Ada Larangan Berkerumun, Paseban Sena Batalkan 50 Event

MAYANGAN, Radar Bromo – Dampak pandemi korona juga dirasakan manajemen Paseban Sena (Ballroom, Hotel & Restaurant). Puluhan event yang menghadirkan kerumunan massa terpaksa di-cancel.

Salah satu manajemen Paseban Sena, Angga Faydillah mengatakan, sejak ada imbauan larangan berkerumun, gedung serbaguna di Jl. Suroyo itu sampai Rabu (25/3) membatalkan 50 event. Itu terhitung mulai Maret hingga April. Event yang dibatalkan beragam. Mulai rapat, pernikahan, wisuda, dan event lain.

Namun, Angga –panggilannya-, enggan menyebutkan kerugian yang dialami manajemen. Ditegaskan Angga, pembatalan itu tidak dipermasalahkan pihaknya, demi menjaga agar masyarakat Kota Probolinggo tetap sehat dan terhindar dari pandemi Covid-19.

“Dengan adanya larangan menggelar keramaian, kami malah proaktif mendatangi pemesan gedung untuk memberikan edukasi mengenai larangan menggelar aktivitas yang mengundang kerumunan. Dan Merekalah yang menentukan. Hasilnya, banyak yang menjadwal ulang untuk wedding,” bebernya.

Angga pun berharap pandemi korona ini segera berakhir. Sehingga, perekonomian masyarakat berangsur pulih.

Penyewaan gedung di Pasuruan juga merasakan hal serupa. Eva Yuli, staf manajemen Gedung Auditorium Yadika, Bangil mengungkapkan, sudah ada dua resepsi pernikahan yang ditunda. “Namun dari kebijaksaan pengelola, untuk pengantin yang menunda tidak akan hangus uang muka. Bisa dijadwal ulang sampai situasi aman,” terangnya.

Pengelola, menurutnya, sangat memaklumi kondisi saat ini. Sehingga, memilih tidak memberatkan penyewa dengan boleh menjadwal ulang resespsi pernikahan. (rpd/eka/hn/mie)