alexametrics
26C
Probolinggo
Friday, 23 April 2021
Desktop_AP_Top Banner

Pers Harus Mampu Jadi Akselerator Perubahan

Mobile_AP_Top Banner
Desktop_AP_Leaderboard 1

SUKAPURA,Radar Bromo– Adanya pandemi Covid-19, telah mengubah sejarah. Banyak ahli tengah membahas masa depan baru. Kehidupan diduga akan berubah. Karena kemungkinan besar semua akan meninggalkan rutinitas yang selama ini dijalani.

Hal itu diungkapkan pakar komunikasi dari Universitas Airlangga Surabaya, Suko Widodo. Dalam Gathering Jurnalis memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2021 di Bromo Rest Cafe, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kamis (25/2), Suko mengungkap pentingnya pers dalam “melawan” Covid-19.

Diskusi ini juga dihadiri Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan puluhan wartawan. Termasuk, Ketua PWI Persiapan Probolinggo H.A. Suyuti. Diskusi yang digelar di tempat terbuka itu pun berlangsung gayeng.

Suko Widodo mengatakan, manusia diperkirakan akan menjalani perilaku baru yang awalnya terasa asing dan kemudian menjadi kebiasaan baru. “Wartawan sebagai akselerator perubahan. Sebelum wartawan mengubah, maka wartawan itu harus berubah menjadi lebih baik dulu. Good news di Probolinggo, itu penting. Itu salah satunya,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam perspektif pengetahuan kesehatan, sosial, politik, ekonomi, hukum, dan aspek apapun, pandemi korona merupakan persoalan semua umat manusia. Pers sebagai salah satu komponen bangsa mempunyai peran besar dalam membentuk opini publik. Serta, memiliki peran sentral dalam konteks penyebarluasan informasi.

“Realitanya, hoaks Covid-19 justru menentang langkah-langkah untuk melindungi kebutuhan manusia menemukan informasi yang benar. Nah, pada posisi demikian kiranya pers bisa mengambil peran aktif dengan mengelola informasi atau berita yang disebarkannya secara akurat,” jelasnya.

VIEW MENAWAN: Puluhan jurnalis menyimak dengan tetap menjaga jarak. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Pakar komunikasi publik ini mengatakan, negara ini sedang butuh energi kebangkitan dari seluruh warga negara untuk melawan Covid-19. Tugas pers dapat mempercepat penyediaan informasi dan pengetahuan memadai bagi warga. Jika masyarakat mendapatkan informasi benar dan akurat, maka akan muncul sikap bersama untuk mencegah Covid-19.

“Sebagai insan yang memiliki pola pikir “lebih” dari kebanyakan orang, pers harus mampu menjadi akselerator perubahan. Menjadi terdepan dalam membaharukan pikiran dan perilaku baru masyarakat,” ujarnya.

Bupati Tantri mengatakan, acara diskusi ini selain memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-75, sekaligus bentuk syukur kembali terbentuknya pengurus PWI Perwakilan Probolinggo. Sebab, sebelumnya sudah sekitar 10 tahun lebih vakum. “Kami ingin teman-teman media menjadi akselerator perubahan. Salah satunya membangkitkan industri sektor pariwisata di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Sedangkan, H.A Suyuti mengatakan, salah satu tugas pers ikut berkontribusi dalam pembangunan di daerah. Pers harus memberi solusi, bukan menjadi masalah dan membuat masyarakat resah dengan hoaks.

Menurutnya, pada masa pandemi ini banyak yang terdampak. Salah satunya sektor pariwisata. Karenanya, pers bisa berkontribusi dalam menyebarluaskan kesiapan sektor wisata menerima pengunjung.

“Salah satunya kegiatan saat ini mengambil tempat di Bromo Rest. Dengan harapan spot ini bisa dikenal masyarakat dan memotivasi pelaku wisata agar bisa bertahan di era pandemi ini,” ujar General ManagerJawa Pos Radar Bromo tersebut. (mas/rud)

 

Mobile_AP_Rectangle 1

SUKAPURA,Radar Bromo– Adanya pandemi Covid-19, telah mengubah sejarah. Banyak ahli tengah membahas masa depan baru. Kehidupan diduga akan berubah. Karena kemungkinan besar semua akan meninggalkan rutinitas yang selama ini dijalani.

