

BERITA TERBARU

/