alexametrics
25C
Probolinggo
Tuesday, 20 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Sungai Legundi Probolinggo Meluap, Air Masuk Rumah Warga Kareng Lor

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

KEDOPOK, Radar Bromo– Hujan deras yang melanda wilayah Probolinggo membuat sungai Legundi meluap. Bahkan, air meluap dan masuk ke dalam rumah warga di Kelurahan Kareng Lor, tepatnya rumah yang berada di sisi utara jalan.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, luapan air sudah terlihat sejak di barat Pasar Wonoasih. Air dari sungai meluap masuk ke jalan raya sampai ketinggian mata kaki. Kendaraan seperti sepeda motor masih bisa melintas meskipun harus pelan. Kendaraan besar seperti truk dan kontainer masih bisa melintas.

“Sudah sejak pukul 16.00 air naik. Tapi kalau di sini masih belum sampai masuk ke dalam rumah. Baru sampai ke jalan saja, semoga gak sampai masuk ke rumah,” ujar Samsul, warga Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, yang ditemui, Jumat (26/2).

Semakin ke barat, luapan air sungai semakin parah. Terutama di sekitar lokasi pembangunan RSUD Baru di Jalan Profesor Hamka. Air dari sungai Legundi meluap sampai masuk ke dalam bangunan yang berada tepat di depan lokasi proyek.

Salah satu bangunan yang kebanjiran adalah bangunan Panti Asuhan Al Ummah yang tepat berada di seberang lokasi proyek. “Mulai pukul 17.00, air sudah masuk ke dalam. Anak-anak sudah saya ungsikan ke sebelah,” ujar Rohman, pengasuh Panti Asuhan Al Ummah.

Rohman menjelaskan, anak yang diasuh ada 15 penghuni. Rata-rata usia 7-15 tahun. Belum termasuk dengan pengasuh lain. “Kami berharap banjir ini segera surut supaya kami bisa segera bersih-bersih,” ujarnya.

Di dekat sungai Legundi yang berhadapan langsung dengan kantor Kelurahan Kareng Lor, Joko, petugas dari Dinas Pekerjaan umum Sumber Daya Air, Pemprov Jatim tampak memantau ketinggian air. “Ini kira-kira kedalaman airnya 5 meter. Penyebabnya diduga ada sumbatan sampah pohon di gorong-gorong lokasi pembangunan rumah sakit. Kalau di pintu air yang ada di Kademangan, kondisi normal,” ujarnya sambil menunjukkan foto pintu air yang berada di wilayah Kecamatan Kademangan.

“Tadi sudah diterjunkan alat berat untuk membersihkan gorong-gorong,” ungkapnya.

Sementara itu, Sugito Prasetyo, kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo terlihat berada di sekitar lokasi proyek pembangunan rumah sakit. “Kalau terkait pembersihan gorong-gorong bisa konfirmasi ke PUPR,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Namun mantan Kabag Umum Pemkot ini menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi di wilayah selatan diduga menjadi salah satu faktor terjadinya banjir di sungai Legundi.

“Sungai Legundi ini berhubungan dengan wilayah atas Kuripan. Di sana sampai saat ini (menjelang malam, Red) masih hujan. Tidak hanya hujan saja, kemungkinan terjadi longsor karena air yang terbawa ini juga membawa material batu-batuan, rumpun bambu, dan ranting pohon,” ujarnya.

Material ini terbawa sampai masuk ke sungai Legundi. Di sungai Legundi terdapat beberapa jembatan dan akhirnya tertahan di jembatan. “Meskipun jembatan sudah dibuat tinggi, ternyata material masih tertahan. Makanya diturunkan alat berat untuk mengatasi sumbatan,” terangnya.

Sugito menunjukkan sebuah alat elektronik yang menggambarkan kondisi cuaca. “Daerah atas berwarna biru, artinya masih hujan,” terangnya.