Hal itu diungkapkan pakar komunikasi dari Universitas Airlangga Surabaya, Suko Widodo. Dalam Gathering Jurnalis memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2021 di Bromo Rest Cafe, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kamis (25/2), Suko mengungkap pentingnya pers dalam “melawan” Covid-19.

Diskusi ini juga dihadiri Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan puluhan wartawan. Termasuk, Ketua PWI Persiapan Probolinggo H.A. Suyuti. Diskusi yang digelar di tempat terbuka itu pun berlangsung gayeng.

Mobile_AP_Half Page

Suko Widodo mengatakan, manusia diperkirakan akan menjalani perilaku baru yang awalnya terasa asing dan kemudian menjadi kebiasaan baru. “Wartawan sebagai akselerator perubahan. Sebelum wartawan mengubah, maka wartawan itu harus berubah menjadi lebih baik dulu. Good news di Probolinggo, itu penting. Itu salah satunya,” ujarnya.

Ia mengatakan, dalam perspektif pengetahuan kesehatan, sosial, politik, ekonomi, hukum, dan aspek apapun, pandemi korona merupakan persoalan semua umat manusia. Pers sebagai salah satu komponen bangsa mempunyai peran besar dalam membentuk opini publik. Serta, memiliki peran sentral dalam konteks penyebarluasan informasi.

“Realitanya, hoaks Covid-19 justru menentang langkah-langkah untuk melindungi kebutuhan manusia menemukan informasi yang benar. Nah, pada posisi demikian kiranya pers bisa mengambil peran aktif dengan mengelola informasi atau berita yang disebarkannya secara akurat,” jelasnya.

VIEW MENAWAN: Puluhan jurnalis menyimak dengan tetap menjaga jarak. (Zainal Arifin/Jawa Pos Radar Bromo)

Pakar komunikasi publik ini mengatakan, negara ini sedang butuh energi kebangkitan dari seluruh warga negara untuk melawan Covid-19. Tugas pers dapat mempercepat penyediaan informasi dan pengetahuan memadai bagi warga. Jika masyarakat mendapatkan informasi benar dan akurat, maka akan muncul sikap bersama untuk mencegah Covid-19.

“Sebagai insan yang memiliki pola pikir “lebih” dari kebanyakan orang, pers harus mampu menjadi akselerator perubahan. Menjadi terdepan dalam membaharukan pikiran dan perilaku baru masyarakat,” ujarnya.

Bupati Tantri mengatakan, acara diskusi ini selain memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-75, sekaligus bentuk syukur kembali terbentuknya pengurus PWI Perwakilan Probolinggo. Sebab, sebelumnya sudah sekitar 10 tahun lebih vakum. “Kami ingin teman-teman media menjadi akselerator perubahan. Salah satunya membangkitkan industri sektor pariwisata di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Sedangkan, H.A Suyuti mengatakan, salah satu tugas pers ikut berkontribusi dalam pembangunan di daerah. Pers harus memberi solusi, bukan menjadi masalah dan membuat masyarakat resah dengan hoaks.

Menurutnya, pada masa pandemi ini banyak yang terdampak. Salah satunya sektor pariwisata. Karenanya, pers bisa berkontribusi dalam menyebarluaskan kesiapan sektor wisata menerima pengunjung.

“Salah satunya kegiatan saat ini mengambil tempat di Bromo Rest. Dengan harapan spot ini bisa dikenal masyarakat dan memotivasi pelaku wisata agar bisa bertahan di era pandemi ini,” ujar General ManagerJawa Pos Radar Bromo tersebut. (mas/rud)

 

Mobile_AP_Rectangle 2
Desktop_AP_Skyscraper
Desktop_AP_Leaderboard 2
Desktop_AP_Half Page

MOST READ

Desktop_AP_Rectangle 1

BERITA TERBARU

Desktop_AP_Rectangle 2