Sugito belum bisa memastikan daerah mana yang terdampak dengan banjir yang terjadi Jumat sore. Tim dari BPBD sudah terjun untuk mendata. “Sekarang yang terdampak utamanya daerah Kareng Lor. Tapi sampai sejauh mana tim ini masih turun ke lapangan,” terangnya. (put/fun)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mobile_AP_Rectangle 1

KEDOPOK, Radar Bromo– Hujan deras yang melanda wilayah Probolinggo membuat sungai Legundi meluap. Bahkan, air meluap dan masuk ke dalam rumah warga di Kelurahan Kareng Lor, tepatnya rumah yang berada di sisi utara jalan.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, luapan air sudah terlihat sejak di barat Pasar Wonoasih. Air dari sungai meluap masuk ke jalan raya sampai ketinggian mata kaki. Kendaraan seperti sepeda motor masih bisa melintas meskipun harus pelan. Kendaraan besar seperti truk dan kontainer masih bisa melintas.

“Sudah sejak pukul 16.00 air naik. Tapi kalau di sini masih belum sampai masuk ke dalam rumah. Baru sampai ke jalan saja, semoga gak sampai masuk ke rumah,” ujar Samsul, warga Kelurahan Kareng Lor, Kecamatan Kedopok, yang ditemui, Jumat (26/2).

Mobile_AP_Half Page

Semakin ke barat, luapan air sungai semakin parah. Terutama di sekitar lokasi pembangunan RSUD Baru di Jalan Profesor Hamka. Air dari sungai Legundi meluap sampai masuk ke dalam bangunan yang berada tepat di depan lokasi proyek.

Salah satu bangunan yang kebanjiran adalah bangunan Panti Asuhan Al Ummah yang tepat berada di seberang lokasi proyek. “Mulai pukul 17.00, air sudah masuk ke dalam. Anak-anak sudah saya ungsikan ke sebelah,” ujar Rohman, pengasuh Panti Asuhan Al Ummah.

Rohman menjelaskan, anak yang diasuh ada 15 penghuni. Rata-rata usia 7-15 tahun. Belum termasuk dengan pengasuh lain. “Kami berharap banjir ini segera surut supaya kami bisa segera bersih-bersih,” ujarnya.

Di dekat sungai Legundi yang berhadapan langsung dengan kantor Kelurahan Kareng Lor, Joko, petugas dari Dinas Pekerjaan umum Sumber Daya Air, Pemprov Jatim tampak memantau ketinggian air. “Ini kira-kira kedalaman airnya 5 meter. Penyebabnya diduga ada sumbatan sampah pohon di gorong-gorong lokasi pembangunan rumah sakit. Kalau di pintu air yang ada di Kademangan, kondisi normal,” ujarnya sambil menunjukkan foto pintu air yang berada di wilayah Kecamatan Kademangan.

“Tadi sudah diterjunkan alat berat untuk membersihkan gorong-gorong,” ungkapnya.

Sementara itu, Sugito Prasetyo, kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo terlihat berada di sekitar lokasi proyek pembangunan rumah sakit. “Kalau terkait pembersihan gorong-gorong bisa konfirmasi ke PUPR,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Namun mantan Kabag Umum Pemkot ini menjelaskan bahwa curah hujan yang tinggi di wilayah selatan diduga menjadi salah satu faktor terjadinya banjir di sungai Legundi.

“Sungai Legundi ini berhubungan dengan wilayah atas Kuripan. Di sana sampai saat ini (menjelang malam, Red) masih hujan. Tidak hanya hujan saja, kemungkinan terjadi longsor karena air yang terbawa ini juga membawa material batu-batuan, rumpun bambu, dan ranting pohon,” ujarnya.

Material ini terbawa sampai masuk ke sungai Legundi. Di sungai Legundi terdapat beberapa jembatan dan akhirnya tertahan di jembatan. “Meskipun jembatan sudah dibuat tinggi, ternyata material masih tertahan. Makanya diturunkan alat berat untuk mengatasi sumbatan,” terangnya.

Sugito menunjukkan sebuah alat elektronik yang menggambarkan kondisi cuaca. “Daerah atas berwarna biru, artinya masih hujan,” terangnya.

Sugito belum bisa memastikan daerah mana yang terdampak dengan banjir yang terjadi Jumat sore. Tim dari BPBD sudah terjun untuk mendata. “Sekarang yang terdampak utamanya daerah Kareng Lor. Tapi sampai sejauh mana tim ini masih turun ke lapangan,” terangnya. (put/fun)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2